Dapatkan analisis teknikal mendalam, berita pasar terkini, dan tips crypto setiap hari. Bergabunglah dengan komunitas trading yang solid & raih profit maksimal
**Inflation in den USA endlich zurückgegangen, Bitcoin steigt auf 93.000 US-Dollar**
Der Consumer Price Index (CPI) oder die Inflation in den Vereinigten Staaten (USA), heute, Dienstag (13.10), stabilisiert sich auf einem jährlichen Niveau von 2,7% im Dezember 2025.
Daher reagiert der Markt für digitale Assets, insbesondere Kryptowährungen, mit einem Anstieg von Bitcoin ($BTC ) auf 93.000 US-Dollar oder 1,56%, gemäß CoinMarketCap. Zudem steigt die Marktkapitalisierung von Kryptowährungen weiterhin auf 3,16 Billionen US-Dollar.
Mit anderen Worten zeigt dieser Bericht, dass die Inflationsrate sich zunehmend dem Ziel von 2% annähert, was Spekulationen verstärkt, dass die Fed die Zinserhöhungen in Zukunft beenden könnte, was wiederum den Anstieg digitaler Assets fördert.
Zusätzlich signalisiert die sich nun einstellende Kontrolle der Inflation in den USA eine Erholung des Marktoptimismus, der im Jahr 2025 zeitweise zurückgegangen war. Insbesondere führt eine niedrige Inflation zu geringerem Druck auf eine strenge Geldpolitik, was die Liquidität erhöht.
*Disclaimer-Hinweis. Keine Finanzberatung (NFA). Mach deine eigene Recherche (DYOR).* $ETH $SOL
**Fiat Iran Jeblos ke US$0, Bitcoin Jadi Seharga 104 Miliar Rial**
Nilai tukar mata uang Iran terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kini tidak berharga yang dibanderol US$0. Hal ini membuat harga Bitcoin ($BTC ) melejit yang membutuhkan 104 miliar rial untuk mendapat 1 $BTC .
Hal tersebut terjadi karena Iran tengah menghadapi kerusuhan domesti yang diakibatkan adanya krisis ekonomi dan ketegangan dengan militer AS yang memperburuk keadaan.
Diketahui, penurunan tajam nilai tukar rial terjadi kala kurs bebas pasar menyentuh sekitar 1,3-1,4 juta rial per dolar AS. Peristiwa ini menjadikan mata uang Iran sebagai yang terlemah dan terendah di dunia.
Sebagai informasi, harga Bitcoin dalam mata uang rupiah nilainya sebesar Rp1,5 miliar, sedangkan pada nilai mata uang Eropa dibanderol 78 ribu euro. Lalu, pada fiat AS harganya US$92 ribu per tokennya.
**Streit zwischen Trump und Powell, Silber wird weltweit zweitwichtigster Vermögenswert**
Der Silberpreis stieg am Dienstag (13.01.) erneut auf 85,23 US-Dollar, kurz vor der Sitzung der Federal Reserve (The Fed). Darüber hinaus stieg die Marktkapitalisierung um 0,27 % leicht an, wodurch Silber NVIDIA überholte und weltweit den zweitwichtigsten Vermögenswert darstellt.
Andererseits bleibt Bitcoin weiterhin auf Platz acht mit einer Marktkapitalisierung von 1,8 Billionen US-Dollar, nachdem es zuvor die Aktie von Alphabet, dem Mutterunternehmen von Google, übertroffen hatte und weltweit den fünftwichtigsten Vermögenswert darstellte.
Der Anstieg des Silberpreises resultiert aus der Besorgnis der Märkte hinsichtlich der Unabhängigkeit der Federal Reserve. In diesem Zusammenhang hat das amerikanische Justizministerium beschlossen, die Präsidentschaft von Jerome Powell, dem Chef der Federal Reserve, zu untersuchen.
Powell bezeichnete die Untersuchung als politischen Angriff aus dem Weißen Haus, bedingt durch seine Ablehnung, die Zinssätze entsprechend den Wünschen des Präsidenten Trump zu senken. Dies hat Investoren dazu veranlasst, sich in sichere Anlagen zu wenden.
