Pemulihan Harga Bitcoin Menyembunyikan Risiko yang Meningkat dari Posisi Long yang Overleverage
Setelah menghadapi tantangan pekan lalu, Bitcoin (BTC) kembali menguat, sehingga menumbuhkan sentimen optimistis di kalangan trader derivatif. Posisi bullish meningkat tajam dan mendorong indikator utama ke level yang menonjol.
Namun, arus exchange-traded fund (ETF) yang mayoritas masih negatif serta lemahnya permintaan institusional memicu kekhawatiran terkait risiko likuidasi long yang tinggi.
Derivatif Bitcoin Jadi Bullish meski Permintaan Spot Loyo
Bitcoin membuka tahun 2026 dengan momentum kenaikan yang kuat, mencatatkan kenaikan lebih dari 7% dalam lima hari pertama Januari. Meski begitu, koreksi sempat mendorong aset turun di bawah US$90.000 di akhir pekan lalu.
Sejak hari Minggu, Bitcoin berhasil stabil dan kembali mencatatkan kinerja positif, diperdagangkan mayoritas di zona hijau dengan volatilitas yang relatif tenang. Pada waktu publikasi, Bitcoin diperdagangkan di US$91.299, turun 0,81% dalam 24 jam terakhir.
Performa Harga Bitcoin | Sumber: BeInCrypto Markets
Pulihnya harga ini memicu sentimen bullish di pasar derivatif. Data dari CryptoQuant mengungkapkan bahwa Taker Buy/Sell Ratio naik menjadi 1,249 hari ini. Ini adalah level tertinggi sejak awal tahun 2019.
Sebagai konteks, Taker Buy/Sell Ratio mengukur keseimbangan antara pembelian agresif dan penjualan di pasar derivatif dengan membandingkan volume order beli dan jual yang dieksekusi pada harga pasar. Rasio di atas 1 menunjukkan bahwa sentimen bullish mendominasi. Sementara itu, rasio di bawah 1 menandakan sentimen bearish yang lebih kuat.
Kenaikan pembelian agresif ini bertepatan dengan eksposur long yang sangat meningkat di kalangan trader papan atas. Joao Wedson, pendiri Alphractal, menerangkan bahwa posisi long yang dipegang trader besar sudah mencapai level tertinggi sepanjang sejarah.
Konsentrasi leverage di satu sisi pasar seperti ini bisa memperbesar kemungkinan pergerakan harga yang tajam karena likuidasi.
“Hal ini sebagian menjelaskan aksi berburu likuiditas yang dilakukan exchange, dipicu oleh trader bermodal besar. Exchange sebenarnya tidak terlalu peduli pada trader ritel — yang mereka inginkan adalah menargetkan trader kaya yang berada di posisi yang salah,” tulis Wedson .
Indikator pasar tambahan semakin menguatkan kekhawatiran atas tingginya risiko long. Data dari SoSoValue menunjukkan permintaan ETF yang tidak stabil. Meskipun dana ini sempat mengalami arus masuk besar di awal bulan, tak lama kemudian arus keluar membalikkan tren, dengan dana keluar sebesar US$681,01 juta pada pekan lalu. Meski demikian, ETF tetap menarik US$187,33 juta pada hari Senin.
“Dengan harga realisasi rata-rata di sekitar US$86.000, mayoritas arus masuk ETF sejak ATH Oktober 2025 kini mengalami kerugian. Lebih dari US$6 miliar telah keluar dari exchange-traded fund (ETF) Bitcoin spot di periode yang sama, menandai rekor tertinggi sejak persetujuannya,” papar analis Darkfost . “Dengan likuiditas Bitcoin yang secara berkala masih tipis, dampak ETF menjadi semakin signifikan, sehingga penting untuk selalu memantau arus ETF.”
Di saat yang sama, premi Coinbase menjadi negatif, memperlihatkan bahwa tekanan beli spot dari AS tertinggal dibandingkan pasar global.
Jika disimpulkan, data menunjukkan bahwa pasar kini semakin didorong oleh spekulasi leverage daripada permintaan spot. Meskipun trader derivatif secara agresif menargetkan kenaikan, keterlibatan institusi lewat ETF masih belum konsisten dan tekanan beli spot di AS mulai melemah.
Hal ini membuat Bitcoin rentan terhadap volatilitas penurunan. Saat posisi long terlalu padat, posisi itu bisa cepat terlepas jika momentum harga melambat. Dalam situasi seperti ini, koreksi kecil saja berisiko memicu gelombang likuidasi, sehingga kerugian bisa melebar sebelum permintaan yang lebih stabil kembali masuk ke pasar.
Senat AS Mendukung Bank saat RUU Kripto Batasi Imbal Hasil Stablecoin Pasif
Setelah berbulan-bulan negosiasi bipartisan yang intens, kini teks lengkap rancangan undang-undang struktur pasar aset virtual setebal 278 halaman dari Senat telah dirilis. Ini menjadi titik balik penting bagi regulasi aset kripto di Amerika Serikat.
Walaupun sebagian besar perhatian media tertuju pada aturan DeFi dan klasifikasi token, ada perubahan yang lebih halus yang mungkin luput dari perhatian.
Rancangan Undang-Undang Kripto Senat AS Batasi Imbal Hasil Stablecoin dan Untungkan Bank dalam Draft 278 Halaman
Rancangan undang-undang ini bisa saja menguntungkan bank tradisional dengan cara membatasi imbal hasil pasif dari stablecoin.
Dalam draf terbaru tersebut dijelaskan bahwa perusahaan tidak boleh membayar bunga hanya karena seseorang memegang saldo stablecoin. Sebaliknya, reward hanya diperbolehkan jika terkait dengan penggunaan akun secara aktif. Ini artinya:
Staking
Penyediaan likuiditas
Transaksi
Menjadi jaminan, atau
Berpartisipasi dalam tata kelola jaringan.
Secara praktik, pengguna ritel yang sebelumnya mendapat imbal hasil pasif seperti deposito bank akan menghadapi hambatan. Sementara itu, bank tetap bisa membayar bunga pada deposito nasabah mereka.
“Bank sepertinya memenangkan putaran kali ini soal imbal hasil stablecoin,” ujar Eleanor Terrett, host dari Crypto in America, sambil menyorot ketentuan di halaman 189 dari draf tersebut.
Pengesahan ini membawa urgensi tersendiri. Para senator hanya punya waktu 48 jam untuk mengajukan amandemen sebelum rapat markup hari Kamis, sehingga bentuk akhir dari undang-undang ini masih belum pasti.
Jika ketentuan ini tidak berubah, aturan ini bisa membatasi daya tarik platform kripto bagi investor ritel dan mendorong mereka ke aktivitas DeFi atau ke bank konvensional sebagai alternatif.
Sederhananya, pendekatan ini berisiko menghambat inovasi tanpa menyentuh akar masalah sistemik seperti depeg stablecoin yang pernah terjadi dan jadi alasan utama kenapa imbal hasil ditawarkan.
Kejelasan Token dan Guardrail DeFi: Bagaimana RUU Menyeimbangkan Inovasi dan Pengawasan
Selain aturan imbal hasil, draf undang-undang ini juga mengatur struktur pasar secara keseluruhan, klasifikasi token, serta pengawasan DeFi. Menariknya, token seperti XRP, SOL, LTC, HBAR, DOGE, dan LINK diperlakukan sama dengan BTC dan ETH dalam klasifikasi ETF, sehingga dapat mengurangi beban kepatuhan untuk perusahaan kripto besar serta memberi kejelasan lebih bagi investor.
Rancangan undang-undang ini juga memasukkan kompromi yang melindungi pengembang perangkat lunak sekaligus mengurangi potensi arbitrase regulasi antara DeFi dan TradFi, yang sebelumnya menjadi titik panas baik bagi pelaku industri maupun perbankan.
Protokol DeFi, sesuai catatan yang tertera dalam draf, harus beroperasi dalam batasan yang jelas agar tidak membuka celah hukum yang dapat melemahkan undang-undang sekuritas dan komoditas. Di saat yang sama, pengembang yang tidak mengendalikan proyek akan terlindungi dari tuntutan berlebih.
Senator Cynthia Lummis, pendukung utama aset kripto, memandang perilisan draf ini sebagai tonggak penting.
“Digital Asset Market Clarity Act akan memberikan kepastian untuk menjaga inovasi tetap berkembang di AS & melindungi konsumen,” tutur dia, sembari mendorong rekan-rekannya agar tidak mundur dari capaian bipartisan menjelang pembahasan di Komite Perbankan.
Rancangan undang-undang ini, melanjutkan upaya sebelumnya seperti kerangka Lummis-Gillibrand, bukan hanya jadi peta jalan regulasi. Draf ini sepertinya akan diam-diam mengubah ekosistem kripto di Amerika Serikat.
Dengan membatasi imbal hasil pasif stablecoin, draf ini secara halus mempertahankan model perbankan tradisional sekaligus mendorong keterlibatan lebih aktif dalam DeFi dan tata kelola jaringan.
Kompromi ini dapat memengaruhi perilaku pengguna ritel dan membentuk persaingan antara platform kripto dan bank ke depannya.
Keuntungan Shiba Inu Anjlok 62% setelah Harga SHIB Anjlok Minggu Ini
Harga Shiba Inu melemah tajam selama seminggu terakhir, menghapus sebagian besar keuntungan yang baru diraih dan memberikan tekanan pada kepercayaan investor. SHIB turun setelah reli singkat awal bulan ini, sehingga sentimen berubah dari akumulasi menjadi aksi jual.
Ketika kerugian terus bertambah, banyak holder segera mengunci sisa nilai aset mereka sehingga mempercepat penurunan harga.
Keuntungan Shiba Inu Turun
Data on-chain menunjukkan betapa cepat situasi memburuk. Di awal tahun, hampir 140 triliun SHIB berada dalam kondisi untung. Angka itu mencerminkan optimisme setelah lonjakan harga di bulan Desember dan meningkatnya partisipasi retail.
Momen positif tersebut tidak bertahan lama. Dalam waktu satu minggu, pasokan yang masih untung turun sebesar 62%. Saat ini, hanya sekitar 57 triliun SHIB yang masih dalam keadaan menguntungkan. Kontraksi yang cepat ini menunjukkan betapa cepatnya keuntungan menghilang ketika harga berbalik turun.
Turunnya profitabilitas sering membuat perilaku investor ikut berubah. Karena semakin sedikit holder yang mendapat untung, biasanya tekanan jual pun meningkat.
Ingin wawasan token seperti ini setiap hari? Daftar ke Newsletter Harian Kripto Editor Harsh Notariya di sini.
Pasokan Shiba Inu yang Masih Untung | Sumber: Glassnode
Indikator makro mengonfirmasi adanya pergeseran menuju distribusi. Data perubahan posisi bersih exchange menunjukkan grafik batang hijau yang konsisten, menandakan semakin banyak aliran masuk ke exchange. Pola ini menunjukkan bahwa fase akumulasi sudah berakhir dan aksi jual mulai mendominasi.
Seiring harga SHIB turun, saldo di exchange justru meningkat. Kenaikan saldo exchange biasanya menjadi indikasi potensi pelemahan lebih lanjut, karena token-relatif siap untuk dijual. Tren ini memperlihatkan bahwa holder lebih memilih untuk bersiap jual dibanding menunggu harga pulih.
Tekanan jual yang meningkat dan turunnya keuntungan menciptakan lingkaran umpan balik negatif. Kerugian membuat banyak investor keluar, dan aksi keluar tersebut semakin membebani harga. Tanpa adanya permintaan baru, situasi ini meninggalkan Shiba Inu dalam posisi rentan terhadap penurunan lebih lanjut.
Perubahan Posisi Bersih Shiba Inu di Exchange | Sumber: Glassnode Harga SHIB Masih Bertahan di Atas Support
Shiba Inu diperdagangkan di kisaran US$0,00000857 pada waktu publikasi, tepat di atas support US$0,00000836. Meme coin ini sudah turun 9,6% dalam seminggu terakhir. Sebelumnya, SHIB sempat menyentuh US$0,00001000 pada lonjakan intraday tanggal 5 Desember.
Meningkatnya tekanan jual mengancam level support saat ini. Jika harga menembus di bawah US$0,00000836, maka level tersebut juga akan sekaligus menembus EMA 50 hari. Jika ini terjadi, potensi penurunan bisa bergerak ke US$0,00000786 dan memperdalam fase koreksi saat ini.
Analisis Harga Shiba Inu | Sumber: TradingView
Pemulihan masih mungkin terjadi jika pembeli mampu mempertahankan support. Jika Shiba Inu memantul dari US$0,00000836, SHIB dapat naik ke kisaran US$0,00000898. Jika level itu berhasil ditembus, EMA 100 hari akan berubah menjadi support, membatalkan skenario bearish dan menstabilkan pergerakan harga.
