Plasma: Projekt Stablecoin Blockchain, který vyzývá konvenční architekturu blockchainu
V posledních letech se stablecoiny staly jedním z nejdůležitějších pilířů v kryptoměnovém ekosystému. Stablecoiny nejsou používány pouze jako nástroj k zajištění proti volatilitě, ale také se staly hlavním základem pro platby, likviditu DeFi, mezinárodní převody a institucionální vyrovnání. Ironií však je, že většina stablecoinů stále závisí na blockchainu, který nebyl skutečně navržen speciálně pro tyto potřeby. Zde přichází Plasma, která přináší jiný přístup jako *stablecoin-focused blockchain*, navržený od základů pro maximální podporu efektivity, škálovatelnosti a užitečnosti stablecoinů.
Plasma adalah salah satu pendekatan penskalaan blockchain yang dirancang untuk menjawab keterbatasan jaringan utama (Layer 1), terutama terkait biaya transaksi dan kapasitas throughput. Secara konsep, Plasma bekerja dengan membuat child chain yang terhubung ke main chain, sehingga sebagian besar transaksi dapat diproses di luar jaringan utama tanpa mengorbankan keamanan. Dengan mekanisme ini, main chain tetap berfungsi sebagai lapisan penyelesaian akhir dan penjaga keamanan, sementara aktivitas transaksi yang padat dipindahkan ke layer yang lebih efisien. Pendekatan ini menjadi relevan di tengah meningkatnya adopsi blockchain, khususnya untuk use case yang membutuhkan transaksi cepat dan murah seperti pembayaran dan stablecoin.
Dalam perkembangannya, Plasma banyak dikaitkan dengan narasi infrastruktur yang berfokus pada efisiensi dan utilitas nyata. Berbeda dengan sekadar mengejar kecepatan, Plasma menekankan desain sistem yang mampu menjaga likuiditas, konsistensi data, serta keamanan aset pengguna. Model ini sangat cocok untuk ekosistem stablecoin dan aplikasi keuangan terdesentralisasi (DeFi) yang membutuhkan kepastian finalitas transaksi. Dengan memanfaatkan komitmen data ke main chain secara berkala, Plasma memungkinkan pengguna tetap memiliki kontrol atas aset mereka, bahkan jika terjadi masalah di child chain. Hal ini menjadikan Plasma sebagai solusi yang seimbang antara skalabilitas dan keamanan.
Ke depan, Plasma berpotensi memainkan peran penting dalam arsitektur blockchain modular. Ketika ekosistem Web3 semakin matang, kebutuhan akan solusi yang spesifik, terukur, dan efisien akan semakin besar. Plasma menawarkan fondasi yang memungkinkan pengembang membangun aplikasi dengan skala besar tanpa membebani jaringan utama. Jika dikombinasikan dengan inovasi terbaru di bidang kriptografi dan mekanisme konsensus, Plasma dapat menjadi tulang punggung bagi aplikasi keuangan generasi berikutnya, khususnya yang berorientasi pada adopsi massal dan penggunaan sehari-hari.
Plasma: Revolusi Infrastruktur Stablecoin di Era Digital Finance 2026
Stablecoin telah menjadi pilar utama ekosistem kripto global. Pada awal 2026, total market cap stablecoin melampaui $300 miliar, dengan Tether (USDT) mendominasi lebih dari 60% pangsa pasar, diikuti USDC dan pemain baru seperti USDe serta FDUSD. Stablecoin bukan lagi sekadar aset spekulatif; mereka menjadi instrumen pembayaran cross-border, remittance, dan DeFi yang masif. Namun, tantangan klasik tetap menghambat adopsi luas: biaya transaksi tinggi di jaringan umum seperti Ethereum atau Tron, kecepatan settlement lambat, fragmentasi liquidity antar chain, serta ketergantungan pada token gas volatil.Di tengah dinamika ini, @Plasma muncul sebagai terobosan signifikan. Diluncurkan pada September 2025, Plasma adalah Layer-1 blockchain yang dirancang khusus untuk pembayaran stablecoin. Berbeda dari chain general-purpose seperti Ethereum atau Solana, Plasma mengoptimalkan seluruh arsitekturnya untuk "digital dollar"—terutama USDT dan USDC. Dengan konsensus PlasmaBFT (berbasis