Obwohl der Silberpreis seit letztem Jahr stark gestiegen ist, wurde der Anstieg um etwa 7 %, der nun nahe an einem neuen Rekord liegt, vor allem durch geopolitische und institutionelle Faktoren ausgelöst, nicht allein durch die industrielle Nachfrage.
Da der Silbermarkt im Vergleich zum Gold relativ kleiner ist, wirkt dieser defensiven Kapitalfluss stärker auf den Preis, wodurch Silber besonders empfindlich gegenüber Unsicherheiten in der Politik ist. $XAU $XAG
**Bitcoin $BTC Masih Loyo, Emas $PAXG Capai ATH Baru US$4.600**
Emas naik 2,23% yang membuatnya mencapai all-time high (ATH) atau rekor tertinggi baru seharga US$4.600 per ons, Senin (12/01). Di sisi lain, Bitcoin masih diam di tempat pada harga US$90.000 sejak November lalu.
Melonjaknya logam mulia dipicu krisis kepercayaan yang luar biasa terhadap independensi The Federal Reserve. Pasar bereaksi secara agresif setelah Departemen Kehakiman Amerika Serikat (DoJ) membuka investigasi kriminal terhadap Ketua Fed, Jerome Powell, terkait kasus renovasi gedung pusat.
Powell menyebut langkah ini sebagai tekanan politik akibat perselisihannya dengan administrasi Trump mengenai kebijakan suku bunga. Hal ini kemudian membuat investor berbondong-bondong mengamankan aset mereka ke emas sebagai safe haven.
Secara analisis teknis, emas kini kembali memasuki fase price discovery setelah melampaui level tertinggi sepanjang masa sebelumnya. Penutupan harga di atas level rekor saat ini menjadi sinyal konfirmasi yang sangat krusial untuk melanjutkan tren bullish menuju target psikologis berikutnya di angka US$5.000, yang juga bertepatan dengan level ekstensi Fibonacci 100%.
Meskipun masih berpotensi naik, emas memiliki basis dukungan (support) yang kuat pada level US$4.360 dan rata-rata bergerak 50 hari (50 EMA) di kisaran US$4.255, yang dapat berfungsi sebagai penahan jika terjadi koreksi teknis akibat volatilitas pasar yang tinggi. #AkademiCryptoNews
Disclaimer Alert. Not Financial Advice (NFA). Do Your Own Research (DYOR).
**Carousel | X Bakal Luncurkan Fitur Pelacakan Harga Saham-Crypto**
Head of Product X Nikita Bier mengumumkan rencana peluncuran fitur Smart Cashtags, yang memungkinkan pelacakan harga aset digital crypto dan saham serta grafik kinerja aset secara real-time.
“Kami sedang membangun Smart Cashtags yang memungkinkan pengguna untuk menentukan aset yang tepat atau smart contract saat mengunggah ticker. Serta, hanya dari timeline, pengguna dapat mengetuknya untuk melihat harga real-timenya bersama dengan semua penyebutan aset tersebut,” tulis Bier melansir laman X miliknya.
Bahkan, peluncuran fitur X terbaru ini dijadwalkan bisa rilis kepada publik pada Februari mendatang, yang mana di dalam X sudah tersedia tombol jual atau beli serta dukungan untuk Solana ($SOL ). Lalu, menanggapi rencana itu, pengguna X pun menyambut antusiasnya fitur baru tersebut, terlebih pemegang aset digital crypto.
“CashTag akan sangat bagus dan berguna,” tulis akun X @martinlasek.
“Langkah bagus untuk pasar crypto di X,” tulis akun X @cryptotony. $BTC $ETH
**Superheat Rilis Water Heater yang Bisa Tambang Bitcoin, Dijual Rp33,6 Juta**
Superheat meluncurkan perangkat H1, yakni teknologi yang menggabungkan mesin penambang Bitcoin dan water heater seharga US$2.000 atau sekitar Rp33,6 juta. Cara kerjanya yaitu chip mining dipasang pada tangki air listrik standar berkapasitas 50 galon dan panas yang dihasilkan digunakan untuk memanaskan air.