Ethereum Hadapi Resistance Penting di 2026, namun Arus Masuk ETF ETH US$5,04 Juta Beri Harapan
Harga Ethereum (ETH) saat ini bergerak dengan bias bullish, tetap bertahan di atas support yang diberikan oleh garis tren naik yang sudah terbentuk sejak lama.
Sementara ada resistance penting di timeframe 4 jam, arus positif pada ETF ETH di hari Senin menghadirkan harapan baru.
Aliran Masuk Exchange-Traded Fund (ETF) Ethereum Lebih dari US$5 Juta pada Senin Dorong Reli Harga ETH
Harga Ethereum terus menunjukkan kekuatan, setidaknya di timeframe 4 jam, didorong oleh arus masuk lebih dari US$5 juta ke ETF pada hari Senin.
Data di SoSoValue memperlihatkan bahwa pada tanggal 12 Januari, exchange-traded fund (ETF) Ethereum spot mencatat arus bersih masuk sebesar US$5,042 juta. Dengan demikian, ETF ini berhasil mengakhiri tren arus keluar bersih selama 3 hari berturut-turut.
Arus ETF Ethereum | Sumber: SoSoValue
Di tengah arus positif ini, ETF ETHA milik BlackRock justru mencatat arus keluar sebesar US$79,9 juta, menjadi satu-satunya arus keluar di hari Senin, sementara Fidelity, Bitwise, VanEck, Invesco, dan Franklin Templeton tidak mencatat arus masuk atau keluar sama sekali.
Di sisi lain, 21Shares mencatat arus masuk positif sebesar US$5 juta, sedangkan produk investasi ETHE dan ETH milik Grayscale masing-masing membukukan arus masuk US$50,7 juta dan US$29,3 juta.
Per tanggal 12 Januari, total kumulatif arus bersih masuk ke ETF Ethereum mencapai US$12,44 miliar, dengan total nilai transaksi sebesar US$940,66 juta dan total aset bersih senilai US$18,88 miliar. Menariknya, total aset bersih ini mewakili lebih dari 5% kapitalisasi pasar Ethereum.
Di sisi lain, ETF Bitcoin spot mencatat arus bersih masuk sebesar US$117 juta, menandai perubahan tren setelah empat hari berturut-turut mengalami arus keluar bersih. Sementara itu, ETF Solana spot memperoleh arus bersih masuk sebesar US$10,67 juta, dan ETF XRP spot mencatat arus bersih masuk total US$15,04 juta.
Prospek Harga Ethereum setelah Arus Masuk US$5,04 Juta pada Hari Senin
Dengan harga Ethereum yang bertahan di atas support multi-minggu dari garis tren naik, tren dominan tetap bullish.
Karena nilai Relative Strength Index (RSI) yang naik, momentum juga meningkat. Jika kondisi ini terus berlanjut, harga ETH berpotensi kembali naik. Meski begitu, posisi RSI di sekitar level 50 menandakan peluang masih seimbang, sehingga aksi harga bisa berubah menjadi bearish sewaktu-waktu.
Namun, secara keseluruhan, pergerakan dan posisi RSI di atas 50 mengindikasikan dominasi bull, sentimen yang bisa semakin kuat jika arus masuk ETF ETH pada hari Selasa juga tetap positif.
Trader yang ingin membuka posisi long untuk Ethereum, disarankan menunggu penutupan candlestick yang jelas di atas level resistance US$3.150. Sinyal ini akan semakin kuat jika harga mampu melakukan retest pada level tersebut, yaitu harga menembus, lalu menguji kembali, dan akhirnya tetap bertahan di atas level tersebut pada timeframe 4 jam.
Jika berhasil, harga Ethereum bisa menargetkan zona supply antara US$3.223 hingga US$3.296 sebagai target berikutnya. Zona ini merupakan blok order bearish yang menjadi penghalang bagi Ethereum untuk merebut kembali harga puncaknya.
Performa Harga Ethereum (ETH) | Sumber: TradingView
Sebaliknya, dengan harga Ethereum yang menghadapi resistance langsung di US$3.150, profil volume memperlihatkan adanya kekuatan oposisi yang besar di level harga saat ini sekitar US$3.134. Hal ini terlihat dari node besar profil volume bullish (batang horizontal hijau) dan bearish (merah) di chart.
Tetapi, dengan lebih banyak node bearish dibandingkan bullish, harga Ethereum bisa saja terkoreksi, apalagi jika arus ETF ETH pada hari Selasa berubah menjadi negatif.
Jika terjadi koreksi, skenario bullish Ethereum akan tidak berlaku jika support dari garis tren naik jebol, yang dapat membuat ETH kembali retest ke level US$3.058 yang terakhir terlihat pada 9 Januari.
CME Bersiap Hadapi Potensi Tekanan Emas dan Perak dengan Aturan Margin Baru
Chicago Mercantile Exchange (CME) akan segera mengubah cara risiko dihitung di pasar logam mulia—dan dampaknya meluas jauh melebihi sekadar penyesuaian teknis biasa.
Mulai hari ini, 13 Januari 2026, CME akan mengubah persyaratan margin untuk kontrak berjangka emas, perak, platinum, dan paladium dari nominal tetap dalam bentuk US$ menjadi persentase dari nilai nosional.
Apa Arti Aturan Margin Baru CME untuk Trader Emas dan Perak
Menurut bursa derivatif tersebut, langkah ini mengikuti tinjauan rutin terhadap volatilitas pasar untuk memastikan cakupan jaminan yang memadai.
“Berdasarkan tinjauan rutin volatilitas pasar untuk memastikan cakupan jaminan yang cukup… CME… menyetujui persyaratan bond kinerja…[dari]berdasarkan jumlah US$…[menjadi]berdasarkan persentase dari nilai nosional,” bunyi kutipan dalam pengumuman tersebut.
Dengan skema baru ini, margin emas akan ditetapkan sebesar 5%, sedangkan margin perak naik menjadi 9%, dan platinum serta paladium juga akan dihitung berdasarkan persentase serupa.
Meskipun CME menganggap perubahan ini sebagai hal prosedural, pelaku pasar melihat sinyal yang lebih dalam: manajemen risiko di kontrak berjangka logam mulia kini benar-benar terkait langsung dengan kenaikan harga itu sendiri.
Sebelumnya, kenaikan margin CME dilakukan dengan menaikan nominal US$ secara terpisah, sebagai alat kasar yang meningkatkan biaya satu kali lalu tetap bertahan.
Model baru ini berbeda. Dengan mengaitkan persyaratan margin dengan nilai nosional, CME secara efektif memperkenalkan mekanisme yang dapat menyesuaikan sendiri: saat harga naik, kebutuhan jaminan pun otomatis meningkat.
“Semakin tinggi harga emas dan perak, semakin besar jaminan yang harus disetor oleh posisi short. Artinya: Melakukan short pada logam kini jadi jauh lebih mahal. Trader kertas yang terlalu ber-leverage akan semakin cepat terhimpit. Forced covering = volatilitas makin tinggi,” tulis analis Echo X.
Secara praktik, ini berarti penjual short menghadapi peningkatan biaya secara bertahap, tepat ketika pasar bergerak melawan mereka. Melakukan short menjadi lebih mahal, dan trader kertas berleverage tinggi akan semakin terdesak dan berpotensi harus menutup posisi paksa.
Kenaikan harga memaksa penambahan posting margin, yang dapat memicu deleverage paksa, margin call, atau bahkan likuidasi penuh. Bagi investor emas dan perak, hal ini patut diperhatikan karena dinamika seperti ini biasanya muncul saat pasar logam berada di titik tekanan besar.
Jejak Titik Balik Masa Lalu di Tengah Ketatnya Fisik vs. Risiko Kertas
BeInCrypto sebelumnya melaporkan bahwa intervensi margin CME sering terjadi bersamaan dengan periode volatilitas tinggi dan ketidakseimbangan struktural.
Pada bulan Desember, media ini menyoroti bagaimana lonjakan margin perak secara berulang mengingatkan pada tahun 2011 dan 1980, dua periode di mana kenaikan persyaratan jaminan mempercepat penjualan paksa dan menyingkap leverage berlebihan.
Meskipun perubahan saat ini tidak seagresif lima kali kenaikan margin dalam sembilan hari di tahun 2011, logika dasarnya tetap serupa.
Analis makro Qinbafrank saat itu memperingatkan bahwa menaikkan margin, apapun motifnya, pasti akan menurunkan leverage dan membuat trader harus menambah modal atau keluar dari posisi, sering kali tanpa memedulikan fundamental jangka panjang.
“Kenaikan margin secara sederhana mengurangi leverage: Trader butuh lebih banyak modal untuk mengontrol ukuran kontrak yang sama… langkah CME tetap perlu diamati—kita tidak boleh terlalu FOMO,” tulis Qinbafrank.
Perbedaan utama saat ini adalah tekanannya kini bersifat dinamis, bukan statis.
Perubahan ini terjadi di tengah pergerakan harga yang ekstrem. Perak telah naik lebih dari 100% pada tahun 2025, dipicu oleh aliran spekulatif dan akhirnya oleh kelangkaan pasokan fisik.
Banyak aktivitas kini telah beralih di luar exchange, dengan hanya sekitar 100.000 kontrak futures perak Maret 2026 yang masih terbuka, sedangkan opsi SLV (iShares Silver Trust) dan perdagangan fisik perak makin banyak dilakukan over-the-counter.
Pergeseran tersebut bisa membatasi dampak volume langsung dari aturan margin baru ini. Tapi, hal tersebut tidak mengurangi dampak sinyal yang lahir dari perubahan ini.
Mengapa Investor Jangka Panjang Perlu Memperhatikan
Penting untuk disadari bahwa CME bukan sedang mencoba menekan harga; mereka justru tengah bersiap menghadapi kemungkinan tekanan di masa depan. Inilah inti pelajaran bagi investor jangka panjang dan alokator dana.
Kerangka margin hampir tidak pernah diubah secara signifikan saat pasar tenang. Perubahan terjadi saat exchange melihat risiko sistemik yang semakin meningkat. Walaupun volume perdagangan cenderung tetap, perubahan ke margin berbasis persentase menunjukkan makin lebarnya jarak antara permintaan fisik dan posisi kertas di pasar.
Bagi investor yang terekspos pada logam mulia—baik lewat futures, ETF, maupun kepemilikan fisik—harus mengingat bahwa struktur pasar, bukan sekadar harga, bisa menjadi penentu fase berikutnya dari volatilitas.
Data CPI Akan Tunjukkan Inflasi AS Stabil di Desember, Masih di Atas Target The Fed
Biro Statistik Tenaga Kerja AS (BLS) akan merilis laporan Indeks Harga Konsumen (CPI) untuk bulan Desember pada hari Selasa pukul 13:30 GMT. Laporan ini diperkirakan akan menunjukkan harga yang cenderung stabil di bulan terakhir tahun 2025. Seperti biasa, CPI menjadi acuan utama inflasi dan bisa memicu pergerakan jangka pendek pada US Dollar (USD).
Meskipun begitu, sepertinya rilis ini belum akan mengubah gambaran besar bagi Federal Reserve (The Fed). Karena para pembuat kebijakan masih fokus utama pada kondisi pasar tenaga kerja domestik, data tersebut kemungkinan harus memberikan kejutan nyata untuk memicu perubahan pada kebijakan moneter.
Apa yang Diharapkan di Laporan Data CPI Berikutnya?
Inflasi sendiri sepertinya tidak akan memberikan banyak kejutan. Headline CPI diproyeksikan naik 2,7% YoY di bulan Desember, tidak berubah dari bulan sebelumnya. Jika mengeluarkan komponen makanan dan energi yang lebih fluktuatif, gambaran inflasi inti juga serupa: inflasi inti diperkirakan sedikit naik jadi 2,7% dari 2,6%, yang masih di atas target The Fed.
Secara bulanan, baik headline maupun inflasi inti CPI diprediksi tetap stabil sebesar 0,3%, yang makin menegaskan bahwa inflasi masih melandai secara perlahan dan belum turun drastis.
Hal itu juga membantu menjelaskan kenapa pemangkasan suku bunga bulan Desember tidak pernah jadi keputusan pasti. Risalah yang dirilis 30 Desember memperlihatkan Komite yang sangat terbelah, dengan beberapa pejabat mengatakan keputusannya sangat seimbang dan mempertahankan suku bunga tetap menjadi alternatif yang sangat nyata.
Menjelang rilis laporan, analis di TD Securities menerangkan,
“Setelah dampak dari government shutdown, kami sekarang memperkirakan segmen inti akan mencapai puncak di 3% pada kuartal kedua. Kami masih berpendapat bahwa perlambatan inflasi secara bertahap akan terjadi di paruh kedua 2026. Kami memperkirakan inflasi inti CPI akan berakhir di 2,6% pada akhir tahun nanti.”
