Block Memotong 40% Tenaga Kerja. Wall Street Mengapresiasi.
Dalam langkah restrukturisasi yang berani, Block, Inc. telah mengurangi tenaga kerjanya sekitar 40%—menghilangkan lebih dari 4.000 peran. Manajemen berargumen bahwa kemajuan dalam AI kini memungkinkan tim yang jauh lebih kecil untuk memberikan output yang sama, jika tidak lebih.
Respon pasar langsung terlihat. Saham melonjak sekitar 25%, dan panduan ke depan membaik. Investor jelas menyambut pengurangan biaya yang agresif dan sinyal operasi yang lebih ramping. Dalam istilah sederhana: pengeluaran lebih rendah, margin yang diproyeksikan lebih tinggi, profitabilitas jangka pendek yang lebih kuat.
Pendukung menggambarkan ini sebagai alokasi modal yang disiplin. Jika AI dapat mengotomatiskan alur kerja dan mengompres biaya operasional, pemegang saham akan mendapatkan manfaat. Efisiensi meningkat. Margin meluas. Laba per saham membaik. Dari perspektif finansial murni, logikanya sederhana.
Namun, para kritikus melihat risiko material. Memotong secara mendalam—terutama di area yang terkait dengan inisiatif Bitcoin dan pengembangan produk—dapat melemahkan kapasitas eksekusi. Saluran inovasi mungkin melambat. Pengetahuan institusional dapat hilang. Ada juga pertanyaan etis: apakah pengurangan tenaga kerja harus digunakan terutama sebagai alat untuk mendorong apresiasi saham?
Pada intinya, ini adalah restrukturisasi yang didorong oleh AI yang bertujuan untuk meningkatkan efisiensi dan memaksimalkan nilai pemegang saham. Taruhannya jelas: teknologi dapat menggantikan jumlah karyawan tanpa mengorbankan kinerja.
Ikuti untuk analisis bisnis yang lebih mendalam.
Bagikan ini dengan seseorang yang melacak dampak AI pada tenaga kerja.
Dan sampaikan pendapat Anda di kolom komentar—restrukturisasi cerdas atau pengurangan yang berbahaya?
#BlockAILayoffs