Fast HotStuff), blockchain ini mencapai sub-second finality dan throughput ribuan transaksi per detik, menjadikannya ideal untuk pembayaran global berskala besar.Fitur unggulan Plasma membuatnya menonjol. Pertama, zero-fee transfers untuk USDT—pengguna dapat mengirim Tether tanpa biaya sama sekali, karena protokol mensubsidi gas secara native. Kedua, pembayaran gas langsung dengan stablecoin, menghilangkan kebutuhan token volatil seperti ETH. Ketiga, kompatibilitas penuh EVM memungkinkan developer Ethereum bermigrasi tanpa modifikasi kode. Keempat, fitur confidential transactions yang compliant, serta rencana integrasi Bitcoin bridge untuk collateral BTC-backed stablecoin.Ekosistem Plasma berkembang pesat dalam waktu singkat. Saat mainnet beta live, liquidity stablecoin langsung mencapai lebih dari $2 miliar, menjadikannya salah satu top 10 blockchain berdasarkan TVL stablecoin. Lebih dari 100 protokol DeFi terintegrasi sejak hari pertama, termasuk Aave untuk lending, Ethena untuk synthetic dollar, Fluid, Euler, dan Clearpool untuk PayFi. Chainlink menjadi oracle resmi, sementara bridge multi-chain (seperti LayerZero dan Rhino.fi) menghubungkan Plasma dengan 35+ jaringan lain, memudahkan inflow aset.Yang paling inovatif adalah Plasma One, neobank native stablecoin yang diluncurkan bersamaan mainnet. Valuasi awal mencapai $373 juta, Plasma One menawarkan kartu Visa (fisik/virtual) untuk spend stablecoin di 150+ negara, yield hingga 10%+ dari DeFi on-chain, cashback 4%, serta transfer instan gratis antar pengguna. Aplikasi ini menargetkan emerging markets—seperti Turki, Argentina, dan Dubai—di mana stablecoin sudah menjadi hedge inflasi dan alat pembayaran sehari-hari.Di 2026, dengan regulasi global seperti MiCA di Eropa dan framework stablecoin di AS semakin matang, Plasma memposisikan diri sebagai settlement layer dedicated untuk stablecoin. Kolaborasi dengan institusi compliance seperti Elliptic dan Chainalysis menunjukkan kesiapan enterprise-grade. Token native XPL berfungsi untuk staking, governance, dan kompleks transaksi, sementara inflasi terkontrol mendukung validator.Plasma bukan hanya chain baru; ia merepresentasikan visi infrastruktur finansial global yang seamless, cepat, dan inklusif. Dengan fokus laser pada stablecoin, Plasma berpotensi menjadi "Chrome"-nya pembayaran digital—user-friendly dan dominan. Apakah Plasma akan menjadi backbone utama stablecoin di dekade mendatang? Perkembangannya dalam beberapa bulan terakhir menunjukkan jawaban "ya" semakin kuat. #Plasma $XPL
@Plasma : Revolusi Ekosistem Stablecoin di BlockchainDi era digital finance 2026, stablecoin telah menjadi tulang punggung ekosistem kripto dengan total market cap mencapai $309 miliar. Tether (USDT) mendominasi dengan $187 miliar (60% pangsa pasar), diikuti USDC ($74 miliar), dan pemain baru seperti USDe serta USDS. Namun, tantangan utama stablecoin tetap sama: biaya transaksi tinggi, kecepatan lambat, dan fragmentasi antar chain. Di sinilah Plasma hadir sebagai game-changer.Plasma adalah Layer-1 blockchain yang dirancang khusus untuk pembayaran stablecoin. Diluncurkan pada September 2025, Plasma mengoptimalkan infrastruktur untuk "digital dollar" seperti USDT dan USDC. Fitur unggulannya meliputi:Zero-fee transfers untuk USDT. Pembayaran gas langsung dengan stablecoin (bukan token volatil). Kompatibilitas penuh EVM. Kecepatan instan serta biaya rendah. Ini membuat Plasma ideal untuk pembayaran global sehari-hari.Ekosistem Plasma berkembang pesat. Sejak mainnet live, liquidity stablecoin-nya melonjak di atas $2 miliar. Integrasi dengan Chainlink sebagai oracle resmi, kolaborasi Aave untuk lending, dan bridge multi-chain (via Rhino.fi) memudahkan transfer dari 35+ jaringan. Plasma juga meluncurkan