Bagaimana Laporan Consumer Price Index AS Bisa Mempengaruhi EUR/US$?
Investor masih mencerna sinyal campuran dari Nonfarm Payrolls (NFP) bulan Desember, namun perdebatan ini mulai tersisih. Ancaman baru terhadap independensi The Fed kembali muncul, dan risiko ini bisa saja menutupi pentingnya data inflasi pada hari Selasa secara keseluruhan.
Mengingat The Fed masih memantau erat pasar tenaga kerja, data CPI bulan Desember sepertinya tidak akan banyak mengubah arah kebijakan, kecuali inflasi menghadirkan kejutan besar, entah naik atau turun.
Beralih ke EUR/USD, Pablo Piovano, Senior Analyst di FXStreet, membagikan analisis teknikal miliknya.
“Jika EUR/USD turun signifikan di bawah rata-rata pergerakan 55 hari di 1,1639 dalam jangka pendek, maka potensi koreksi lebih dalam akan terbuka lebar, dengan rata-rata pergerakan 200 hari di 1,1561 menjadi perhatian dalam waktu dekat,” jelasnya. “Di bawah level tersebut, perhatian beralih ke level terendah November di 1,1468 (5 November), lalu ke posisi terendah Agustus di 1,1391 (1 Agustus).” “Sebaliknya, jika harga menembus jelas di atas puncak Desember di 1,1807 (24 Desember), maka sentimennya akan kembali menguat. Target selanjutnya di level tertinggi 2025 di 1,1918 (17 September), dengan level psikologis 1,2000 mengintai sedikit di atasnya,” tambah Piovano.
Harga Story (IP) Naik 100%, tapi Data On-Chain Menunjukkan Hal Berbeda
Story (IP) adalah blockchain layer-1 yang dirancang khusus untuk membawa intellectual property (IP) ke dalam chain dan menjadikannya sebagai aset yang dapat diprogram. Pada awal 2026, token IP mengalami pemulihan yang kuat. Harganya naik dua kali lipat dari level terendah lokal di sekitar US$1,50 menjadi di atas US$3,00.
Apa yang mendorong rebound ini? Dan apakah cukup kuat untuk berlanjut dalam beberapa bulan ke depan?
Trader Korea Dorong IP Lebih Tinggi
Data perdagangan menunjukkan trader Korea Selatan memberikan kontribusi terbesar untuk lonjakan harga IP baru-baru ini.
Data CoinGecko memperlihatkan volume perdagangan harian IP melampaui US$300 juta pada 13 Januari. Ini merupakan level tertinggi sejak aksi jual pada Oktober tahun lalu, ketika IP anjlok lebih dari 80% dalam satu hari.
Volume Perdagangan IP di Exchange | Sumber: CoinGecko
Upbit saja menyumbang lebih dari 47% dari total volume perdagangan. Upbit adalah salah satu exchange aset kripto terbesar di Korea Selatan. Hal ini menandakan bahwa trader Korea adalah kekuatan utama di balik reli IP.
Di Upbit, pasangan IP/KRW juga mencatatkan lebih dari 12% dari total aktivitas perdagangan. Pasangan ini berada di posisi kedua setelah XRP/KRW.
namun, dominasi Upbit menunjukkan bahwa kenaikan harga lebih disebabkan oleh permintaan dari wilayah tertentu, bukan adopsi secara global.
Beberapa analis juga memperkirakan whale turut berperan dalam mendorong reli ini.
“Story Protocol mengalami kenaikan terbesar minggu ini. Dengan kenaikan harga lebih dari 30%, IP reli karena narasi kembali ramai. Volume perdagangan yang sangat besar masuk seiring investor baru dan whale ikut masuk ke proyek ini,” tutur Investor Sjuul | AltCryptoGems dalam unggahannya.
Data Pengguna IP Menunjukkan Tidak Ada Breakout
Meski harga melonjak, data on-chain menunjukkan hal berbeda. Reli ini tidak ditopang oleh fundamental yang kuat.
Data Storyscan mengindikasikan jumlah akun aktif di jaringan Story relatif tidak berubah dalam beberapa bulan terakhir.
Akun Aktif Harian di Story (IP) | Sumber: Storyscan
Angkanya turun dari lebih dari 10.000 tahun lalu menjadi kurang dari 500 saat ini. Ini berarti penurunan sekitar 95%. Jumlah pengguna baru harian di jaringan layer-1 juga hampir tidak berubah. Jumlahnya tetap di bawah 100 per hari. Jumlah tersebut jauh lebih rendah dibandingkan rata-rata di atas 2.000 per hari pada Agustus dan September tahun lalu.
Akun Baru Harian di Story (IP) | Sumber: Storyscan
Data ini mengindikasikan bahwa reli IP lebih banyak didorong oleh spekulasi dan peningkatan volume perdagangan saja. Belum terlihat adanya pertumbuhan jaringan yang nyata, seperti makin banyak IP yang ditokenisasi atau penggunaan di dunia nyata yang lebih kuat.
Sementara itu, analis teknikal memperingatkan ada risiko penurunan harga. Pada timeframe harian, IP sedang mendekati zona resistance utama di antara US$3,00 dan US$3,30.
“Pada timeframe harian, IP bergerak naik dengan candle yang kuat dan indikator yang solid. Namun, harga sekarang sudah sangat dekat dengan zona resistance US$3,0–US$3,3. Breakout bisa menjadi konfirmasi perubahan karakter dan memulai tren bullish. Tunggu konfirmasi dan jangan terburu-buru,” komentar CryptoPulse di media sosial.
Meski harga IP baru saja naik dua kali lipat dengan lonjakan volume, nilainya masih turun sekitar 80% dari puncak US$15 tahun lalu. Pertumbuhan jangka panjang altcoin ini akan sangat bergantung pada adopsi pengguna nyata dan permintaan terhadap manajemen IP secara terdesentralisasi.
Grayscale Menambah Daftar “Assets Under Consideration” dengan 36 Altcoin untuk Q1 2026
Manajer aset Grayscale telah mengumumkan update terbaru pada daftar “Assets Under Consideration” untuk kuartal pertama tahun 2026.
Daftar ini memuat berbagai altcoin yang kemungkinan besar akan membentuk penawaran produk Grayscale di masa depan. Sebagai bagian dari proses tinjauannya, manajer investasi ini melakukan update pada katalog produknya sekitar 15 hari setelah akhir setiap kuartal.
Grayscale Update Daftar Pantauan Aset Kripto untuk Q1 2026
Pada update terbarunya, Grayscale mencantumkan 36 altcoin di daftar “Assets Under Consideration”. Masuk ke dalam daftar ini tidak secara otomatis menjamin sebuah aset akan masuk produk, namun menunjukkan aset tersebut sedang dievaluasi secara aktif.
Kandidat di Q1/2026 tersebar di lima sektor. Sektor-sektor itu mencakup Smart Contract, Finansial, Konsumen & Budaya, Artificial Intelligence, serta Utilities & Services. Platform smart contract dan finansial menjadi sektor dengan jumlah aset terbanyak.
“Assets Under Consideration mencakup aset digital yang saat ini belum masuk ke produk investasi Grayscale namun sudah diidentifikasi tim kami sebagai kandidat potensial untuk produk masa depan,” papar blog tersebut.
Daftar Aset Potensial Grayscale | Sumber: X/Grayscale
Daftar terbaru dari Grayscale ini memperlihatkan sedikit penyegaran dibanding Q4 2025 yang berisi 32 aset. Grayscale menambah beberapa aset baru dan satu aset dihapus dari berbagai kategori. Di sektor smart contract, Grayscale menambahkan Tron (TRX).
Kategori konsumen dan budaya semakin luas dengan masuknya ARIA Protocol (ARIAIP). ARIA Protocol adalah platform yang mentokenisasi hak kekayaan intelektual (IP) menjadi aset likuid berbasis kripto. Platform ini memungkinkan investor, kreator, pemilik hak, dan penggemar untuk mengakses, memperdagangkan, dan mendapatkan keuntungan dari aset tersebut secara on-chain.
Untuk segmen artificial intelligence, Grayscale menambah Nous Research dan Poseidon, tapi menghapus Prime Intellect. Sektor utilities dan services juga meningkat, dengan penambahan DoubleZero (2Z).
DoubleZero adalah Decentralized Physical Infrastructure Network (DePIN) yang menyediakan infrastruktur jaringan dengan performa tinggi dan latensi rendah untuk blockchain dan sistem terdistribusi.
Penambahan ini menunjukkan bahwa Grayscale fokus pada tokenisasi, DePIN, dan AI. Di luar update ini, aset lain di sektor smart contract, financials, AI, dan utilities tetap konsisten dari kuartal ke kuartal.
Daftar terbaru ini hadir saat Grayscale memulai langkah awal untuk meluncurkan exchange-traded fund (ETF) BNB dan HYPE. Grayscale sudah mendaftarkan statutory trusts untuk kedua produk tersebut di Delaware Division of Corporations, sebuah langkah prosedural yang menjadi fondasi awal jika mereka ingin menghadirkan ETF ke depannya.
Jika Ketakutan Perang Dunia 3 Meningkat, Apakah Bitcoin Akan Crash atau Jadi Emas Digital?
Skenario perang tidak memberikan narasi yang jelas. Biasanya, pasar melakukan dua hal sekaligus. Pasar bergerak cepat menuju aset aman, lalu mereka menilai ulang kondisi dunia setelah guncangan pertama berlalu. Bitcoin berada tepat di tengah situasi tersebut.
Inilah sebabnya mengapa “perdagangan WW3” bukan sekadar satu spekulasi saja, melainkan serangkaian langkah. Dalam beberapa jam pertama, Bitcoin sering berperilaku seperti aset berisiko tinggi-beta. Dalam beberapa minggu berikutnya, Bitcoin bisa mulai berperan sebagai aset portabel yang tahan sensor, tergantung langkah pemerintah selanjutnya.
Apakah Kekhawatiran ‘World War 3’ Saat Ini Benar-Benar Nyata?
Mengingat meningkatnya eskalasi geopolitik saat ini, percakapan soal perang dunia 3 terasa lebih nyata dari sebelumnya. Beberapa orang bahkan menyebut kita sebenarnya sedang berada di tengah-tengah perang dunia, hanya saja wujudnya kini jauh berbeda dengan 90 tahun lalu.
Selama beberapa pekan terakhir, banyak titik rawan yang mempersempit ruang untuk melakukan kesalahan.
Perdebatan keamanan Eropa telah berubah dari teori menjadi perencanaan operasional. Para pejabat telah membahas jaminan keamanan pasca-perang di sekitar Ukraina, topik yang oleh Rusia selama ini dianggap sebagai garis merah.
Di kawasan Indo-Pasifik, latihan militer Cina di sekitar Taiwan makin menyerupai simulasi blokade. Krisis dengan gaya blokade seperti ini tidak perlu invasi untuk mengguncang pasar; cukup gangguan pengiriman atau insiden di laut saja sudah cukup.
Ditambah, sikap Amerika Serikat yang lebih luas. Presiden Trump pada dasarnya sedang ‘menjalankan Venezuela’ dalam komentarnya sendiri setelah menangkap presiden negara itu dari rumahnya.
Dan sekarang, pemerintah AS membahas pembelian Greenland, satu negara berdaulat yang merupakan bagian dari Denmark dan Uni Eropa.
Kemudian ada penegakan sanksi, sinyal militer berisiko lebih tinggi, serta pesan geopolitik yang makin tajam. Semua ini membuat lingkungan global kini berada di titik di mana kesalahan kecil dapat memicu kesalahan lain.
Inilah persisnya cara krisis dapat saling terhubung.
Apa Arti “WW3” di Model Ini
Analisis ini menganggap “Perang Dunia III” sebagai satu ambang batas tertentu.
Konflik langsung dan berkelanjutan antara negara pemilik nuklir, dan
Penyebaran konflik di lebih dari satu kawasan (Eropa ditambah Indo-Pasifik adalah jalur yang paling jelas).
Definisi ini sangat penting karena pasar bereaksi berbeda pada konflik regional dibandingkan dengan konfrontasi di banyak kawasan sekaligus.
Bagaimana Aset Utama Bergerak saat Perang
Pelajaran paling bermanfaat dari konflik terdahulu bersifat struktural: Pasar biasanya menjual saat ketidakpastian melanda, lalu bereaksi terhadap kebijakan selanjutnya.
Bagaimana Performa Aset Utama Saat Perang & Krisis Saham
Saham sering kali jatuh saat guncangan awal melanda, namun bisa pulih lagi jika situasi mulai jelas—meskipun perang belum selesai. Studi pasar tentang konflik modern menunjukkan bahwa “kejelasan” dapat lebih berpengaruh bagi investor daripada konfliknya sendiri, setelah mereka tidak lagi menebak-nebak dan mulai menilai harga aset.