Perangkat ini mengonsumsi daya sekitar 4.000 hingga 5.000 watt, setara dengan pemanas air listrik biasa. Namun H1 lebih unggul karena bisa menghasilkan Bitcoin yang dapat dipantau melalui aplikasi yang menampilkan suhu air dan pendapatan mining secara real-time.
Menurut pengembangnya, Superheat, pendapatan dari mining berpotensi menutupi hingga 80% biaya listrik dan air, tergantung tarif lokal dan harga Bitcoin yang berada di kisaran US$91.000. $BTC $ETH $SOL
**Perjalanan Tahun 2025, Performa Bitcoin Ditentukan oleh Trump-ETF**
Sepanjang tahun 2025, nasib performa dari Bitcoin ($BTC ) ditentukan oleh ucapan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan dana para investor di pasar exchange-traded fund (ETF) aset crypto tersebut.
Secara rinci, perjalanan pertama Bitcoin di awal tahun lalu mengalami dana keluar para investor ETF sebesar US$1 miliar atau sekitar Rp16,8 triliun di bulan Februari.
Lalu, pengumuman pemerintah Amerika Serikat yang menjadikan Bitcoin sebagai aset cadangan negara di bulan Maret. Namun, pergerakan harganya justru berbalik arah di area perdagangan sekitar US$80 ribu hingga US$90 ribu.
Setelah bulan Maret, pada bulan April Trump mendadak mengumumkan tarif perdagangan ke puluhan negara di dunia. Hal tersebut membuat pasar crypto memerah, bahkan aset-aset investasi lainnya juga berdampak besar.
Pada bulan Juni, senat AS mengesahkan undang-undang bernama Genius Act yang terkait regulasi crypto. Hanya perlu waktu sebulan, senat AS telah menyetujui undang-undang tersebut di bulan Juli.
Terakhir, nasib aset ini ditentukan di bulan Oktober, saat itu pasar ETF mengalami euforia dengan arus dana masuk US$1,2 miliar atau sekitar Rp20,2 triliun dan membuat Bitcoin mencapai titik tertinggi yang baru senilai US$126 ribu. $ETH $SOL
**Genau vor 17 Jahren veröffentlichte der verstorbene Hal Finney einen Tweet mit dem Inhalt 'Running Bitcoin'**
Die legendäre Figur der Kryptographie, Hal Finney, veröffentlichte 2009 seinen Tweet mit dem Inhalt 'Running Bitcoin', was bedeutet, dass bereits 17 Jahre vergangen sind. Zu diesem Zeitpunkt wurde gleichzeitig die erste Version von Bitcoin (BTC) von Satoshi Nakamoto veröffentlicht.
Mit 'Running Bitcoin' meinte er, dass er die Bitcoin-Software erfolgreich auf seinem Computer installiert und ausgeführt hatte. Dieser Tweet gilt als der erste, der sich auf Bitcoin auf X bezieht.
Zu dieser Zeit wurde Bitcoin von der Welt noch nicht beachtet und hatte praktisch keinen Wert. Dennoch erkannte Finney sofort das Potenzial und glaubte an dieses Asset.
Es ist bekannt, dass Finney die erste Person war, die eine direkte Bitcoin-Transaktion von Satoshi Nakamoto erhielt. Daher wird er oft als der wahre Satoshi vermutet.
Darüber hinaus war Finney überzeugt, dass Bitcoin eine globale Währung sein würde, die neben Fiat-Währungen existieren würde. Er glaubte, dass der Wert eines Bitcoins eines Tages 10 Millionen US-Dollar oder 165 Milliarden Rupiah erreichen würde.