Plasma One—neobank native stablecoin pertama—di mana pengguna bisa load kartu dengan stablecoin, spend langsung, dan earn yield 10%+ dari DeFi on-chain.Plasma bukan sekadar chain baru; ia menjadi "settlement layer" khusus stablecoin, mirip Chrome untuk browser—mudah, cepat, dan user-friendly. Dengan Bitcoin bridge yang sedang dikembangkan, Plasma berpotensi issuie stablecoin berbasis BTC collateral, memperluas adopsi institusional.Di 2026, saat regulasi global (MiCA, AS) semakin matang, Plasma mempercepat real-world adoption stablecoin: remittance murah, cross-border payment instan, dan DeFi skalabel. Plasma membawa kita lebih dekat ke visi "global financial system" berbasis stablecoin yang seamless. #plasma $XPL
Kehebatan Plasma Blockchain: Solusi Skalabilitas Inovatif di Era Kripto
Di tengah ledakan popularitas blockchain, salah satu tantangan terbesar yang dihadapi jaringan seperti Ethereum adalah skalabilitas. Transaksi yang lambat dan biaya gas yang melonjak saat jaringan padat membuat banyak orang frustrasi. Di sinilah Plasma Blockchain hadir sebagai salah satu inovasi paling brilian untuk mengatasi masalah tersebut. Dikembangkan oleh Vitalik Buterin (pendiri Ethereum) dan Joseph Poon (pencipta Lightning Network Bitcoin) pada tahun 2017, Plasma bukan sekadar blockchain biasa—ia adalah framework Layer 2 yang merevolusi cara blockchain menangani volume transaksi besar tanpa mengorbankan keamanan atau desentralisasi.Apa Itu Plasma dan Mengapa Ia Begitu Hebat?Plasma bekerja dengan konsep child chains (rantai anak) yang terhubung secara hierarkis ke root chain (misalnya Ethereum sebagai rantai utama). Transaksi sehari-hari diproses di child chains yang lebih cepat dan murah, sementara hanya ringkasan (state commitments) yang dikirim ke root chain. Hasilnya? Skalabilitas eksponensial yang memungkinkan ribuan hingga puluhan ribu transaksi per detik (TPS)—jauh melampaui kemampuan Ethereum mainnet yang hanya sekitar 15–30 TPS.Kehebatan utama Plasma terletak pada beberapa aspek berikut:1. Skalabilitas Luar BiasaPlasma memungkinkan pembuatan struktur pohon (tree-like hierarchy) dari child chains yang bisa bersarang tak terbatas. Setiap child chain bisa menangani aplikasi spesifik (misalnya pembayaran, gaming, atau DeFi) secara paralel. Teorinya, satu root chain bisa mendukung miliaran transaksi per detik jika child chains dioptimalkan dengan baik. Ini membuat Plasma ideal untuk aplikasi massal seperti micropayments, streaming, atau metaverse yang membutuhkan throughput tinggi.2. Biaya Transaksi Sangat RendahKarena sebagian besar komputasi dilakukan off-chain, biaya gas di child chains hampir nol. Pengguna hanya membayar saat deposit/withdrawal ke root chain atau saat ada dispute. Ini membuka pintu bagi transaksi mikro (misalnya bayar Rp100 per klik iklan) yang sebelumnya tidak ekonomis di blockchain utama.3. Keamanan yang Diwarisi dari Root ChainPlasma tidak mengorbankan keamanan demi kecepatan. Ia menggunakan fraud proofs—mekanisme di mana siapa saja bisa menantang transaksi curang di child chain dengan bukti kriptografis (Merkle proofs). Jika terbukti curang, operator child chain akan kehilangan bond-nya. Root chain bertindak sebagai “pengadilan tertinggi”, sehingga keamanan Plasma hampir setara dengan Ethereum itu sendiri—tanpa perlu konsensus terpisah yang rentan.4. Fleksibilitas dan Kustomisasi TinggiSetiap child chain bisa memiliki aturan sendiri: dari model UTXO sederhana (Plasma MVP) hingga EVM-compatible penuh (Plasma Free) yang mendukung smart contract kompleks. Ada varian khusus seperti:Plasma Cash untuk aset non-fungible (NFT) dengan tracking individu yang efisien. Plasma Debit untuk pembayaran berulang seperti langganan. Integrasi dengan ZK-SNARKs untuk privasi lebih baik.
