Bitcoin Nampak Terkunci di Reset Tengah Siklus saat Data On-Chain Mulai Stabil
Dalam sebulan terakhir, para analis makin banyak menempatkan Bitcoin di pasar bear yang sedang berlangsung. Tapi, lima data penting menunjukkan bahwa pasar sebenarnya sedang mengalami reset pertengahan siklus setelah reli tajam ke rekor tertinggi di akhir 2025.
Data on-chain dan ETF saat ini memperlihatkan gelombang jual sudah mulai kehilangan kekuatan. Alih-alih investor jangka panjang keluar pasar, data justru menunjukkan pembeli yang telat masuk mulai tersingkir, sedangkan holder kuat justru menyerap pasokan aset.
Hal ini penting karena reset pertengahan siklus sering menandai peralihan dari aksi jual panik menuju fase akumulasi.
Outflow ETF Tunjukkan Washout, Bukan Distribusi Jangka Panjang
ETF Bitcoin AS mengalami aksi jual terbesar sejak peluncurannya pada paruh pertama Januari. Setelah terjadi arus masuk besar pada tanggal 2 dan 5 Januari—yang menghimpun dana lebih dari US$1,1 miliar secara total—ETF tersebut tiba-tiba mencatat arus keluar yang tajam.
Selama tiga sesi berikutnya, dana lebih dari US$1,1 miliar keluar dari produk ETF tersebut.
Aliran Dana Harian ETF Bitcoin Spot AS di Januari 2026 | Sumber: SoSoValue
Pola seperti ini adalah contoh klasik dari kapitulasi atau washout. Investor yang membeli ETF selama reli Oktober dan November masuk ketika Bitcoin berada di dekat harga tertinggi sepanjang masa. Saat harga gagal bertahan di atas US$95.000, banyak posisi mereka justru berbalik rugi. Penebusan kemudian terjadi dengan cepat karena manajer risiko dan trader jangka pendek menurunkan eksposur mereka.
Poin pentingnya, arus keluar ini bukanlah arus penjualan bertahap dan berlangsung berbulan-bulan seperti yang terjadi di pasar bear. Proses ini berlangsung cepat dan terkonsentrasi. Penjualan jenis ini biasanya akan segera melemah karena holder terlemah sudah keluar duluan.
Data terbaru sudah memperlihatkan bahwa aliran ETF mulai stabil, sehingga fase penjualan terpaksa sepertinya semakin mendekati akhir.
Dalam siklus pasar, washout ETF seperti ini biasanya mendahului fase konsolidasi sideways dan kemudian diikuti pemulihan.
Basis Biaya ETF Dekat US$86.000 Kini Menjadi Penopang Harga
Chart drawdown ETF dari CryptoQuant menunjukkan rata-rata harga realisasi Bitcoin yang dimiliki ETF kini mendekati US$86.000. Artinya, sebagian besar investor ETF yang masuk sejak reli Oktober sekarang sudah dekat ke posisi impas.
Level ini sangat penting. Ketika harga diperdagangkan di sekitar harga rata-rata kelompok pembeli terbesar, tekanan jual biasanya akan menurun.
Investor yang sudah menanggung kerugian telah keluar pasar. Sementara itu, mereka yang masih bertahan cenderung menunggu harga pulih daripada jual rugi sedikit.
Chart Drawdown ETF Bitcoin | Sumber: CryptoQuant
Sekara historis, zona basis biaya ini bertindak seperti gravitasi. Ketika Bitcoin jatuh terlalu jauh di bawah zona tersebut, pembeli mulai masuk. Bila harga naik terlalu jauh di atasnya, aksi ambil untung akan meningkat. Saat ini, posisi Bitcoin hanya sedikit di atas zona penahan ETF ini.
Hal inilah yang menjelaskan kenapa harga Bitcoin tetap stabil di kisaran US$88.000 hingga US$92.000 meski dana miliaran US dolar keluar dari ETF.
Basis biaya ETF kini menjadi area support struktural, yang biasanya terjadi pada fase reset pertengahan siklus, bukan saat breakdown pasar bear.
Transfer BlackRock di Coinbase Cerminkan Mekanisme Penarikan Dana
Data blockchain menunjukkan BlackRock memindahkan 3.743 BTC dan 7.204 ETH ke Coinbase Prime. Sekilas, transaksi ini terlihat seperti aksi jual institusi.