Heute ist es kaum zu glauben, dass Bitcoin nun bereits 17 Jahre existiert und sich zu einem digitalen Asset entwickelt hat, das rasant gewachsen ist und zahlreiche bedeutende Ereignisse seit seiner Einführung erlebt hat. $BTC $ETH $SOL
**El Salvador Pasang Instalasi di Bandara Bertuliskan "Selamat Datang di Negara Bitcoin"**
Bandara Monseñor Óscar Arnulfo Romero di El Salvador diramaikan dengan sebuah instalasi bertuliskan “Welcome to Bitcoin Country”. Monumen tersebut diramaikan dengan logo Bitcoin (BTC) di atasnya.
Tak hanya itu, di sekitar monumen, terdapat layar digital yang menampilkan informasi real-time tentang kepemilikan Bitcoin El Salvador, yang saat ini mencapai 7.524 Bitcoin setara US$698 juta.
Monumen tersebut ramai diperbincangkan di media sosial X. Beberapa netizen yang berada di sana, diketahui mengambil gambar hingga berswafoto dengan monumen tersebut.
Selain itu, berdiri monumen Bitcoin di bandara menunjukkan komitmen Presiden El Salvador Nayib Bukele yang berkomitmen penuh all-in di Bitcoin dan kecerdasan buatan (AI) sebagai pilar strategi nasional. $BTC $ETH $SOL
**Bitcoin Keok ke US$89.000, Buat US$180 Juta Posisi Long Terlikuidasi**
Bitcoin turun ke US$89.000 atau 0,41% dalam 24 jam terakhir, Jumat (09/01) sore. Penurunan ini memicu 96.294 trader terlikuidasi dengan posisi long di US$180 juta atau Rp3 triliun posisi long lenyap di waktu yang sama, menurut CoinGlass.
Katalis penurunan kali ini terjadi usai arus keluar (outflow) exchange-traded fund (ETF) Bitcoin selama 3 hari berturut-turut sejak Selasa, (06/01) mencapai US$1,12 miliar, menurut SoSoValue.
Lebih lanjut, pada gabungan outflow 6 Januari hingga 8 Januari, Fidelity Wise Origin Bitcoin Fund (FBTC) pimpin outflow sebesar US$679 juta, sementara itu iShares Bitcoin Trust ETF (IBIT) milik BlackRock sekitar US$323 juta.
*Disclaimer Alert. Not Financial Advice (NFA). Do Your Own Research (DYOR).* $BTC $ETH $SOL
**Ahli Ungkap Harga Bitcoin Bisa Naik Jika AS Sita Bitcoin Milik Venezuela**
Reporter Crypto Senior CNBC MacKenzie Sigalos menyebut pasokan Bitcoin bisa terkunci sementara waktu, jika Amerika Serikat (AS) berhasil menyita Bitcoin milik Venezuela.
Jika terjadi, Bitcoin itu kemungkinan besar akan ditransfer ke cadangan strategis AS dan tidak akan dijual, sesuai janji Trump ketika kampanye. Pasokan ini dapat menghilang dari pasar, sehingga mendukung harga dalam jangka panjang.
“Jika AS menyita koin-koin tersebut sebagai cadangan strategisnya sendiri, maka kemungkinan besar sejumlah besar $BTC akan terkunci selama bertahun-tahun,” ujar Sigalos.
Sebagai informasi, Venezuela diduga punya sekitar 600 ribu-660 ribu Bitcoin bernilai US$67 miliar. Namun, aset digital yang dimaksud masih belum diketahui, apakah milik Venezuela atau milik Presiden Maduro.
Pasalnya, melansir Bitcoin Treasuries, Venezuela hanya tercatat memiliki 240 Bitcoin. Sementara kabarnya, ratusan ribu Bitcoin yang dimaksud merupakan milik Maduro selama menjabat sebagai presiden. $ETH $SOL
**Dieser Bergmann verkauft seit November 2025 tausende Bitcoin heimlich**
Riot Platforms, ein aus den Vereinigten Staaten stammender Bitcoin-Abbaubetrieb mit der ID $BTC , wurde erfasst, nachdem er im November insgesamt 383 Coins und im Dezember 2025 1.818 Coins verkauft hatte. Das bedeutet, dass sie insgesamt 2.201 Coins oder etwa 200 Millionen US-Dollar verkauft haben, wodurch ihre Bestände auf 18.005 Coins reduziert wurden.