Ini membuat Plasma sangat adaptable untuk berbagai use case, dari DeFi hingga gaming dan supply chain.5. Efisiensi Data dengan Merkle TreesPlasma menggunakan Merkle trees untuk merangkum ribuan transaksi menjadi satu hash kecil yang dikirim ke root chain. Pengguna hanya perlu menyimpan Merkle proof untuk aset mereka bukan seluruh blockchain—sehingga beban penyimpanan jauh lebih ringan dibanding full node. @Plasma #Plasma $XPL
Plasma is a Layer 2 (L2) scaling framework designed to enhance the scalability of blockchain networks, particularly Ethereum. It addresses the limitations of Layer 1 blockchains, such as high transaction fees, slow processing times, and network congestion, by offloading most computational work to secondary "child chains" while relying on the main chain (root chain) for security and final settlement. Proposed as a solution to enable blockchains to handle thousands of transactions per second without compromising decentralization or security, Plasma creates a tree-like structure of interconnected chains where child chains process transactions independently but periodically commit summaries back to the main chain. mokshya.io +1 This approach allows for massive throughput improvements, making it suitable for applications like micropayments, gaming, and decentralized exchanges (DEXs).Unlike sidechains, which operate entirely independently and carry their own security risks, Plasma chains are anchored to the root chain, inheriting its security through mechanisms like fraud proofs and state commitments. However, Plasma is not a single blockchain or token but a conceptual framework that can be implemented in various ways by different projects.$XPL #Plasma @Plasma
Keberhasilan Plasma sebagai Solusi Skalabilitas Blockchain
Seiring berkembangnya adopsi blockchain dan Web3 secara global, tantangan terbesar yang dihadapi industri ini adalah masalah skalabilitas. Jaringan blockchain publik seperti Ethereum sering mengalami kemacetan, biaya transaksi tinggi, dan kecepatan pemrosesan yang terbatas. Di tengah tantangan tersebut, Plasma hadir sebagai salah satu solusi penting yang menandai keberhasilan inovasi dalam dunia blockchain. Plasma pertama kali diperkenalkan oleh Vitalik Buterin dan Joseph Poon dengan tujuan memperluas kapasitas blockchain tanpa mengorbankan keamanan dan desentralisasi. Konsep utama Plasma adalah menciptakan child chain atau rantai turunan yang beroperasi di luar main chain. Dengan pendekatan ini, sebagian besar transaksi diproses di luar jaringan utama, sementara main chain hanya berfungsi sebagai lapisan keamanan dan penyelesaian akhir. Keberhasilan Plasma terletak pada kemampuannya mengurangi beban jaringan utama secara signifikan. Dalam sistem Plasma, ribuan hingga jutaan transaksi dapat diproses di child chain dengan biaya jauh lebih rendah dan kecepatan yang lebih tinggi. Hal ini menjadi solusi konkret terhadap masalah gas fee mahal yang selama ini menjadi hambatan utama bagi pengguna ritel dan pengembang aplikasi terdesentralisasi. Aspek keamanan juga menjadi faktor kunci keberhasilan Plasma. Melalui mekanisme fraud proof dan exit mechanism, pengguna tetap memiliki kendali penuh atas aset mereka. Jika terjadi kecurangan atau kegagalan pada child chain, pengguna dapat menarik aset kembali ke main chain dengan bukti kriptografi yang valid. Pendekatan ini membuktikan bahwa skalabilitas dapat dicapai tanpa harus mengorbankan prinsip keamanan blockchain. Dalam praktiknya, Plasma membuka jalan bagi berkembangnya berbagai use case Web3. Aplikasi DeFi dapat berjalan lebih efisien dengan transaksi cepat dan murah. Game blockchain dan NFT yang membutuhkan interaksi tinggi juga diuntungkan karena pengalaman pengguna menjadi lebih mulus tanpa hambatan biaya tinggi. Keberhasilan Plasma dalam mendukung ekosistem ini memperlihatkan perannya sebagai fondasi teknologi, bukan sekadar eksperimen teoritis. Selain dampak teknis, keberhasilan Plasma juga memberikan pengaruh strategis terhadap perkembangan solusi Layer 2 lainnya. Konsep child chain, komitmen data ke main chain, dan sistem keamanan berbasis bukti menjadi inspirasi bagi teknologi seperti Optimistic Rollup dan ZK-Rollup. Dengan kata lain, Plasma berkontribusi besar dalam membentuk arah inovasi skalabilitas blockchain modern. Meskipun kini muncul berbagai solusi baru, Plasma tetap dikenang sebagai tonggak penting dalam sejarah blockchain. Keberhasilannya membuktikan bahwa masalah skalabilitas dapat diatasi melalui desain arsitektur yang cerdas dan berorientasi jangka panjang. Di masa depan, prinsip Plasma akan terus relevan dan menjadi bagian dari evolusi blockchain menuju sistem yang lebih cepat, efisien, dan inklusif bagi semua pengguna. @Plasma #Plasma $XPL
Blockchain Plasma adalah salah satu solusi scaling yang dirancang untuk meningkatkan kapasitas dan efisiensi jaringan blockchain, terutama Ethereum. Konsep Plasma pertama kali diperkenalkan oleh Vitalik Buterin dan Joseph Poon sebagai cara untuk memproses transaksi dalam jumlah besar tanpa membebani main chain.
Plasma bekerja dengan membuat child chain atau rantai turunan yang terhubung ke blockchain utama. Transaksi dilakukan di child chain, sementara hanya data penting dan bukti kriptografi yang dicatat di main chain. Dengan mekanisme ini, biaya transaksi bisa ditekan lebih rendah dan kecepatan pemrosesan meningkat secara signifikan.
Keunggulan Plasma terletak pada kemampuannya menjaga keamanan melalui fraud proof, sehingga pengguna tetap bisa menarik aset mereka ke main chain jika terjadi masalah. Solusi ini sangat relevan untuk aplikasi seperti DeFi, game blockchain, dan NFT yang membutuhkan transaksi cepat dan murah.