Pengecualiannya yakni saat perang memicu perubahan rezim ekonomi makro yang signifikan: seperti guncangan energi, inflasi yang menetap, pembatasan, atau resesi mendalam. Saat itu, saham akan sulit pulih dalam waktu lama.
Emas
Emas punya riwayat panjang sebagai aset yang naik saat ketakutan meningkat. Tapi biasanya, emas akan kehilangan kembali keuntungannya ketika premi perang berakhir dan kebijakan pemerintah mulai jelas.
Keunggulan emas itu sederhana: tidak punya risiko penerbit. Tapi kelemahannya juga sederhana: emas bersaing dengan imbal hasil riil. Saat imbal hasil riil naik, biasanya harga emas tertekan.
Silver
Perak bersifat seperti hibrida. Harga perak bisa reli bersama emas sebagai pelindung ketakutan, tapi kemudian bisa naik-turun tajam karena permintaan industri sangat berpengaruh. Maka perak jadi penguat volatilitas, bukan sepenuhnya aset safe haven.
Minyak dan Energi
Jika konflik mengancam jalur pasokan, energi akan menjadi poros utama ekonomi makro. Harga minyak yang melonjak dapat langsung mengubah ekspektasi inflasi.
Hal ini memaksa bank sentral untuk memilih antara pertumbuhan ekonomi atau pengendalian inflasi. Keputusan ini nantinya akan mempengaruhi seluruh pasar.
Bitcoin di Perang Dunia: Bull atau Bear?
Bitcoin tidak mempunyai satu identitas dalam perang. Bitcoin punya dua identitas, dan keduanya saling bertentangan:
Liquidity-risk Bitcoin: berperilaku seperti aset teknologi dengan beta tinggi saat terjadi deleveraging.
Portability Bitcoin: berperilaku sebagai aset tanpa batas dan tahan sensor ketika kontrol modal serta tekanan mata uang meningkat.
Jenis yang mendominasi tergantung pada fase yang sedang berlangsung.
Phase 1: Shock Week
Ini adalah fase penjualan paksa. Investor mengumpulkan dana tunai. Divisi risiko memangkas leverage. Korelasi melonjak.
Pada fase ini, Bitcoin biasanya bergerak mengikuti risiko likuiditas. Bitcoin dapat jatuh bersama saham, terutama jika posisi derivatif terlalu penuh atau jika likuiditas stablecoin menipis.
Emas biasanya menjadi pilihan aman pertama. Dolar AS sering menguat. Selisih kredit melebar.
Phase 2: Upaya Stabilitas
Pada tahap ini, pasar tidak lagi bertanya “apa yang baru saja terjadi?” melainkan mulai bertanya “kebijakan selanjutnya apa?”
Inilah titik di mana Bitcoin bisa bergerak berbeda arah.
Jika bank sentral dan pemerintah merespons dengan dukungan likuiditas, penopang, atau stimulus, Bitcoin sering reli bersama aset berisiko.
Jika pembuat kebijakan memperketat kontrol—pada modal, sistem perbankan, atau jalan masuk aset kripto—reli Bitcoin bisa menjadi tidak merata, dengan volatilitas tinggi dan fragmentasi antar wilayah.
Fase 3: Konflik Berkepanjangan
Pada titik ini, konflik berubah menjadi rezim makro. Di sini, performa Bitcoin tergantung pada empat faktor berikut:
Likuiditas dolar: kondisi USD yang ketat membebani Bitcoin. Kondisi yang lebih longgar mendukungnya.
Imbal hasil riil: kenaikan imbal hasil riil menekan Bitcoin dan emas. Penurunan imbal hasil riil mendukung keduanya.
Kontrol modal dan sanksi: meningkatkan permintaan untuk portabilitas, tapi juga bisa membatasi akses.
Keandalan infrastruktur: Bitcoin butuh listrik, internet, dan sistem exchange yang berjalan.
Di tahap inilah konsep “Bitcoin sebagai emas digital” bisa muncul, tapi tidak dijamin terjadi. Syaratnya adalah jalur transaksi tetap bisa digunakan dan kebijakan tidak membatasi akses.
Berikut adalah tabel stres yang disederhanakan dan bisa benar-benar digunakan oleh pembaca. Tabel ini merangkum ekspektasi arah di tiga fase untuk dua skenario ala Perang Dunia III: yang dipimpin Eropa dan yang dipimpin Taiwan.
Keterangan: ↑ sangat positif, ↑ positif, ↔ campuran, ↓ negatif, ↓↓ sangat negatif
Poin penting yang harus diingat, meskipun kurang nyaman tapi bermanfaat: Jendela terburuk untuk Bitcoin adalah jendela pertama. Jendela terbaiknya biasanya datang belakangan—selama kebijakan dan jalur transaksi memungkinkan.
Apa yang Paling Mungkin Menentukan Hasil Akhir Bitcoin
Rezim “Real Yield”
Biasanya Bitcoin melemah ketika imbal hasil riil naik dan likuiditas USD mengetat. Perang bisa mendorong imbal hasil turun (karena ketakutan resesi, pelonggaran) atau malah naik (karena lonjakan inflasi, tekanan fiskal).
Siapa yang menang di antara dua kondisi itu lebih berpengaruh dibandingkan berita utama di media.
Masalah Rails
Bagi sebagian pihak, Bitcoin bisa menjadi bernilai, namun sekaligus sulit diakses.
Jika pemerintah memperketat akses exchange, jalur perbankan, atau jalur penukaran stablecoin, Bitcoin bisa jadi makin volatil, bukan makin stabil.
Jaringan tetap bisa berjalan, meskipun individu sulit mengalirkan dana melewati titik-titik kendali yang diatur regulator.
Capital Controls dan Tekanan Mata Uang
Di lingkungan inilah portabilitas Bitcoin menjadi lebih dari sekadar slogan.
Jika konflik memperluas sanksi, membatasi transfer lintas negara, atau menggoyang stabilitas mata uang lokal, permintaan nilai yang bisa dipindahkan pasti meningkat. Hal tersebut mendukung narasi Bitcoin untuk jangka menengah, meski minggu pertama terlihat suram.
Energy Shock dan Growth Shock
Kenaikan harga minyak dengan inflasi yang menetap bisa menjadi tekanan untuk aset berisiko. Sementara itu, guncangan ekonomi dengan pelonggaran agresif justru bisa memberi dukungan.
Kedua dampak tadi bisa terjadi akibat perang. Pasar akan menentukan harga berdasarkan jalur ekonomi makro, bukan pada narasi moral.
Struktur Prediksi yang Sederhana
Alih-alih bertanya “Apakah Bitcoin akan reli atau dump di Perang Dunia III?”, sebaiknya ajukan tiga pertanyaan berurutan berikut:
Apakah ada kejadian mengejutkan yang memaksa deleveraging? Jika iya, biasanya Bitcoin akan turun duluan.
Apakah kebijakan merespons dengan likuiditas dan penopang? Jika iya, Bitcoin biasanya akan pulih lebih cepat dibandingkan banyak aset tradisional.
Apakah kontrol modal dan sanksi diperluas sementara jalur transaksi tetap bisa dipakai? Jika iya, premi portabilitas Bitcoin bisa meningkat seiring waktu.
Kerangka ini menjelaskan mengapa Bitcoin bisa anjlok tajam di hari pertama, tapi pada bulan keenam tetap terlihat tangguh.
Kesimpulan Utama
Jika terjadi Perang Dunia III atau guncangan eskalasi geopolitik besar, kemungkinan besar Bitcoin terkena dampak lebih dulu. Itulah yang terjadi saat ada krisis likuiditas. Tapi, pertanyaan yang lebih penting adalah apa yang terjadi setelah itu.
Kinerja Bitcoin dalam jangka menengah saat terjadi konflik geopolitik besar bergantung pada apakah dunia akan beralih ke rezim uang yang lebih longgar, pengawasan lebih ketat, dan keuangan yang lebih terpecah-belah.
Rezim seperti ini bisa memperkuat alasan untuk memiliki aset yang mudah dibawa dan jumlahnya langka—meskipun aset itu tetap memiliki volatilitas tinggi.
Bila pembaca ingin mengambil satu kalimat penting: Bitcoin mungkin tidak berfungsi sebagai “emas digital” di awal perang, tapi bisa jadi harganya bergerak seperti emas digital jika konflik berlangsung lama.
XRP Menarik Pembelian Saat Harga Koreksi Terdalam 4 Bulan, Turun 15% dalam Seminggu
XRP mengalami penurunan tajam sejak mencetak puncaknya pada 6 Januari, turun hampir 15% hanya dalam enam hari. Berbagai level support sudah ditembus, dan momentum masih lemah. Tapi di balik aksi jual ini, ada sesuatu yang tidak biasa terjadi. Pembeli dengan keyakinan tinggi mulai masuk dengan kecepatan yang belum pernah terlihat sejak 7 September.
Zona harga utama XRP masih bertahan, dan permintaan diam-diam mulai terbentuk di tengah tekanan. Ini menciptakan divergensi langka antara pergerakan harga dan perilaku di blockchain.
Freefall XRP Bergantung pada Satu Garis Tren Kunci
Aksi jual makin cepat setelah XRP gagal merebut kembali EMA 200-hari saat puncak 6 Januari. EMA, atau exponential moving average, memberikan bobot lebih kepada harga terbaru dan sering trader gunakan untuk menilai kekuatan tren jangka pendek dan jangka panjang. Ketika harga berada di bawah EMA kunci, biasanya penjual tetap berkuasa.
Dari puncaknya, XRP pertama kali kehilangan EMA 100-hari, lalu EMA 50-hari. Sekarang harga berada di sekitar EMA 20-hari yang menjadi support tren jangka pendek terakhir.
Level ini penting karena sering menjadi pembeda antara koreksi yang masih terkendali dengan penurunan lebih dalam.
Support Utama XRP | Sumber: TradingView
Ingin dapatkan insight token lainnya seperti ini? Daftar Newsletter Harian Crypto Editor Harsh Notariya di sini.
Kondisi serupa juga terjadi di awal Desember. Ketika XRP kehilangan EMA 20-hari pada 4 Desember, harga turun sekitar 15% dalam beberapa hari setelahnya. Sejarah itulah yang membuat level saat ini sangat krusial.
Jika harga tetap bertahan, struktur masih terjaga, tapi jika benar-benar jebol (penutupan harian di bawah), risiko freefall bisa semakin dalam.
Aksi Beli Saat Koreksi Terkuat Sejak September — Namun dari Holder Tertentu
Meski secara teknikal ada kerusakan, aksi beli saat harga turun oleh investor jangka panjang, atau buyer dengan keyakinan tinggi, justru ikut meningkat.
Hal ini terlihat pada perubahan posisi bersih HODLer, yaitu metrik yang memantau apakah wallet jangka panjang menambah atau mengurangi saldo koin. Jika nilainya positif, artinya holder akumulasi. Jika negatif, mereka mulai melepas.
Akumulasi terkuat datang dari holder berkeyakinan, bukan kelompok whale besar secara umum. Perubahan posisi bersih HODLer menunjukkan wallet menambah sekitar 62 juta XRP pada 9 Januari, lalu hampir empat kali lipat jumlah itu di dua hari berikutnya.
Pada 10 dan 11 Januari, holder menyerap sekitar 239 juta XRP dan 243 juta XRP, walaupun harga terus turun. Aksi ini merupakan aksi beli saat turun terkuat selama dua hari berturut-turut sejak 7 September.
HODLer Beli dalam Jumlah Besar | Sumber: Glassnode
Berbeda dengan itu, whale justru tetap berhati-hati. Hanya whale kecil yang punya antara 1 juta hingga 10 juta XRP yang aktif. Saldo gabungan mereka naik dari 3,52 miliar menjadi 3,53 miliar XRP atau bertambah sekitar 10 juta XRP. Dengan harga saat ini, itu setara dengan sekitar US$20,5 juta untuk aksi beli.
Ini bukan akumulasi secara luas, melainkan aksi beli yang terarah dan defensif. Whale kecil masuk di dekat level kunci, sedangkan pemain besar masih banyak yang menunggu. Ketidakseimbangan inilah yang menjelaskan mengapa XRP memang mendapat support namun tetap kesulitan untuk memulai reli yang kuat.
Klaster Supply dan Level Harga XRP Jelaskan Keyakinan
Keyakinan tadi sangat berhubungan dengan struktur cost-basis XRP.
Klaster suplai terbentuk di mana banyak koin pernah dibeli pada harga serupa sebelumnya. Zona-zona ini sering jadi area pertahanan, karena holder yang posisinya dekat break-even cenderung membeli lagi saat harga turun untuk melindungi posisinya, bukan menjual rugi.
