Drama di Balik Kursi Panas Jerome Powell: Tekanan Politik dan Ujian Inflasi Hari Ini
Di tengah hiruk-pikuk pasar keuangan global, nama Jerome Powell kembali menjadi sorotan utama. Sebagai Ketua Federal Reserve (Fed) Amerika Serikat, Powell bukan hanya penjaga kestabilan ekonomi terbesar di dunia, tapi kini juga menjadi target investigasi kriminal yang diluncurkan oleh Departemen Kehakiman AS (DOJ). Apa yang sebenarnya terjadi? Dan bagaimana ini terkait dengan rilis data Consumer Price Index (CPI) yang dijadwalkan hari ini, 13 Januari 2026? Mari kita kupas tuntas dalam cerita yang penuh intrik politik dan ketegangan ekonomi ini. Awal Mula Badai: Trump vs. Powell Semuanya bermula dari kritik pedas Presiden Donald Trump terhadap Powell. Trump, yang dikenal dengan gaya blak-blakannya, menyebut Powell sebagai "tidak kompeten" dan bahkan mengancam tuntutan hukum. Menurut laporan terbaru, Fed telah menerima panggilan grand jury dari DOJ, yang berpotensi berujung pada dakwaan pidana. Ini bukan sekadar omongan kosong—investigasi ini dilihat sebagai upaya Trump untuk memengaruhi kebijakan moneter Fed, terutama agar suku bunga diturunkan lebih cepat sesuai keinginannya. Bayangkan saja: Fed, yang seharusnya independen seperti benteng tak tergoyahkan, kini digoyang oleh tekanan politik. Sejarah ekonomi dunia penuh dengan contoh buruk ketika pemerintah campur tangan—ingat hiperinflasi di Jerman tahun 1920-an atau krisis di Argentina? Jika Powell tunduk, kepercayaan investor bisa runtuh seperti kartu domino, memicu gejolak pasar yang lebih besar. Tapi Powell bukan tipe yang mudah menyerah; dia kemungkinan besar akan bertahan, karena melemahkan independensi Fed bisa merusak fondasi ekonomi AS jangka panjang. Ujian Besar Hari Ini: Rilis Data CPI Desember 2025 Hari ini bukan hari biasa bagi pasar. Data CPI untuk periode Desember 2025 akan dirilis, dan ini seperti bom waktu di tengah drama Powell. Ekspektasi pasar? Inflasi tahunan sekitar 2.7%, dengan core CPI (yang mengecualikan makanan dan energi) di 2.6%. Angka ini menunjukkan inflasi masih stabil, tapi belum mencapai target Fed di 2%—artinya, suku bunga saat ini (kisaran 3.5-3.75%) mungkin tetap tinggi untuk sementara. Kenapa ini krusial? Jika CPI lebih tinggi dari prediksi, tekanan pada Powell akan membengkak. Trump bisa semakin marah, mempercepat investigasi DOJ, dan mendorong pemotongan suku bunga paksa. Sebaliknya, jika angkanya lebih rendah, ini bisa jadi angin segar bagi Fed untuk mempertimbangkan pemotongan rate lebih awal—meski pasar memprediksi tak ada perubahan signifikan hingga akhir 2026. Di tengah defisit fiskal AS yang membengkak dan kebijakan Trump seperti tarif impor, inflasi kemungkinan tetap "lengket" di atas 2%. Ini adalah ujian pertama inflasi di tahun 2026, dan Fed harus tetap berpegang pada data, bukan politik. Pasar saham seperti S&P 500 diprediksi volatile hari ini. Tapi, di balik kegaduhan, ada pelajaran besar: Ekonomi bukan permainan politik. Powell pernah berjanji "soft landing"—pendaratan lunak tanpa resesi—dan dengan navigasi hati-hati, AS mungkin bisa menghindari badai besar. Apa Artinya Bagi Kita Semua? Bagi investor global, termasuk di Indonesia, ini adalah pengingat bahwa kebijakan AS berdampak ke seluruh dunia. Rupiah kita bisa tergoyang jika dolar AS naik turun gara-gara drama ini. Tapi optimis saja: Fed punya rekam jejak kuat dalam menghadapi tekanan. Jerome Powell, dengan pengalamannya, kemungkinan besar akan keluar sebagai pemenang, menjaga stabilitas yang kita semua butuhkan. Jadi, pantau rilis CPI hari ini—siapa tahu, ini jadi titik balik dalam saga Powell vs. Trump. Ekonomi bukan sekadar angka; ini cerita tentang kekuasaan, independensi, dan masa depan kita. Tetap waspada, dan mari kita lihat bagaimana cerita ini berlanjut!