Di tengah adopsi Web3 yang terus berkembang, Plasma menjadi fondasi penting dalam mewujudkan blockchain yang lebih skalabel, efisien, dan ramah pengguna.
Plasma to Build the Leading Blockchain for Stablecoin
@Plasma announce that raised $24M across our Seed and Series A, led by Framework and Bitfinex/USD₮0. Other participants include global leaders in the stablecoin and payments industry—DRW/Cumberland, Bybit, Flow Traders, 6th Man Ventures, IMC, Nomura, Karatage—as well as industry-leading angels and advisors including Paolo Ardoino, Peter Thiel, Cobie, and Zaheer Ebtikar. The Trillion Dollar Stablecoin Opportunity Stablecoins have emerged as one of crypto’s most critical use cases, redefining global money movement by enabling near-instant, low-cost, 24/7 global, and permissionless payments while providing access to leading fiat currencies like the US dollar. Over the last few months, we have seen unprecedented levels of excitement about the vertical, both from traditional financial institutions and the public sector, including the White House. Consider Stripe’s $1.1 billion acquisition of Bridge, US President Donald Trump’s executive order to promote the development of dollar-backed stablecoins, US Senator Hagerty’s new stablecoin bill, and Crypto Czar David Sacks’ endorsement of stablecoins as a primary driver for US dollar dominance with the potential to generate trillions of dollars in demand for US treasuries. Yet, despite this explosion of interest and growth, the stablecoin market faces a major obstacle: legacy blockchains limit the rate of adoption. Most blockchains were designed long before stablecoins gained traction—or even existed. Today, stablecoins have over $220 billion in supply, and trillions of dollars are transferred monthly. However, this activity currently settles on blockchains with obstacles like high transaction fees, centralization issues, high transaction failure rates, and a lack of specialized features that are required to support stablecoins from first principles. Plasma has been built to solve all of these challenges. Plasma – The Endgame Blockchain For Stablecoins Plasma is the purpose-built blockchain that will drive global stablecoin adoption to the next level and unlock trillions of dollars onchain. Engineered from the ground up to address the unique needs of stablecoins, Plasma provides a scalable, efficient, and secure foundation for the next generation of money movement. Plasma is a high-performance Layer 1 purpose-built for stablecoin payments, pairing a Fast HotStuff-derived PlasmaBFT consensus with a Reth-based EVM execution layer for sub-second finality and fee-free USD₮ transfers. This design gives developers Ethereum-grade familiarity and high throughput, tailored for global, low-friction money movement.
Plasma is uniquely positioned in the market, and we aim to capture the trillion-dollar stablecoin opportunity starting with USD₮, issued by Tether. USD₮ is the largest stablecoin worldwide and commands nearly a 70% market share. Backed by Bitfinex and USD₮0, Plasma enables zero-fee USD₮ transfers, making it the most efficient and scalable blockchain for stablecoin payments available today. “With strong growth in both supply and users, we are entering a new phase of mainstream adoption for stablecoins. To meet this challenge, it’s more important than ever to have secure, decentralized, and scalable infrastructure in place. Plasma is designed to provide these essential rails by leveraging Bitcoin as its security layer.” — Paolo Ardoino, CTO at Bitfinex. #Plasma $XPL
Plasma: Solusi Skalabilitas yang Pernah Mendahului Zaman