Ada dua klaster suplai besar yang posisinya tepat di bawah harga saat ini. Klaster pertama ada di antara US$2,00 dan US$2,01, di mana sekitar 1,9 miliar XRP pernah diakumulasi.
Klaster Kuat Pertama | Sumber: Glassnode
Klaster kedua ada di antara US$1,96 dan US$1,97, dengan 1,8 miliar XRP lainnya dibeli di area tersebut. Level-level inilah yang membuat tekanan jual melambat walau momentum masih lemah.
Klaster Utama XRP | Sumber: Glassnode
Selama klaster ini masih bertahan, harga XRP bisa membentuk lower wick panjang dan mencoba untuk stabil. Jika harga berhasil kembali di atas exponential moving average (EMA) 20 hari di sekitar US$2,04, itu menjadi sinyal awal bahwa pertahanan ini mulai berjalan.
Untuk naik, XRP harus kembali ke US$2,21 lalu ke US$2,41, yaitu puncak harga pada 6 Januari. Jika harga menembus US$2,41, maka target berikutnya ada di US$2,69 dan struktur harga kembali bullish.
Analisis Harga XRP | Sumber: TradingView
Risiko penurunan masih ada. Jika harga turun bersih di bawah US$2,01, maka harga bisa menuju US$1,97 (klaster supply berikutnya), lalu ke US$1,77. Perhatikan juga klaster supply on-chain yang memiliki garis support aktif di grafik harga XRP.
Keyakinan XRP bukan berasal dari momentum atau aktivitas crypto whale besar, melainkan dari struktur. Garis tren 20 hari belum benar-benar ditembus, dan klaster supply yang rapat berada tepat di bawah harga saat ini. Selama kedua faktor ini masih kuat, pembeli saat harga turun tetap siap masuk pasar.
Prospek Jangka Pendek MicroStrategy Bergantung pada Level Harga Bitcoin Ini
Strategy (sebelumnya MicroStrategy) mengumumkan pada hari Senin bahwa mereka telah menghabiskan US$1,25 miliar untuk membeli 13.627 Bitcoin, yang menjadi pembelian terbesar dalam 6 bulan terakhir. Dengan beberapa pembelian terakhir terkonsentrasi di zona US$88.000 dan US$92.000, rentang harga ini semakin dianggap sebagai zona support psikologis penting bagi sentimen investor.
Jika Bitcoin turun dan berhasil menembus rentang harga tersebut, MSTR akan menghadapi risiko penurunan harga lebih besar dalam waktu dekat karena sentimen investor melemah dan valuasi premium mereka menurun.
Pola Pembelian Tetapkan Tolok Ukur Pasar untuk MSTR?
Setelah pembelian terbaru MicroStrategy, cadangan Bitcoin mereka kini meningkat menjadi 687.410 BTC. Setelah pengumuman ini, harga saham perusahaan secara umum tetap stabil. Pada waktu publikasi, MSTR diperdagangkan di kisaran US$162.
Sejak bulan Desember, Strategy sudah melakukan tujuh kali pembelian Bitcoin secara terpisah. Rata-rata biaya per Bitcoin sedikit bervariasi di setiap pembelian, yaitu berkisar dari harga terendah US$88.210 hingga tertinggi US$92.098.
Pembelian Bitcoin Terbaru dari Strategy | Sumber: Strategy.
Pembelian berkali-kali di kisaran harga yang sama ini menciptakan acuan baru bagi trader. Variasi harga yang terbatas pun menjadi tolok ukur untuk pembelian di masa depan.
Jadi, investor kemungkinan akan terus memperhatikan apakah Strategy masih akan membeli lagi di kisaran harga ini. Jika harga benar-benar menembus di bawah rentang tersebut, sentimen investor bisa tertekan dan saham MSTR berpotensi tetap volatil dalam waktu dekat.
Premium Compression Uji Keyakinan Investor
Harga saham Strategy sering kali lebih volatil mengikuti pergerakan Bitcoin sebab investor menganggap saham ini sebagai proxy leverage untuk eksposur BTC, bukan sekadar bisnis perangkat lunak biasa. Cara pendanaan perusahaan semakin memperkuat persepsi tersebut.
Harga Saham MSTR Naik Hari Ini Setelah Pembelian Bitcoin Terbesar Sejak Juli 2025 | Sumber: Google Finance
Strategy masih terus mengandalkan penerbitan sekuritas untuk mendanai akumulasi Bitcoin tambahan. Metode ini berjalan lancar jika harga saham diperdagangkan di atas harga wajarnya. tapi, akan semakin menantang jika premium tersebut mengecil.
Sebelumnya, perusahaan juga pernah melakukan pembelian Bitcoin dengan harga di bawah batas bawah US$88.000 yang sekarang sering jadi patokan. Meski penurunan harga di bawah zona ini tidak serta-merta memaksa Strategy menjual sebagian kepemilikannya, hal ini bisa mengubah narasi pasar.
Para pemegang saham bisa mulai memandang aksi akumulasi terbaru bukan sebagai strategi jangka panjang yang disiplin tetapi jadi terlihat seperti aksi beli di area yang dinilai trader sebagai level yang berat untuk ditembus Bitcoin. Pada akhirnya, hal ini bisa menekan sentimen pasar dan menurunkan premium saham dibandingkan jumlah Bitcoin yang dimiliki perusahaan.
Premium tersebut menjadi penting karena memengaruhi cara investor menilai potensi risiko dilusi saham di masa depan.
Jika performa MSTR lebih lemah daripada Bitcoin, maka aksi penggalangan modal berikutnya bisa kurang menarik bagi pemegang saham lama. Dalam skenario ini, pasar akan mempertimbangkan ulang kecepatan program pembelian Strategy dan seberapa sensitif kebijakan mereka terhadap harga Bitcoin.
Dalam praktiknya, situasi seperti ini bisa memicu fluktuasi harga MSTR yang lebih tajam. Risiko tertinggi terjadi ketika Bitcoin menguji harga terendah terbaru atau menembus level teknikal penting yang sering jadi perhatian.
Machi Big Brother Kembali Dengan Taruhan Ethereum Terbesarnya
Machi Big Brother telah kembali ke pasar Ethereum dengan salah satu aksi trading paling agresifnya. Pada 12 Januari, crypto whale papan atas ini kembali membuka long ETH dengan leverage senilai US$34 juta di Hyperliquid.
Posisi tersebut langsung berbalik arah dan membuat trade rugi sekitar US$325.000 hanya dalam beberapa jam. Namun, situasi besarnya terlihat lebih buruk. Kini, akun Hyperliquid miliknya mencatat kerugian kumulatif sebesar US$22,5 juta dan lebih dari US$67 juta di bawah ekuitas puncaknya, menurut pelacakan on-chain.
Pola Keyakinan dengan Leverage Tinggi
Ini menjadi re-entry besar pertama Machi sejak serangkaian likuidasi paksa pada bulan Desember yang menghapus beberapa posisi long Ethereum miliknya.
Machi Big Brother adalah nama samaran crypto dari Jeffrey (Jeff) Huang, seorang trader papan atas, whale on-chain, dan sosok kontroversial di komunitas aset kripto.
Taruhan terbaru Machi ini melanjutkan bulan-bulan pengambilan risiko ekstrem. Pada November dan Desember, ia membangun posisi long ETH besar mulai dari US$20 juta hingga lebih dari US$25 juta dalam eksposur nosional, dan sering kali menggunakan leverage 15x hingga 25x.
Semua posisi itu ambruk saat ETH mengalami koreksi dari area US$3.300.
Harga Ethereum Berada di Level Kritis
Timing Machi datang ketika Ethereum sedang diperdagangkan di zona yang rapuh.
Saat ini, ETH bergerak di kisaran US$3.000–US$3.100, setelah gagal breakout resistance di sekitar US$3.300 pada awal bulan ini.
Dalam beberapa minggu terakhir, pergerakan harga cenderung sideways karena arus keluar ETF dan ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed yang mulai memudar menekan pasar kripto.
Pada saat bersamaan, pasokan ETH di exchange tetap berada di level terendah dalam beberapa tahun, dan staking terus mengunci jumlah koin yang besar.
Hal ini menciptakan struktur pasar yang ketat, sehingga pergerakan tajam dapat terjadi dengan cepat ke dua arah.
Meski begitu, sentimen masih bersifat hati-hati. Funding rate Futures sempat negatif, dan data on-chain menunjukkan para trader lebih memilih hedging daripada membangun posisi long baru.
Apa yang Sebenarnya Dipertaruhkan Machi
Posisi baru Machi menandakan taruhan dengan keyakinan tinggi bahwa Ethereum akan bertahan di atas US$3.000 dan rebound ke zona US$3.300–US$3.500.
Namun, penggunaan leverage-nya membuat ruang gerak sangat tipis. Dengan dana kurang dari US$2 juta untuk mendukung posisi US$34 juta, penurunan ETH beberapa persen saja bisa memicu likuidasi lagi.
Bagi pasar, trading-nya tidak terlalu menjadi sinyal bullish, melainkan lebih sebagai ujian ketahanan harga Ethereum saat ini.
Bitcoin Nằm Trong Giai Đoạn Thiết Lập Lại Giữa Chu Kỳ Khi Dữ Liệu On-Chain Bắt Đầu Ổn Định
Trong tháng qua, các nhà phân tích ngày càng nhiều đặt Bitcoin vào thị trường gấu đang diễn ra. Nhưng năm dữ liệu quan trọng cho thấy rằng thị trường thực sự đang trải qua giai đoạn thiết lập lại giữa chu kỳ sau đợt tăng giá mạnh lên mức cao kỷ lục vào cuối năm 2025.
Dữ liệu on-chain và ETF hiện tại cho thấy làn sóng bán đã bắt đầu mất sức mạnh. Thay vì các nhà đầu tư dài hạn rời khỏi thị trường, dữ liệu cho thấy các nhà mua vào muộn bắt đầu bị loại bỏ, trong khi các nhà nắm giữ mạnh lại hấp thụ nguồn cung tài sản.
Setelah Golden Globes, Akurasi Polymarket yang Hampir Sempurna Bikin Banyak Orang Heran
Pengguna Polymarket memasang 27 taruhan pada hasil Golden Globe Awards, dengan 26 di antaranya ternyata benar. Seiring meningkatnya popularitas prediction market terdepan ini, kekhawatiran mengenai insider trading pun ikut meningkat.
Kemitraan antara Polymarket dan Golden Globes juga menimbulkan pertanyaan apakah hal ini akan menjadi hal yang biasa untuk acara penghargaan di masa mendatang.
Polymarket Catat Tingkat Keberhasilan Golden Globes 96%
Pada hari Jumat, Golden Globes mengumumkan dalam siaran pers bahwa mereka telah bermitra dengan prediction market terbesar di dunia untuk acara penghargaan tahunan tersebut.
Di hari yang sama, Polymarket membuat 28 polling khusus Golden Globe, dengan 27 di antaranya hanya berfokus pada hasil dari berbagai kategori yang dipertaruhkan.
Dalam tiga hari saja, jutaan pengguna membanjiri platform untuk memasang taruhan siapa pemenang tahun ini. Poling mulai dari kategori Best Motion Picture hingga Best Podcast, dengan beberapa volume perdagangan melebihi US$275.000. Secara keseluruhan, kontrak mengumpulkan paling tidak US$2,5 juta dalam bentuk taruhan.
Polymarket mengalami lonjakan polling terkait Golden Globe menjelang acara penghargaan | Sumber: Polymarket.
Pada hari Minggu, acara penghargaan berjalan sesuai prediksi. Di akhir malam, bukan hanya para pemenang di atas panggung yang membawa pulang trofi.
Bettor Polymarket juga ikut bersuka cita, sebab platform ini berhasil memprediksi 26 dari 27 kategori dengan tingkat keberhasilan 96%.
Satu-satunya bettor yang menanggung kecewa adalah mereka yang bertaruh pada Sean Penn sebagai aktor pendukung terbaik, bukannya Stellan Skarsgard yang akhirnya menang berkat perannya di Sentimental Value.
Kemitraan dadakan di menit-menit terakhir ini mengejutkan banyak pengamat. Apalagi, hasilnya memunculkan kembali perhatian pada kekhawatiran seputar potensi insider trading di platform yang regulasinya minim ini.
Pertanyaan Trust Semakin Banyak di Sekitar Kontrak Event
Meski tahun 2026 baru berjalan dua minggu, rangkaian peristiwa terkait polling prediction market sudah mengundang banyak perhatian.