Der Chef der digitalen Vermögensforschung bei VanEck, Matthew Sigel, hob die massenhafte Verkaufsaktivität von Bitcoin durch Riot hervor, wobei diese Menge ausreichen würde, um im Jahr 2026 bis 2027 Rechenzentren für KI zu entwickeln.
Tatsächlich hinterließ Riot laut einer Beobachtung der Redaktion von Akademi Crypto noch 8.111 Bitcoin im Wert von 751 Millionen US-Dollar, wie die Plattform Arkham Intelligence am Mittwoch (07.01) berichtete. Damit verringert Riot weiterhin seine Exposition gegenüber Bitcoin.
*Disclaimer Alert. Keine Finanzberatung (NFA). Mach deine eigene Recherche (DYOR).*
**Bitcoin Diakui sebagai Aset yang Lebih Aman dan Stabil**
CEO Capital Management Anthony Pompliano mengatakan Bitcoin ($BTC ) saat ini jauh lebih aman dan cenderung stabil. Hal ini berdasarkan perjalanan sejarah Bitcoin yang dihadapi beberapa peristiwa buruk.
"Bitcoin jauh lebih aman saat ini daripada di titik mana pun dalam sejarah aset ini," ucapnya, melansir akun X miliknya.
Menurutnya, Bitcoin telah melewati berbagai peristiwa dan situasi ekonomi yang mampu bertahan tanpa harganya jatuh hingga nol. Faktanya, saat krisis likuiditas pandemi Covid-19 tahun 2020, justru aset ini tumbuh hingga 303% di akhir tahun itu, menurut data SlickCharts.
Lalu, peristiwa keruntuhan FTX di tahun 2022 yang mengguncang pasar crypto. Aset tersebut memang mengalami penurunan sekitar 64% selama tahun tersebut.
Akan tetapi, di tahun 2023 pasca Covid-19 The Federal Reserve (The Fed) mendadak menaikan suku bunga dengan cepat dalam sejarahnya. Hal ini dapat berdampak negatif terhadap Bitcoin, namun faktanya aset ini justru tumbuh mencapai 155%.
Dengan demikian, peristiwa-peristiwa besar yang terjadi selama perjalanan Bitcoin hingga kini, mencerminkan ketahanan aset tersebut di berbagai situasi ekonomi.
_Disclaimer Alert. Not Financial Advice (NFA). Do Your Own Research (DYOR)._
**Gimana Caranya Bitcoin Selamatkan Taman Nasional Afrika yang Nyaris Bangkrut?**
Pada September 2020, Taman Nasional Virunga di Afrika Timur yang hampir bangkrut memulai penambangan Bitcoin ($BTC ) agar tetap beroperasi. Adapun, kebun binatang ini jadi salah satu yang tertua di Afrika.
Perlu diketahui, Taman Nasional Virunga hampir bangkrut akibat sejak 2018, wabah Covid-19 dan Ebola yang merebak membuat pendapatan pariwisata menurun. Lalu, tambang Bitcoin pun memanfaatkan kelebihan energi hidro dari pembangkit listrik bertenaga air di taman.
Direktur Taman Nasional Virunga Emmanuel de Merode pun mengakui bahwa penambangan Bitcoin adalah solusi inovatif hingga menjadi sumber pendapatan utamanya untuk pemeliharaan taman tersebut. Serta, penambangan aset crypto menciptakan model yang menginspirasi untuk cagar alam di dunia.
*Disclaimer Alert. Not Financial Advice (NFA). Do Your Own Research (DYOR).*
**Features | Giliran AI Milik Elon Musk Sebut Petinggi Ripple $XRP Sebagai Satoshi Nakamoto**
Platform AI besutan Elon Musk, Grok, kembali memanaskan misteri pencipta Bitcoin dengan menyebut petinggi Ripple sebagai Satoshi Nakamoto.