@Plasma adalah salah satu konsep skalabilitas paling awal dalam ekosistem Ethereum yang pernah digadang-gadang sebagai solusi untuk mengatasi keterbatasan transaksi di mainnet. Diperkenalkan oleh Vitalik Buterin dan Joseph Poon, Plasma dirancang sebagai layer tambahan yang memungkinkan transaksi diproses di luar blockchain utama, lalu hasil akhirnya dikirim kembali ke mainnet Ethereum. Inti dari Plasma adalah efisiensi. Dengan memindahkan aktivitas transaksi ke child chain, beban jaringan utama bisa berkurang drastis. Ini berarti biaya transaksi lebih murah dan kecepatan yang jauh lebih tinggi dua hal yang sangat dibutuhkan saat adopsi blockchain mulai melonjak. Meski kini narasi Plasma mulai tergeser oleh teknologi baru seperti Optimistic Rollup dan ZK-Rollup, Plasma tetap memiliki peran penting dalam sejarah perkembangan Layer 2. Banyak ide fundamental Plasma yang menjadi fondasi bagi solusi skalabilitas modern saat ini. Plasma mengajarkan satu hal penting dalam dunia crypto: inovasi tidak selalu langsung sempurna, tapi selalu membuka jalan. Di market yang terus berevolusi, memahami teknologi seperti Plasma membantu kita melihat bahwa setiap narasi lama bisa kembali relevan atau setidaknya memberi insight berharga untuk membaca tren berikutnya. Dalam crypto, yang bertahan bukan hanya yang baru, tapi yang adaptif. $XPL #Plasma
Di era di mana uang digital semakin mendominasi, ada satu proyek yang sedang menggebrak pasar: Plasma Blockchain. Bukan sekadar chain biasa, @Plasma dirancang khusus sebagai Layer 1 untuk pembayaran stablecoin berbasis dolar AS seperti USDT/USD₮. Bayangkan: transfer global instan, biaya super rendah, dan skalabilitas hingga triliun dolar. Ini bukan mimpi, tapi realitas yang Plasma tawarkan. Mari kita kupas tuntas mengapa proyek ini bisa jadi game-changer dan mengapa Anda harus ikut serta sekarang!Apa Itu Plasma?Plasma adalah blockchain berkinerja tinggi yang fokus pada ekosistem stablecoin. Dibangun dengan kompatibilitas penuh Ethereum Virtual Machine (EVM), Plasma menggabungkan keamanan ala Bitcoin dengan fleksibilitas kontrak pintar. Konsensus uniknya, PlasmaBFT, memungkinkan finalitas transaksi dalam sub-detik – artinya, kirim uang ke mana saja tanpa menunggu lama. Contoh nyata: Kirim $5.000 lintas batas hanya dalam 3 detik dengan biaya 3 sen saja! Ini jauh lebih efisien daripada jaringan tradisional seperti Ethereum atau bahkan Solana di saat-saat sibuk.Proyek ini lahir dari visi untuk membuat stablecoin jadi alat pembayaran sehari-hari. Dengan likuiditas awal mencapai $2 miliar di protokol lending seperti Aave pada hari pertama peluncuran, Plasma langsung jadi pemimpin di segmen ini. USDT0, varian stablecoin mereka, telah memindahkan $63 miliar dalam satu tahun, membuktikan adopsi massal. Fitur Unggulan yang Bikin KetagihanTransfer Super Cepat dan Murah: Lupakan biaya gas mahal. Plasma optimalkan untuk pembayaran USD₮ skala global, ideal untuk remittance, e-commerce, atau bahkan payroll perusahaan. Kemitraan Strategis: Baru-baru ini, Plasma bermitra dengan Oobit, memungkinkan pengguna belanja stablecoin di lebih dari 100 juta merchant Visa worldwide langsung dari wallet crypto Anda! Bayangkan bayar kopi di Starbucks pakai USDT tanpa konversi ribet. Integrasi Chainlink: Pada Oktober 2025, Plasma gabung program Chainlink Scale, pakai oracle resmi untuk data akurat. Ini tingkatkan keamanan dan adopsi, terutama untuk DeFi apps. Neobank Stablecoin Pertama: Plasma luncurkan neobank senilai $373 juta, tawarkan yield hingga 10% pada simpanan stablecoin. Layanan ini cover 150 negara, termasuk fitur Plasma One untuk manajemen aset mudah. Bagi investor, ini peluang farming dengan imbalan tinggi, meski hati-hati karena nilai token XPL sempat turun 85% akibat fluktuasi pasar. Fokus pada Likuiditas: Sekitar 65% stablecoin di Plasma disimpan di Aave, didorong insentif farming. Ini ciptakan ekosistem stabil, meski hype awal mulai mereda justru saatnya masuk untuk long-term holder! Tantangan dan Potensi Masa DepanTentu saja, seperti proyek crypto lain, Plasma punya tantangan. Penurunan nilai XPL baru-baru ini karena imbalan farming kurang kompetitif dalam dolar AS, tapi ini pelajaran berharga. Tim Plasma terus inovasi, seperti integrasi dengan protokol lintas rantai untuk ekspansi lebih luas. Di 2026, dengan regulasi stablecoin semakin matang (terima kasih MiCA di Eropa dan aturan AS), Plasma bisa jadi tulang punggung pembayaran digital. #Plasma $XPL
Revolusi Stablecoin: Mengapa Plasma Blockchain Layak Jadi Sorotan Anda!