Pada hari Rabu, polemik muncul dari ruang pers Gedung Putih setelah Sekretaris Karoline Leavitt menutup sesi briefing hariannya di menit ke-64 lewat 30 detik, hanya selisih sedikit dari ambang 65 menit yang dijadikan batas taruhan oleh prediction market Kalshi.
Pada saat itu, pasar menunjukkan 98% probabilitas bahwa briefing akan lebih dari 65 menit. Trader yang bertaruh melawan hasil tersebut memperoleh imbal hasil hingga 50 kali lipat dalam hitungan detik.
Kejadian itu langsung memunculkan kekhawatiran tentang potensi insider trading. Tapi, Kalshi kemudian menepis tudingan ini karena volume perdagangan polling tersebut tergolong kecil.
Meski begitu, kekhawatiran semacam ini punya contoh nyata yang sulit diabaikan.
Pada 3 Januari, hanya beberapa jam sebelum AS mengumumkan penangkapan dan ekstradisi Nicolás Maduro dari Venezuela, seorang trader Polymarket meraih lebih dari US$400.000 lewat taruhan bahwa Maduro akan lengser sebelum bulan berakhir.
Polymarket juga menarik dana dari kalangan politik. Menurut Axios, pada 2025, perusahaan ini mengumumkan telah memperoleh investasi dari 1789 Capital, venture firm yang berkaitan dengan Donald Trump Jr. yang juga bergabung dalam jajaran dewan penasihatnya.
Serangkaian kejadian ini pun ikut menyoroti hubungan yang semakin erat antara dunia kripto dan prediction market.
Arus Kripto Naik dengan Volume Taruhan
Polymarket sangat terhubung dengan teknologi on-chain. Pengguna bisa mentransfer dana lintas beberapa jaringan, termasuk Ethereum, Polygon, Base, dan Arbitrum, serta bisa menyetor aset seperti USDT dan USDC.
Ketika aktivitas taruhan meningkat, permintaan stablecoin pun nampaknya akan ikut naik, sehingga stablecoin semakin banyak digunakan dalam taruhan penghargaan.
Dengan Oscar sekitar dua bulan lagi, hasil Golden Globes memunculkan pertanyaan apakah prediction market yang seakurat ini akan jadi tren baru di acara penghargaan lain ke depannya.
Hingga sekarang, Academy Awards belum mengumumkan kemitraan serupa. Sekalipun demikian, Polymarket sudah mencantumkan polling terkait hasil kategori.
Dari 22 poling yang saat ini tersedia, volume perdagangan berkisar antara US$112.000 hingga US$8 juta.
3 Altcoin yang Berpotensi Capai All-Time High di Minggu Kedua Januari 2026
Pasar aset kripto mulai menunjukkan tanda-tanda awal rotasi setelah awal tahun yang penuh gejolak. Sementara beberapa aset masih bergerak dalam rentang harga yang sempit, beberapa setup terpilih sedang menguat secara perlahan di bawah level resistance kunci. Dalam konteks ini, BeInCrypto telah mengidentifikasi altcoin yang bisa saja mencetak all-time high jika momentum terus terbangun.
Setiap setup ini menggabungkan struktur harga yang kuat, pemicu kenaikan yang jelas, dan level invalidasi yang sudah terdefinisi dengan baik untuk diperhatikan secara seksama minggu ini.
Monero (XMR)
Monero muncul sebagai salah satu altcoin yang bisa mencetak all-time high minggu ini, didukung oleh rotasi modal dan gejolak di ranah aset kripto privasi lainnya. XMR naik hampir 18% dalam 24 jam terakhir dan lebih dari 35% selama tujuh hari terakhir, dengan arus masuk yang makin deras setelah kegaduhan di sekitar Zcash mengalihkan perhatian ke Monero.
Saat ini, harga XMR diperdagangkan tepat di bawah all-time high sebelumnya, dekat US$598, sehingga XMR berada di wilayah breakout. Reli terbaru diawali oleh breakout pola ascending channel pada 11 Januari, yang mendorong momentum secara tajam ke atas. Penjual memang sempat masuk di dekat puncak sebelumnya, meninggalkan ekor atas yang panjang, tapi struktur secara keseluruhan tetap utuh dan tidak batal.
Ada sinyal kehati-hatian jangka pendek di balik permukaan. On-Balance Volume (OBV), indikator yang memantau tekanan beli dan jual, menunjukkan divergensi bearish. Walaupun harga XMR terus naik, OBV membentuk lower high dari 9 November hingga 12 Januari (masih berkembang sekarang). Ini menandakan dukungan volume sudah melemah, sehingga aksi harga memasuki zona all-time high mengalami resistance.
OBV Monero Terasa Melemah | Sumber: TradingView
Ingin insight token seperti ini? Daftarkan diri untuk Newsletter Harian Crypto dari Editor Harsh Notariya di sini.
Meskipun begitu, struktur bullish masih tetap valid. Jika Monero mampu menembus US$592–US$598 dengan kuat maka peluang menuju US$658 akan terbuka, dengan target lanjutan di kisaran US$704, yang berarti potensi kenaikan sekitar 21% dari level saat ini jika momentum dan sentimen privasi bertahan.
Analisis Harga Monero | Sumber: TradingView
Level invalidasi sangat jelas. Jika Monero turun di bawah US$523, yang juga merupakan level Fibonacci 0,618 yang biasanya kuat, maka asumsi breakout akan gugur. Hal ini dapat membawa harga melakukan koreksi lebih dalam ke US$480, dan mungkin saja lanjut ke US$411 jika kondisi pasar secara umum makin melemah.
Canton (CC)
Canton juga masuk di daftar coin yang bisa cetak all-time high, didorong oleh struktur harga yang bersih. Token ini naik sekitar 11% dalam 24 jam terakhir dan kini diperdagangkan sekitar 17% di bawah all-time high sebelumnya, sehingga masih berada dalam zona breakout.
Yang jadi sorotan adalah struktur grafik harian. Canton terus membentuk pola bull flag, yaitu pola kelanjutan tren yang biasa muncul setelah harga naik tajam. Bull flag ini berhasil breakout ke atas pada 11 Januari, yang menyebabkan lonjakan tajam dalam sesi terakhir. Secara historis, pola ini kerap menjadi pijakan kelanjutan tren naik.
Konteks juga sangat penting. Flag tersebut muncul setelah lonjakan hampir 200% yang mendorong Canton ke fase price discovery di awal siklus ini. Setelah itu terjadi konsolidasi—memasukkan harga ke zona flag—bukan distribusi. Inilah yang membedakan usaha breakout sekarang dengan reli di penghujung tren.
Analisis Harga Canton | Sumber: TradingView
Untuk melanjutkan kenaikan, rintangan utama pertama ada di sekitar US$0,177 yang sangat dekat dengan all-time high sebelumnya. Jika bisa menutup harian secara bersih di atas level ini, Canton akan kembali masuk ke skenario price discovery. Jika momentum tetap ada, zona US$0,197 (ekstensi Fibonacci 0,618) akan menjadi target berikutnya. Lebih lanjut lagi, proyeksi secara luas mengarah ke area US$0,243.
Level invalidasi juga sudah sangat tegas. Jika Canton menembus ke bawah US$0,124 maka pembeli harus mempertahankan area US$0,112 dengan agresif. Break down di bawah area ini akan membatalkan struktur bull flag sekaligus melemahkan tesis all-time high.
Rain (RAIN)
Rain melengkapi daftar altcoin yang kemungkinan besar bisa cetak all-time high dalam waktu dekat. Token ini diperdagangkan sekitar 5,6% di bawah all-time high dan turun sekitar 1% dalam 24 jam terakhir. Meski sempat jeda naik, performa tujuh hari masih positif sekitar 10%, menandakan struktur secara keseluruhan tetap konstruktif.
Setup saat ini bermula dari breakout pola inverse head-and-shoulders pada 6 Januari. Breakout itu membawa Rain ke price discovery, dengan rekor all-time high baru mendekati US$0,010. Sejak saat itu, momentum mulai melandai. Harga naik-turun cukup tajam dan sempat turun ke US$0,0081, sebelum akhirnya kembali ke area US$0,0088.
Reclaim tersebut sangat penting. Ini menunjukkan bahwa pembeli masih mempertahankan struktur dan belum benar-benar keluar dari pasar. Tapi, pergerakan naik terhenti tepat di bawah US$0,0089, yang sebelumnya sudah pernah menolak harga naik. Level ini sekarang jadi hambatan utama pertama. Jika harga berhasil breakout bersih di atas US$0,0089, Rain bisa kembali menguji area US$0,010, yang merupakan level psikologis sekaligus all-time high. Jika level itu berubah jadi support, RAIN bisa lanjut naik menuju US$0,0114 jika kondisi pasar makin kuat.
Meski begitu, momentum tetap perlu konfirmasi. On-balance volume (OBV) memberi sinyal hati-hati. Di antara 4 Januari dan 11 Januari, harga memang naik tapi OBV malah turun, yang menandakan partisipasi mulai melemah atau profit taking terjadi di balik reli ini. Divergensi ini mengisyaratkan bahwa mungkin butuh konsolidasi dulu sebelum ada upaya breakout berikutnya.
Analisis Harga RAIN | Sumber: TradingView
Kalau Rain gagal bertahan di atas US$0,0081, level berikutnya yang harus dipertahankan bull ada di US$0,0078. Jika zona itu hilang, setup bullish continuation akan batal dan perhatian market bakal bergeser ke potensi konsolidasi yang lebih dalam.
Saat ini, Rain lebih terlihat seperti sedang reset, bukan penolakan. Struktur masih utuh, tapi volume harus kembali meningkat agar peluang menuju all-time high berikutnya bisa terbuka lebih besar.
3 Meme Coin yang Perlu Diperhatikan di Minggu Kedua Januari 2026
Pasar meme coin saat ini memberikan sinyal yang beragam. Walaupun kategori ini masih turun lebih dari 5% dalam sepekan terakhir, harga-harga justru naik sekitar 5% dalam 24 jam terakhir, yang menandakan adanya minat baru. Di tengah kondisi ini, ada tiga meme coin yang patut dicermati karena alasan yang sangat berbeda-beda.
Satu koin sedang naik meski terjadi penjualan dari whale, satu lagi mengalami akumulasi besar-besaran saat koreksi, sementara koin ketiga memperlihatkan lonjakan volume di sekitar momen teknikal penting yang berhasil direbut kembali.
Pump.fun (PUMP)
Di antara meme coin yang patut dipantau minggu ini, Pump.fun (PUMP) menonjol karena alasan yang berbeda. Saat banyak meme token kehilangan momentum, PUMP justru terus menunjukkan kekuatan relatif. Token ini naik sekitar 6% dalam 24 jam terakhir dan hampir 9% sepanjang tujuh hari terakhir, sehingga tetap masuk dalam daftar pantauan trader jangka pendek.
Catatan: Pump.fun sebenarnya bukan meme coin secara desain. Platform ini merupakan tempat peluncuran di mana meme coin dibuat dan diperdagangkan. PUMP dibahas di sini karena CoinGecko mengkategorikannya sebagai meme coin, dan pergerakannya baru-baru ini benar-benar berdampak bagi performa kategori tersebut minggu ini.
Fitur PUMP dalam Kategori Meme | Sumber: CoinGecko
Pergerakan harga menunjukkan Pump.fun sedang membentuk pola cup and handle, namun dengan catatan penting. Pola cup-nya menurun, bukan datar. Hal ini penting karena cup yang menurun sering menandakan keyakinan yang lebih lemah di balik pergerakan harga. Breakout dari struktur ini tetap mungkin terjadi, asalkan ada aksi beli lanjutan yang lebih kuat dari biasanya.
Analisis Harga PUMP | Sumber: TradingView
Kondisi keraguan ini terlihat pada perilaku whale. Dalam tujuh hari terakhir, wallet whale telah mengurangi kepemilikan sebesar 6,37%. Saldo whale kini berada di 12,02 miliar PUMP, artinya sekitar 820 juta token dijual selama periode harga naik tersebut. Dengan harga saat ini, distribusi ini setara sekitar US$2 juta.
Whale PUMP | Sumber: Nansen
Perbedaan ini sangat penting. Harga memang masih naik, tetapi holder besar justru menjual di tengah penguatan. Situasi ini tidak membatalkan potensi setup bullish, namun memang membuat konfirmasi breakout jadi lebih sulit.
Pada grafik, level US$0,0026 menjadi titik penting yang perlu diperhatikan. Jika harga ditutup harian di atas level tersebut, maka itu akan mengonfirmasi breakout neckline dan membuka peluang menuju US$0,0037, membawa PUMP ke target kenaikan 75% sesuai kedalaman pola cup. Sebaliknya, bila harga kehilangan US$0,0023, lalu US$0,0020, maka pola gagal dan kehati-hatian whale terbukti benar.