Isu ini mencuat setelah seorang validator XRP Ledger, Vet, menantang Grok lewat unggahan gambar tokoh-tokoh yang kerap dikaitkan dengan identitas Satoshi.
Dalam gambar tersebut, terdapat David Schwartz, Hal Finney, Nick Szabo, dan Dan Kaminsky yang selama ini sering masuk radar.
Namun, Grok justru “menyingkirkan” tiga nama dan hanya menyisakan David Schwartz, sosok yang dikenal sebagai Chief Technology Officer Ripple. Respons tersebut langsung memicu perdebatan di komunitas crypto, hingga Vet mempertanyakan alasan di balik pilihan Grok.
Menanggapi itu, Grok menegaskan kesimpulannya bukan kepastian, melainkan berdasar narasi lama seputar latar belakang kriptografi Schwartz dan kiprahnya di dunia sistem terdistribusi.
Meski begitu, Schwartz sendiri sudah berulang kali membantah sebagai Satoshi dan mengaku baru mengenal Bitcoin pada 2011.
Kendati demikian, sorotan publik, jejak karier, dan spekulasi yang terus beredar membuat namanya tetap sulit lepas dari teori pencipta Bitcoin hingga saat ini.
**Bank Amerika Ini Sarankan Investor untuk Alokasikan 4% Portofolio ke Bitcoin**
Menurut Kepala Investasi Private Bank di Bank Of America (BofA) Chris Hyzy menyarankan alokasi 1-4% portofolio untuk Bitcoin ($BTC ). Hal ini guna mendapat eksposur terkait aset digital.
"Bagi investor yang sangat tertarik pada inovasi tematik dan nyaman dengan volatilitas yang tinggi, alokasi moderat sebesar 1% hingga 4% dalam aset digital bisa jadi tepat," ucapnya, melansir unggahan video Yahoo Finance.
Ia menambahkan, alokasi dengan persenan yang rendah mungkin lebih cocok bagi profil risiko investor konservatif. Sedangkan, pada persenan yang lebih tinggi cocok bagi investor yang punya toleransi terhadap risiko besar.
Akan tetapi, hal tersebut tidak bisa menjadi acuan. Sebab, setiap orang mempunyai profil risiko dan strategi masing-masing.
Sebagai informasi, pernyataan ini muncul usai Office of the Comptroller of the Currency (OCC) merilis Interpretive Letter 1188 berisi aturan yang memperbolehkan bank nasional menjembatani transaksi crypto.
_Disclaimer Alert. Not Financial Advice (NFA). Do Your Own Research (DYOR)._
**Bitcoin-Rebound auf US$94.000, Positionen im Wert von Rp7 Triliun Shorts gelöscht**
Bitcoin rebound auf den Preis von US$94.000 oder 3,2%, laut CoinMarketCap, Dienstag (06/01) morgens. Allerdings hat dieser Anstieg auch dazu geführt, dass Bitcoin-Short-Positionen im Wert von US$436 Millionen oder etwa Rp7 Triliun gelöscht wurden.
Der Anstieg des größten digitalen Vermögenswerts hat auch dazu geführt, dass Altcoins in die Höhe schießen. Mit Ethereum ($ETH ) und $XRP , $BNB , die zeitweise um Dutzende von Prozent gefallen sind, werden jetzt jeweils zu US$3.273, US$2.33 und US$911 gehandelt.
Der Katalysator für den Anstieg von Bitcoin geschah inmitten der Diskussionen über pro-crypto Kandidaten, die sich um die Nachfolge von Präsident Venezuela Nicolas Maduro bewerben werden. Darüber hinaus hat ein Wal aus der Satoshi-Ära am selben Tag 7.658 Bitcoin im Wert von US$710 Millionen gekauft.