Halo, para penggemar crypto dan inovator fintech! Di era di mana uang digital semakin mendominasi, ada satu proyek yang sedang menggebrak pasar: @Plasma Blockchain. Bukan sekadar chain biasa, Plasma dirancang khusus sebagai Layer 1 untuk pembayaran stablecoin berbasis dolar AS seperti USDT/USD₮. Bayangkan: transfer global instan, biaya super rendah, dan skalabilitas hingga triliun dolar. Ini bukan mimpi, tapi realitas yang Plasma tawarkan. Mari kita kupas tuntas mengapa proyek ini bisa jadi game-changer dan mengapa Anda harus ikut serta sekarang!Apa Itu Plasma?Plasma adalah blockchain berkinerja tinggi yang fokus pada ekosistem stablecoin. Dibangun dengan kompatibilitas penuh Ethereum Virtual Machine (EVM), Plasma menggabungkan keamanan ala Bitcoin dengan fleksibilitas kontrak pintar. Konsensus uniknya, PlasmaBFT, memungkinkan finalitas transaksi dalam sub-detik – artinya, kirim uang ke mana saja tanpa menunggu lama. Contoh nyata: Kirim $5.000 lintas batas hanya dalam 3 detik dengan biaya 3 sen saja! Ini jauh lebih efisien daripada jaringan tradisional seperti Ethereum atau bahkan Solana di saat-saat sibuk.Proyek ini lahir dari visi untuk membuat stablecoin jadi alat pembayaran sehari-hari. Dengan likuiditas awal mencapai $2 miliar di protokol lending seperti Aave pada hari pertama peluncuran, Plasma langsung jadi pemimpin di segmen ini. USDT0, varian stablecoin mereka, telah memindahkan $63 miliar dalam satu tahun, membuktikan adopsi massal. #Plasma $XPL
Mengenal Plasma: Blockchain Layer-1 untuk Pembayaran Stablecoin dan Ekosistemnya
Plasma ($XPL) adalah salah satu inovasi terbaru di dunia blockchain yang dirancang khusus untuk merevolusi pembayaran global berbasis stablecoin.Diluncurkan pada September 2025, Plasma bertujuan menjadi infrastruktur utama untuk transaksi digital dollar seperti USDT (Tether), dengan fokus pada kecepatan, biaya rendah, dan kemudahan penggunaan . Di tengah pertumbuhan pesat stablecoin yang mencapai nilai pasar lebih dari $275 miliar, Plasma hadir sebagai solusi yang dioptimalkan untuk mengatasi keterbatasan blockchain umum seperti Ethereum atau Solana, yang tidak dirancang khusus untuk stablecoin. Proyek ini bertujuan membawa triliunan dolar ke on-chain, menciptakan sistem keuangan terbuka yang transparan dan efisien, mirip dengan Visa atau Mastercard tapi terdesentralisasi. Secara teknis, Plasma menggabungkan model UTXO Bitcoin untuk transfer nilai yang skalabel dengan kompatibilitas EVM (Ethereum Virtual Machine), sehingga developer bisa men-deploy smart contract Ethereum dengan mudah.Konsensusnya menggunakan PlasmaBFT, varian dari HotStuff yang ditulis dalam bahasa Rust, memungkinkan throughput lebih dari 1.000 transaksi per detik (TPS) dengan finality sub-detik. Selain itu, ada bridge trust-minimized ke Bitcoin, yang memungkinkan BTC digunakan langsung di ekosistem Plasma tanpa kustodian terpusat. $XPL adalah token native Plasma yang berfungsi sebagai pondasi ekonomi dan keamanan jaringan. Total supply-nya adalah 10 miliar token, dengan alokasi sebagai berikut (berdasarkan data terbaru): • Ecosystem & Growth: 40% (4 miliar XPL) untuk bootstrap ekosistem, termasuk inisiatif strategis dan pengembangan dApps. • Staking dan Validator Rewards: Digunakan untuk Proof-of-Stake, di mana validator stake $XPL untuk mengamankan jaringan dan mendapatkan reward. • Governance: Di masa depan, $XPL akan digunakan untuk partisipasi tata kelola jaringan. @Plasma merupakan proyek stablecoin kuat karna ekosistem Plasma berkembang pesat berkat dukungan institusional. Didukung oleh Tether (penerbit USDT), Bitfinex, dan VC besar seperti Paolo Ardoino (CEO Tether), Scott Bessent (US Treasury Secretary), Chris Giancarlo (mantan Ketua CFTC), dan David Sacks (Crypto and AI Czar). #plasma
@Plasma $ ($XPL) je projekt blockchain Layer-1 (L1), který byl navržen speciálně pro podporu globálních plateb založených na stablecoinech (zejména USDT/Tether), s hlavním zaměřením na to, aby byly převody stablecoinů velmi rychlé, levné (dokonce bez poplatků za jednoduché převody USDT) a snadno použitelné jak pro běžné uživatele, tak pro instituce.