Pepe (PEPE)
Pepe tetap menjadi salah satu meme coin terkuat untuk diperhatikan minggu ini, meski strukturnya mengirim sinyal beragam. Token ini naik hampir 35% dalam 30 hari terakhir, menjadikannya salah satu altcoin top gainer di kategori meme coin. Tapi, Pepe turun sekitar 14,5% selama tujuh hari terakhir, menandakan kelemahan jangka pendek di tengah tren besar yang masih solid.
Yang paling menonjol adalah aksi whale selama masa koreksi ini. Sejak 7 Januari, wallet whale menambah kepemilikan dari 133,15 triliun PEPE menjadi 134,32 triliun, atau bertambah sekitar 1,17 triliun token. Dengan harga saat ini sekitar US$0,0000059, nilai akumulasi bersih ini setara kurang lebih US$6,9 juta. Pembelian ini terjadi ketika pasar meme coin secara umum turun lebih dari 5%, menandakan keyakinan selektif daripada aksi risk-on secara luas.
Whale PEPE | Sumber: Santiment
Ingin insight token seperti ini? Daftar Newsletter Kripto Harian Editor Harsh Notariya di sini.
Grafik harga memberikan gambaran mengapa whale mungkin sedang membangun posisi sejak awal. Pada grafik 12 jam, Pepe sedang diperdagangkan dengan kisaran sempit di antara EMA 20-periode dan EMA 200-periode. EMA, atau exponential moving average, memberikan bobot lebih besar pada harga terbaru dan membantu menentukan arah tren. Kedua EMA ini sedang mendekat (converging), sehingga peluang terjadinya bullish crossover semakin besar jika harga bisa bertahan.
Secara historis, reclaim EMA periode 20 memang berarti penting untuk Pepe. Terakhir kali terjadi reclaim secara konsisten, pada 1 Januari, harga Pepe reli hingga 74%. Jika terjadi penutupan 12 jam yang bersih di atas kedua EMA, Pepe bisa saja bergerak naik ke US$0,0000075, lalu US$0,0000085.
Analisis Harga PEPE | Sumber: TradingView
Tapi, kegagalan justru membawa risiko. Jika harga menutup 12 jam di bawah US$0,0000056, Pepe bisa terancam koreksi lebih dalam ke US$0,0000039.
Whale nampaknya sedang bertaruh pada pembentukan struktur sebelum konfirmasi muncul. Keputusan EMA berikutnya kemungkinan akan menentukan apakah keyakinan itu akan membuahkan hasil.
Floki (FLOKI)
Meme coin lain yang perlu diperhatikan minggu ini adalah Floki, yang tengah mendapat perhatian lebih walau menunjukkan pelemahan jangka pendek. Dalam tujuh hari terakhir, harga FLOKI turun sekitar 8%, tapi masih naik hampir 12% selama 30 hari terakhir. Ini menempatkannya pada posisi yang mirip dengan Pepe, di mana pelemahan sementara terjadi di tengah penguatan yang lebih luas.
Data minat memperkuat alasan ini. Pada awal Januari, Floki menduduki peringkat meme coin paling banyak diperdagangkan ketiga baik dari volume maupun jumlah trader unik, hanya kalah dari Pepe dan BabyDoge. Peningkatan aktivitas ini menandakan para trader cenderung berpindah fokus, bukan meninggalkan ruang meme coin.
Metrik FLOKI | Sumber: Dune
Grafik harga membantu menjelaskan alasannya. Pada grafik 12 jam, FLOKI telah berhasil reclaim exponential moving average (EMA) periode 20. Level ini sangat penting bagi Floki. Setiap kali berhasil reclaim selama sebulan terakhir, harga bergerak naik dengan cepat. Pada 1 Januari lalu, reclaim serupa memicu reli hingga 52%. Reclaim yang lebih kecil pada 8 Desember tetap menghasilkan lonjakan 11%.
Analisis Harga FLOKI | Sumber: TradingView
Kondisi reclaim kali ini pun cukup menarik. Selama harga bertahan di atas EMA periode 20, Floki bisa saja mencoba naik ke US$0,000053, lalu berlanjut ke US$0,0000619 jika momentum menguat. Ini sejalan dengan lonjakan minat trading belakangan ini.
Risikonya juga jelas. Jika Floki gagal bertahan di atas EMA, maka US$0,000050 menjadi fokus berikut. Jika level itu hilang, harga bisa jatuh lebih tajam ke US$0,000038, terutama bila volume ikut menurun.
Standard Chartered Bertaruh pada Siklus Berikutnya Ethereum | Berita Kripto AS
Selamat datang di US Crypto News Morning Briefing—rangkumkan esensial perkembangan terpenting di dunia aset kripto untuk hari ini.
Siapkan kopi untuk bacaan hari ini, karena Standard Chartered menyesuaikan struktur internalnya, berfokus pada cara menata eksposur risikonya, di mana menempatkan risiko, dan aset mana yang dianggap paling penting saat gelombang institusi berikutnya hadir.
Berita Kripto Hari Ini: Strategi Kripto Standard Chartered Bisa Kalahkan Aturan Modal Basel III
Rencana Standard Chartered untuk membangun prime brokerage kripto mungkin mengungkap lebih dari sekadar upaya baru di aset digital.
Dengan menempatkan inisiatif ini di bawah divisi ventura, SC Ventures, bank tersebut nampaknya sedang merancang jalur masuk ke pasar kripto institusi sekaligus menghindari salah satu hambatan terbesar di sektor ini: aturan modal Basel III yang memberatkan.
Merujuk pada sumber yang mengetahui persoalan ini, Bloomberg melaporkan bahwa bank yang berbasis di London tersebut sedang menjajaki layanan prime brokerage kripto, yang akan menyediakan pembiayaan, penyimpanan, dan layanan trading untuk klien institusi.
Bisnis ini diharapkan beroperasi di luar divisi inti corporate dan investment banking bank, dan akan dijalankan di bawah naungan SC Ventures. Keputusan struktur ini bisa memangkas beban modal yang biasanya melekat pada eksposur kripto.
Di bawah aturan Basel III yang difinalisasi akhir 2022 lalu, bank mendapat bobot risiko sebesar 1.250% untuk aset kripto “permissionless” seperti Bitcoin dan Ether.
Karena beban ini jauh lebih tinggi dibandingkan bobot 400% yang diterapkan untuk beberapa investasi modal ventura, aturan ini secara efektif membuat bank enggan menyimpan kripto di neraca mereka.
Dengan menempatkan aktivitas kripto lewat unit bergaya ventura, Standard Chartered mungkin bisa makin dekat ke skema yang minim beban modal namun tetap berada di jalur regulasi.
Langkah ini sejalan dengan strategi kripto bank yang lebih luas. Standard Chartered mendukung platform institusi, termasuk Zodia Custody dan Zodia Markets, serta menjadi bank global sistemik pertama yang menawarkan trading aset kripto spot kepada klien institusi tahun lalu.
SC Ventures juga telah mengumumkan proyek Project37C, joint venture aset digital yang digambarkan sebagai “platform pembiayaan ringan dan pasar” yang mencakup kustodi, tokenisasi, dan akses pasar.
Mengapa Ethereum Menjadi Andalan Outlook Institusional Standard Chartered
Pandangan riset bank ini memperkuat posisinya di ranah institusi. Dalam catatan terbarunya, Kepala Riset Aset Digital Standard Chartered, Geoff Kendrick, menyampaikan bahwa Ethereum semakin berpotensi mengungguli Bitcoin, meski performa BTC yang melemah di luar prediksi masih membebani pasar aset digital secara umum.
“ETH-BTC [akan] kembali menuju level tertinggi tahun 2021,” ujar Kendrick, sembari menekankan meski dominasi Bitcoin masih menekan hasil absolut di seluruh kripto, fundamental relatif Ethereum telah menguat.
Kendrick juga menyebut pembelian berkelanjutan oleh perusahaan treasury aset digital terbesar yang fokus pada Ethereum, dominasi Ethereum di stablecoin, aset dunia nyata, dan decentralized finance, serta kemajuan rencana peningkatan throughput layer-1 Ethereum hingga 10 kali lipat.
Kendrick menyoroti regulasi sebagai katalis potensial. Pengesahan US CLARITY Act yang akan menciptakan kerangka kerja lebih jelas bagi aset digital, bisa sangat menguntungkan Ethereum dengan membuka pengembangan DeFi lebih lanjut.
Walaupun Standard Chartered menurunkan proyeksi ETH-USD untuk 2026–2028 akibat lemahnya pasar secara umum, bank ini justru menaikkan ekspektasi jangka panjang, dan memperkirakan ETH bisa tembus US$40.000 pada akhir 2030.
“Meski kami kini lebih optimistis pada ETH dibanding BTC, kami menurunkan proyeksi ETH-USD untuk 2026-28 karena lemahnya BTC. Namun, kami menaikkan proyeksi ETH-USD untuk akhir 2029, dan kami melihat harga bisa mencapai US$40.000 pada akhir 2030,” papar Kendrick.
Jika digabungkan, strategi struktur pasar dan pandangan riset bank ini menunjukkan tesis institusi yang terintegrasi. Prime brokerage kini muncul sebagai lapisan penting dalam infrastruktur pasar kripto saat partisipasi institusi makin pesat.
Pendekatan Standard Chartered menonjolkan ketegangan yang terus tumbuh antara visi regulator dan kondisi pasar. Selagi regulator global masih memperdebatkan aturan modal kripto, para bank sudah mencari cara ikut serta tanpa menunggu perubahan aturan.
Jika berhasil, ekspansi Standard Chartered yang dipimpin SC Ventures bisa menjadi cetakan baru bagaimana bank global terlibat di sektor kripto, dengan diam-diam membentuk adopsi institusi lewat struktur yang cerdas.
Chart of the Day
10 Perusahaan Treasury Ethereum Teratas | Sumber: StrategicETHReserve.xyz Byte-Sized Alpha
Berikut adalah rangkuman berita kripto AS lainnya yang perlu kamu ikuti hari ini:
Emas mendekati US$5.000, dan Perak tembus US$80 — sedangkan dolar mulai kehilangan dominasinya di pasar.
Data inflasi AS menjadi salah satu dari 4 peristiwa ekonomi yang bisa mempengaruhi sentimen Bitcoin pekan ini.
Ethereum mengalami rebound — namun apakah jebakan 20% sedang terbentuk di bawah satu level penting?
Peter Brandt mengungkapkan bagaimana Monero (XMR) bisa membentuk “God Candle” seperti Perak.
Ketua The Fed menyebut perdebatan suku bunga sebagai latar belakang penyelidikan DOJ.
Seberapa realistis roadmap Ethereum Ossifiability dari Vitalik Buterin?
3 Altcoin Hadapi Risiko Likuidasi Tinggi di Pekan Kedua Januari
Pasar altcoin memasuki minggu kedua Januari dengan sinyal yang belum jelas. Beberapa token berhasil mencatatkan harga tertinggi baru sepanjang masa, sedangkan yang lain mulai pulih di tengah skeptisisme. Sebagian besar altcoin masih berjuang untuk bangkit setelah aksi jual besar yang terjadi pada Oktober tahun lalu.
Dalam situasi tersebut, tiga altcoin menghadapi risiko likuidasi besar karena para trader mungkin salah menilai permintaan pasar yang sebenarnya.
1. Solana (SOL)
Gelombang meme coin awal tahun 2026 memang tidak terlalu kuat, namun ini menunjukkan bahwa para trader mulai lebih terbuka terhadap risiko. Ekosistem Solana telah mencatatkan berbagai rekor baru. Volume DEX Pump.fun sudah menyentuh level tertinggi sepanjang masa. Jumlah meme token yang rilis setiap hari juga melonjak tajam.
Akhirnya, banyak trader tetap optimistis SOL akan naik sepanjang sisa Januari. Optimisme ini terlihat dalam data likuidasi, di mana potensi likuidasi kumulatif pada posisi long jauh lebih besar daripada posisi short.
Peta Likuidasi Exchange SOL | Sumber: Coinglass
Namun, bisa saja para trader terlalu melebih-lebihkan permintaan ini. Data Santiment menunjukkan bahwa jumlah wallet baru yang dibuat setiap minggu mencapai 30,2 juta pada November 2024. Sekarang, angka tersebut telah turun jadi 7,3 juta.
Pertumbuhan Jaringan Solana | Sumber: Santiment
Grafik tersebut memperlihatkan bahwa reli SOL sangat berkaitan erat dengan pertumbuhan wallet baru mingguan. Penurunan tajam pada metrik ini justru memperlemah dasar fundamental dari pemulihan harga di awal tahun.
“Solana telah melesat hingga US$144 ketika berupaya menembus resistance di US$145. Keberhasilannya sangat bergantung pada apakah pertumbuhan jaringan SOL bisa mulai naik lagi,” lapor Santiment dalam siaran mereka.