✅10 indicatori che vi rendono Sniper Entry. Precision degli scambi superiore all'80% 📈
In questo video potrete imparare FVG, Liquidity Pools e Liquidity Swings. Questi 3 indicatori sono i preferiti utilizzati dagli esperti trader durante l'analisi tecnica.
📝 L'errore fatale dei trader al dettaglio quando leggono il sentiment è che pensano che sia un segnale. In realtà il sentiment di mercato è il risultato finale dei dati storici. Se i trader al dettaglio si eccitano quando il sentiment tecnico è rialzista, finiranno per essere fermati dallo stop-loss. Il sentiment di mercato si basa su dati del passato, non è un segnale per il futuro. L'ICT è un tipo di analisi soggettiva che non ha unità di misura metriche per essere misurata, di solito basata sull'esperienza dei trader professionisti. Quindi, se siete principianti e usate l'indicatore ICT, è come rubare informazioni dai trader professionisti per entrare nel trading.
QUESTO NON È UN GRAFICO COMUNE Questo è 📊 il Delta della Liquidità dell'Orderbook Aggregato (±1%) Un grafico raramente discusso, ma spesso presente prima che il mercato cambi direzione.
COSA VEDIAMO? 🟢 Barra verde = entrata di liquidità (dominanza dell'offerta di acquisto) 🔴 Barra rossa = uscita di liquidità (dominanza dell'offerta di vendita) 🟡 Linea gialla = prezzo del BTC 📌 Il Delta ≠ volume 📌 Si tratta di chi sta posizionando la liquidità nell'ordinebook
PROBLEMA PRINCIPALE Prezzo del BTC: 📈 in crescita costante Ma il delta: 🔴 negativo continuo (fino a -$39M) ➡️ Ciò significa: il prezzo sale SENZA supporto di liquidità solida
LINGUAGGIO SEMPLIFICATO Immagina: • Il prezzo spinto verso l'alto • Ma i grandi acquirenti non aumentano le offerte di acquisto • La liquidità viene invece ritirata 📌 Questo accade spesso quando: ✔️ Distribuzione ✔️ Pressione breve termine ✔️ Ritiro di liquidità
COSA POTREBBE FARE IL DENARO INTELLIGENTE? Non vendite paniche. Non vendite brutali. Ma: • Spingere il prezzo lentamente • Far entrare i retail (FOMO) • Ritirare la liquidità • Preparare un falso breakout / trappola dolce 📉 Il mercato sembra rialzista 🧠 Ma la struttura è fragile
PERCHÉ È PERICOLOSO PER I RETAIL? Perché: ❌ Gli indicatori rimangono rialzisti ❌ Il sentiment rimane positivo ❌ Il timeline è pieno di “verso la luna” Mentre in realtà: 🔴 L'ordinebook non supporta l'aumento
SOLUZIONI COMUNI Se questa situazione persiste: 1️⃣ Piccolo rialzo 2️⃣ Caccia agli stop long 3️⃣ Delta sempre più negativo 4️⃣ Crollo rapido / range stretto 📌 Non è un crollo immediato Ma sofferenza di mercato
NON SIGNIFICA CHE DEVI VENDERE AL RIBASSO Importante: 🚫 Non è un segnale di vendita immediata Ma: ✅ Resta vigile contro l'eccesso di leverage ✅ Riduci il FOMO ✅ Aspetta la conferma dell'ingresso di liquidità Mercato sano = 📈 Prezzo in salita 🟢 Delta in salita