Co dělá Plasma jiným než jiné blockchainy? Na rozdíl od Etherea, Solany nebo jiných univerzálních blockchainů, které byly vytvořeny pro různé účely, byl Plasma postaven od nuly speciálně pro stablecoiny. Některé z jeho hlavních funkcí: - Převody USDT bez poplatků → Převod USDT (jednoduché odesílání/přijímání) zdarma díky systému správy protokolu, který automaticky hradí náklady na plyn. - Vlastní token na plyn → Poplatky za transakce lze platit pomocí USDT, BTC nebo jiných předem schválených aktiv (není nutné používat XPL pro každou transakci). - EVM-kompatibilní → Lze spouštět smart kontrakty Ethereum, ale optimalizované pro rychlé platby. - Konsensus PlasmaBFT → Rychlá verze HotStuff (napsaná v Rustu), která poskytuje vysokou rychlost + rychlou finalitu. - Bitcoin most → Existuje integrace s minimálním důvěrou s Bitcoinem, která umožňuje používat BTC v ekosystému Plasma. - Funkce soukromí (ve vývoji) → Tajné transakce, které lze přesto auditovat.
Cílem je: Umožnit, aby stablecoiny mohly být skutečně používány jako digitální peníze v každodenním životě (mezinárodní převody, mikroplatby, platby obchodníkům) bez překážek v poplatcích za plyn nebo složitosti jako v jiných řetězcích.
#2025withBinance Rok 2025 byl pro mě významným rokem, úspěšně jsem shromáždil aktivum, která mi předtím připadala nemožná dosáhnout, a ukázalo se, že to, co původně považoval za nemožné, se podařilo realizovat díky konzistentnímu sledování Binance Alpha.
Moje rozhodnutí na rok 2026 spolu s Binance - Vždy hlouběji se vzdělávat v oblasti blockchainu - Učit se způsobu technické a základní analýzy - Nezaujímat se FOMO a muset provádět DYOR - Být vděčný za zdraví a volný čas, který si stále můžu užívat - Moci si koupit dům z výnosů z obchodování kryptoměn - Konzistentně provádět DCA na trhu s hotovostními aktivy - Provádět diverzifikaci ve svém portfoliu - Nechtít příliš riskovat bez předchozího plánování - Učinit své rodiče šťastné výsledkem svého vlastního úsilí
Linea formerly known as ConsenSys zkEVM, is a Layer 2 (L2) network developed by ConsenSys, the company behind MetaMask. Its mission is to enhance blockchain scalability while improving user experience.
Built on zero-knowledge rollup (zkEVM) technology, Linea enables low-cost processing of thousands of transactions while maintaining security and full compatibility with the Ethereum mainnet. This makes it a powerful platform for diverse applications, including DeFi, NFTs, gaming, and digital identity. As of July 2025, Linea has grown to over 420 ecosystem partners and more than 1.3 million verified addresses, showing strong momentum in adoption.
Since the launch of its mainnet on July 11, 2023, Linea has continued steady expansion. According to data from DefiLlama, it currently ranks as the sixth-largest Ethereum Layer 2 by total value locked (TVL), solidifying its position as a key player in the blockchain infrastructure landscape.
In Crypto world, what you hear today could become alpha tommorow. But only if you move before everyone else. After discovering @rumour.app , I've become even more excited. Because I can meet cryptobross friends to discuss and share rumours about crypto, event, news, etc . Turning what you hear into the alpha you capture.
Rumour.app is the world's first rumour trading platform. An unfiltered, real-time arena where whispers, leaks, and market sentiment surface before the headlines hit. The platform is purpose-built to give traders an edge in spotting and acting-on emerging narrative, allowing them to move earlier than the rest of the market.
Stablecoin volume on Polygon in Q3 hit all Time highs, at $3.4B, and volume was up to 287M, a 21% quarter over quater increase. Institutions and startups alike are betting big on crypto and integrating on Polygon, including Stripe, Revolut, Nexo, Reliance Jio, and BlindPay.
Stable, near-instant, and low-cost, Polygon is the infrastructure payment service providers need to thrive.
Holoworld AI: Membuka Era Penciptaan Karakter AI Interaktif tanpa perlu Jago Coding 👀
@HoloworldAI menghadirkan cara baru untuk membuat karakter AI yang karismatik dan interaktif tanpa perlu kemampuan pemrograman. Melalui no-code studio yang mudah digunakan, siapa pun bisa membangun karakter dengan kepribadian, emosi, dan gaya bicara yang konsisten.
Pengguna dapat menentukan sifat dasar karakter, contoh percakapan, dan pengetahuan yang dimiliki dengan mengunggah dokumen atau catatan. Hasilnya, karakter AI terasa hidup, cerdas, dan relevan dalam berinteraksi.
Setelah selesai, karakter dapat dibagikan ke publik atau diintegrasikan ke situs, aplikasi, hingga dunia virtual. Selaras dengan semangat Web3, karakter yang dibuat juga dapat dijadikan aset digital unik di blockchain, memberikan bukti kepemilikan dan kendali penuh kepada kreatornya.
Holoworld AI membuktikan bahwa masa depan interaksi digital tidak lagi ditentukan oleh kode rumit, melainkan oleh karakter AI yang menarik dan penuh kepribadian.