*Haftungsausschluss. Keine Finanzberatung (NFA). Machen Sie Ihre eigenen Recherchen (DYOR).*
**Trump Dituding Tangkap Presiden Venezuela demi Tambah Cadangan Bitcoin**
Die Festnahme des Präsidenten von Venezuela, Nicolás Maduro, wird als Taktik des Präsidenten der Vereinigten Staaten (USA) Donald Trump angesehen, um den Besitz von Bitcoin zu erhöhen.
"Einen Staatsoberhaupt zu entführen und als Verbrecher darzustellen, ist eine sehr clevere und neutrale Möglichkeit, die strategischen Bitcoin-Reserven zu erhöhen," schrieb das X Bitcoin-Konto am Montag (05/01).
Venezuela soll Bitcoin im Wert von 60 Milliarden US-Dollar halten. Das bedeutet, dass das Land, wenn man es zum aktuellen Preis umrechnet, 645.533 BTC besitzt, jedoch ist diese Zahl eine vorläufige Schätzung, da es keine offiziellen Quellen gibt, die dies bestätigen.
Laut einer Untersuchung der Redaksi Akademi Crypto gibt die Seite Bitcoin Treasuries an, dass Venezuela nur 240 $BTC besitzt. Mit anderen Worten, selbst wenn das Gerücht wahr ist, würde Amerika nur wenig Bitcoin im Vergleich zu der Menge erhalten, die es derzeit besitzt.
**Saran Vitalik untuk Keluar dari Moralitas Budak**
Pendiri Ethereum ($ETH ) Vitalik Buterin mencatat bahwa fakta moralitas budak tidak diperbolehkan berkuasa. Namun, ia memiliki cara agar keluar dari hal tersebut.
Menurutnya, untuk keluar dari sistem perbudakan tersebut adalah kekuasaan tanpa memberikan seutuhnya kekuasaan. Artinya, Macht yang diberikan terhadap yang punya kuasa tidak sepenuhnya dimiliki.
"Salah satu cara untuk memiliki kekuasaan untuk memberi tanpa kekuasaan atas adalah dengan memiliki penyebaran yang tinggi ke dunia luar. Cara lain adalah dengan membangun sesuatu yang meminimalkan kemampuannya untuk digunakan sebagai pengungkit kekuasaan," tulisnya, melansir sumber resmi.
Ia memberi contoh, pool staking pada Ethereum itu terdesentralisasi oleh Lido DAO ($LDO ) yang mengendalikan 24% total pasokan Ethereum. Sehingga, staking tidak sepenuhnya dikendalikan oleh Ethereum itu sendiri karena terdesentralisasi.
**Elon Musk bietet kostenloses Internet für Venezuela an, nachdem sein Präsident festgenommen wurde**
Starlink von Elon Musk unterstützt die Bevölkerung Venezuelas, indem es seinen Internetdienst kostenlos anbietet, der bis Anfang Februar genutzt werden kann. Dies geschah, nachdem der Präsident Venezuelas, Nicolás Maduro, festgenommen wurde.
„Starlink bietet der Bevölkerung Venezuelas bis zum 3. Februar kostenlosen Breitbanddienst an, um sicherzustellen, dass die Konnektivität erhalten bleibt“, schrieb er unter Berufung auf offizielle Quellen.
Zuvor hatte Starlink vorübergehend kostenloses Internet für Menschen bereitgestellt, die von Überschwemmungen und Erdrutschen auf der Insel Sumatra, Indonesien, betroffen waren, bis Ende Dezember 2025.
Zur Information: Der Präsident Venezuelas, Nicolás Maduro, wurde am Samstag (03/11) von den Vereinigten Staaten (USA) festgenommen. Dieses Ereignis fand statt, nachdem die USA das Gebiet Caracas in Venezuela angegriffen hatten. $BTC $ETH $SOL
Melde dich an, um weitere Inhalte zu entdecken
Bleib immer am Ball mit den neuesten Nachrichten aus der Kryptowelt
⚡️ Beteilige dich an aktuellen Diskussionen rund um Kryptothemen
💬 Interagiere mit deinen bevorzugten Content-Erstellern