Laporan BeInCrypto terbaru juga menyinggung bahwa SOL mulai pulih berkat masuknya modal institusi ke dalam ekosistem. Namun, investor ritel masih belum banyak yang terlibat. Padahal, kelompok ini dulu selalu jadi penggerak reli SOL yang sangat tinggi.
Jika para trader long terus mengejar posisi tanpa perencanaan stop-loss yang ketat, mereka bisa menghadapi likuidasi hampir US$1 miliar. Situasi ini bisa terjadi bila SOL turun lagi ke area US$132 dalam minggu ini.
2. Monero (XMR)
Diskusi tentang Monero (XMR) di komunitas kripto semakin positif dibanding sebelumnya. Hari ini, XMR sukses menembus rekor harga tertinggi baru sepanjang sejarah. Sementara itu, pesaingnya yakni Zcash (ZEC) turun drastis seiring melemahnya kepercayaan pasar.
Peta panas likuidasi selama tujuh hari terakhir memperlihatkan bahwa potensi likuidasi kumulatif pada posisi long jauh lebih tinggi daripada posisi short. Para trader long XMR perlu tetap waspada minggu ini dengan dua alasan utama.
Peta Likuidasi Exchange XMR | Sumber: Coinglass
Pertama, XMR sudah menembus rekor tertinggi baru sekaligus menyentuh garis resistance kuat yang sudah bertahan sejak tahun 2018. Hal ini menimbulkan tekanan jual yang tinggi dari para holder yang sudah mengantongi keuntungan besar.
Garis Resistance pada Grafik Bulanan XMR | Sumber: TradingView
Kedua, data Coinglass menunjukkan Open Interest XMR melonjak hampir US$180 juta. Ini menjadi level tertinggi sepanjang sejarah.
Open Interest Futures XMR | Sumber: Coinglass
Para trader menambah modal dan leverage justru ketika XMR mencapai zona resistance utama. Perilaku seperti ini punya risiko yang sangat tinggi. Jika XMR turun ke US$454 minggu ini, para trader long bisa menghadapi likuidasi lebih dari US$20 juta.
3. Render (RENDER)
Render (RENDER) sudah naik lebih dari 90% sejak awal tahun ini. Data dari Artemis memperlihatkan bukan hanya RENDER, namun juga koin AI lainnya, berhasil membukukan kenaikan signifikan. Karena itulah, sektor AI jadi segmentasi aset kripto dengan performa terbaik sejauh ini tahun ini.
Performa Sektor Crypto | Sumber: Artemis
Investor sepertinya lebih memilih koin AI di awal 2026. Sentimen ini bisa membuka peluang bagi RENDER dan token AI lainnya untuk terus naik setelah mereka mencapai keseimbangan jangka pendek.
“Koin AI ini memang sedang bagus-bagusnya, dan mereka bahkan hampir tidak muncul di timeline belakangan ini. FET dan RENDER tampak menonjol. Beli spot dan menunggu kelihatan masuk akal, karena pergerakannya nampaknya belum selesai,” komentar Altcoin Sherpa Altcoin Sherpa.
Peta likuidasi tujuh hari untuk RENDER menunjukkan ekspektasi yang cukup seimbang antara posisi long dan short.
Jika koin AI tetap menarik lebih banyak modal minggu ini, para trader short RENDER berpotensi mengalami likuidasi hingga US$5,8 juta. Hal ini akan terjadi jika harga RENDER naik sampai US$2,93.
Panduan Global Bitpanda: Regulasi, Infrastruktur, dan Masa Depan Aset Kripto
Seiring industri aset digital global semakin matang, pembicaraan kini bergerak dari spekulasi menuju struktur, kepatuhan, dan infrastruktur jangka panjang. Hanya sedikit perusahaan yang mewujudkan transisi ini sejelas Bitpanda. Awalnya didirikan di Eropa, platform ini terus berkembang menjadi ekosistem investasi multi-aset yang sudah teregulasi dan kini semakin memperluas jangkauan globalnya.
Dalam sebuah diskusi baru-baru ini bersama Vishal Sacheendran, Wakil Presiden Strategi & Operasi Pasar Global di Bitpanda, ada satu tema yang selalu menonjol: regulasi tidak memperlambat pergerakan perusahaan—justru malah menjadi pendorong ekspansinya.
Regulasi sebagai Mesin Pertumbuhan, Bukan Hambatan
Bagi Bitpanda, regulasi bukan sekadar formalitas. Seperti dijelaskan oleh Sacheendran, “regulasi adalah fondasi ekspansi global kami, bukan penghalang.” Ia terang bahwa upaya mendapatkan MiCAR di Eropa, registrasi FCA di Inggris, dan persetujuan VARA di Dubai termasuk strategi yang memang direncanakan agar dapat membangun “model operasional yang konsisten di berbagai wilayah.”
Pemikiran yang mengutamakan regulasi ini langsung menghasilkan kepercayaan dari institusi. Menurut Sacheendran, “menjadi proaktif dan bergerak lebih awal dalam kepatuhan menciptakan keunggulan kepercayaan yang kuat di mata institusi.”
Bukannya menyesuaikan sistem di belakang dengan tuntutan regulasi yang terus berkembang, Bitpanda membangun infrastrukturnya untuk melampaui standar regulasi sejak awal—sehingga mereka bisa bergerak lebih gesit saat ada peluang di pasar baru.
Seperti yang ia sampaikan, “kami bisa memperluas ke pasar baru dengan cepat karena infrastruktur kami sudah memenuhi standar regulasi tertinggi.”
Mengapa Timur Tengah Penting
Ketika Bitpanda melihat ke luar Eropa, kawasan Timur Tengah dan Afrika Utara (MENA) kini menjadi fokus strategi utama. Sacheendran menyoroti bahwa “MENA memiliki salah satu populasi investor termuda dan bertumbuh paling cepat di dunia dengan permintaan tinggi akan aset digital.”
Kemajuan regulasi juga menjadi faktor penting lainnya. Ujar Sacheendran, “kawasan ini sedang mengembangkan kerangka regulasi yang jelas dan progresif, terutama di UEA,” sehingga tercipta lingkungan yang mendukung masuknya pasar secara patuh dan berkelanjutan.
Karena itu, strategi Bitpanda di regional ini berfokus pada kolaborasi, bukan disrupsi. “Strategi kami di sini menekankan kemitraan dengan bank, institusi, dan regulator untuk memastikan masuk pasar yang patuh,” ucapnya.
Sacheendran juga menyoroti perbedaan mencolok antar pasar. Sementara pertumbuhan di Eropa lebih banyak didorong oleh adopsi dari ritel, ia melihat bahwa “di Eropa adopsi didorong oleh ritel, di MENA institusi menjadi pelopornya, dan model kami cocok untuk kedua lingkungan itu.”
Pengalaman Investasi Terpadu dengan Aset Kripto di Inti
Saat ini, Bitpanda menawarkan lebih dari sekadar perdagangan kripto, mereka juga memberi pengguna akses ke saham, ETF, komoditas, dan logam mulia, semuanya melalui satu platform. Tapi Sacheendran menegaskan bahwa ekspansi tidak akan mengorbankan identitas inti perusahaan.
Diversifikasi, jelasnya, dijalankan dengan hati-hati berdasarkan “permintaan pengguna dan relevansi jangka panjang, fokus pada aset yang melengkapi kripto bukan menggantikannya.”
Tujuan utamanya, menurut Sacheendran, adalah membangun “pengalaman investasi terpadu yang menggabungkan kripto dan aset tradisional,” bukan menjadikan keduanya sebagai dunia yang terpisah. Pendekatan ini juga menentukan bagaimana produk baru dirancang dan dihadirkan. Ujarnya, “kami prioritaskan kelas aset yang bisa ditawarkan secara fraksional, 24 jam, dan dengan transparansi penuh.”
Meski produk di Bitpanda makin beragam, kripto tetap menjadi inti dari platform. “Kripto tetap menjadi pusat identitas kami, dan diversifikasi memperkuat posisi kami sebagai platform investasi modern,” imbuh Sacheendran.
Membangun Layer Infrastruktur untuk Institusi
Selain platform yang berhadapan langsung dengan konsumen, Bitpanda juga memperluas jangkauan institusionalnya melalui Bitpanda Technology Solutions (BTS). Ujar Sacheendran, “BTS sudah menjadi penggerak layanan aset digital untuk bank, fintech, dan neobank di Eropa dan MENA,” sehingga unit ini penting untuk membuka pintu masuk pasar yang teregulasi.
Ke depannya, BTS akan terus berkembang. Seperti diterangkan oleh Sacheendran, “langkah selanjutnya adalah integrasi lebih mendalam dengan custody, trading, tokenisasi, dan settlement sebagai infrastruktur modular,” sehingga institusi keuangan bisa mengadopsi aset digital tanpa membangun sistem dari nol.
Perkembangan ini sangat selaras dengan momentum regulasi di Eropa. “Saat bank mulai mengadopsi kripto teregulasi di bawah MiCAR, BTS berada di posisi yang tepat jadi solusi plug-and-play default mereka,” tutur dia.
Untuk menggambarkan ambisi besar ini, Sacheendran mengambil contoh masa awal cloud computing, dengan menjelaskan bahwa BTS bisa “berfungsi seperti infrastruktur penting layaknya penyedia cloud yang menopang internet secara luas.”
Stablecoin dan DeFi Teregulasi Menjadi Sorotan Utama
Salah satu bagian paling visioner dari roadmap Bitpanda ada pada persimpangan stablecoin dan decentralized finance. Melalui kemitraan dengan SG-FORGE, perusahaan menunjukkan bagaimana “stablecoin euro yang teregulasi bisa membuka berbagai use case institusional baru.”
Sacheendran menjelaskan bahwa “stablecoin kini menjadi jalur keuangan untuk penyelesaian transaksi cepat, pembayaran lintas negara, dan keuangan on-chain,” sedangkan “DeFi bergerak menuju model teregulasi dan institusional, termasuk pasar uang yang ditokenisasi dan agunan on-chain.”
Dalam konteks ini, Bitpanda punya tujuan untuk “memungkinkan akses inovasi ini dengan aman dan patuh bagi pengguna ritel maupun institusi, menjembatani keuangan tradisional dengan ekosistem on-chain”. terang Sacheendran.
Apa yang Akan Terjadi Selanjutnya untuk Bitpanda?
Jika melihat 18 hingga 24 bulan ke depan, Vishal Sacheendran memaparkan roadmap yang berfokus pada ekspansi global teregulasi dan pendalaman produk. Ia menekankan “ekspansi ke wilayah dengan kerangka regulasi jelas, termasuk APAC, LATAM, dan Timur Tengah,” menempatkan kepatuhan sebagai kunci pertumbuhan selanjutnya bagi Bitpanda.
Dari sisi produk, Sacheendran menunjuk pada “lini produk baru yang mencakup alat manajemen kekayaan canggih, lebih banyak aset yang ditokenisasi, dan integrasi lebih mendalam dengan saham serta ETF.”
Di saat yang sama, Bitpanda berencana mengembangkan Bitpanda Technology Solutions menjadi “lapisan infrastruktur global untuk institusi keuangan,” yang didukung “kemitraan strategis di bidang keuangan dan teknologi untuk mempercepat adopsi aset digital secara mainstream.”
Ketika industri aset digital melangkah ke fase baru, strategi Bitpanda menunjukkan bahwa pemenang bukan mereka yang bergerak paling cepat—namun mereka yang membangun dengan struktur, kredibilitas, dan visi jangka panjang.
Đợt tăng giá Monero 35% đối mặt với rủi ro thanh lý dài — Tuy nhiên, đó không phải là mối đe dọa duy nhất
Giá Monero tăng hơn 35% trong bảy ngày gần nhất, với đợt tăng mạnh chỉ trong 24 giờ qua. Động thái này đã đưa XMR lên mức cao nhất trong lịch sử mới khoảng 598 USD trước khi các nhà bán vào, khiến giá duy trì ở mức hơi dưới vùng xác định giá.
Mặc dù xu hướng này vẫn trông rất mạnh ở bề mặt, nhưng nhiều tín hiệu bên dưới cho thấy đợt tăng giá này có thể đang bước vào giai đoạn dễ tổn thương hơn. Câu hỏi lớn hiện nay là, Monero đang tích lũy trước khi tăng trở lại hay chính sự mất cân bằng ngày càng gia tăng phía sau màn hình sẽ khiến điều chỉnh mạnh hơn xảy ra?
Đăng nhập để khám phá thêm nội dung
Tìm hiểu tin tức mới nhất về tiền mã hóa
⚡️ Hãy tham gia những cuộc thảo luận mới nhất về tiền mã hóa
💬 Tương tác với những nhà sáng tạo mà bạn yêu thích