Namun, mekanisme ETF sangat berperan di sini. Ketika investor menebus saham ETF, dana harus mengirimkan Bitcoin kepada peserta yang berwenang. Coinbase Prime sendiri berfungsi sebagai pusat kustodian dan penyelesaian proses tersebut.
Ketika penebusan melonjak minggu lalu, BlackRock harus memindahkan BTC dan ETH demi memenuhi kewajiban itu.
Arah aliran aset ini mencerminkan kebutuhan likuiditas, bukan berarti BlackRock sedang mengambil posisi jual beli. BlackRock bukan pihak yang memutuskan kapan investor menebus. Mereka hanya memproses penarikan. Waktu transfer ini sama persis dengan terjadinya arus keluar ETF yang besar di awal Januari.
Di pasar bear, kamu akan melihat dana memangkas eksposur dalam kurun waktu berbulan-bulan. Tapi di kasus ini, yang terjadi hanyalah investor jangka pendek keluar dan ETF menyelesaikan transaksi mereka.
Hal itu cocok disebut reset siklus, bukan aksi keluar institusi secara terstruktur.
Coinbase Premium Menunjukkan Institusi AS Berhenti Sementara
Indeks Premium Coinbase berbalik menjadi sangat negatif pada tanggal 12 Januari. Artinya, Bitcoin di Coinbase diperdagangkan lebih murah daripada di exchange luar negeri.
Coinbase sendiri kebanyakan melayani institusi AS dan investor bernilai tinggi. Jika premium bernilai positif, itu tandanya dana Amerika sedang aktif membeli.
Ketika premium berbalik negatif, artinya permintaan dari pasar AS sudah melemah.
Indeks Premium Coinbase untuk Bitcoin | Sumber: CryptoQuant
Saat ini, penurunan aktivitas itu memang masuk akal. Investor ETF baru saja mengalami kerugian besar. Banyak dana masih menunggu arus dana stabil sebelum masuk kembali.
Meskipun begitu, tidak ada aksi beli bukan berarti terjadi penjualan besar-besaran. Bitcoin spot tidak membanjiri Coinbase. Harga hanya tidak dikejar ke level yang lebih tinggi.
Dalam fase reset pertengahan siklus, pembeli institusi sering kali memilih menepi ketika holder lemah terpaksa keluar. Mereka akan kembali saat harga sudah stabil. Pola ini sesuai dengan apa yang ditampilkan oleh Coinbase Premium hari ini.
Arus Bersih Exchange Konfirmasi Pasokan Sedang Diserap
Rata-rata 30 hari arus bersih exchange Bitcoin mencapai level tertinggi sejak Oktober lalu. Lebih banyak Bitcoin masuk ke exchange, yang biasanya menjadi sinyal adanya tekanan jual.
Namun, konteks tetap penting. Pasokan ini sebagian besar berasal dari ETF yang melepas posisi dan juga dari arbitrage desk yang sedang menyelesaikan penebusan. Bukan berasal dari holder jangka panjang yang buru-buru keluar.
Arus Bersih Total Exchange Bitcoin | Sumber: CryptoQuant
Meski terjadi arus masuk besar, harga Bitcoin tidak ambruk. Harga tetap bertahan di kisaran rendah US$90.000. Ini mengisyaratkan bahwa pembeli di luar pasar ETF sedang menyerap pasokan tersebut. Termasuk di antaranya trader global, dana offshore, serta akumulator jangka panjang.
Saat aksi jual masuk ke pasar tetapi harga tetap bertahan, biasanya itu menandakan terjadinya redistribusi dari holder lemah ke holder yang lebih kuat. Proses ini memang umum terjadi dalam situasi reset di pertengahan siklus.
Apa Selanjutnya untuk Harga Bitcoin?
Lima data utama memberi kesimpulan yang sama. Bitcoin sedang melewati guncangan akibat ETF. Pembeli yang masuk terlambat sudah keluar. Holder jangka panjang tetap bertahan.
Selama Bitcoin mampu bertahan di atas biaya pokok ETF US$86.000, struktur pasar masih terjaga. Dalam kondisi ini, harga bisa bergerak sideways dan mencoba kembali menuju US$95.000.
Jika arus dana ETF kembali positif, pengujian ke level US$100.000 mungkin saja terjadi di akhir kuartal. Sementara itu, penurunan harga yang lebih dalam hanya mungkin jika terjadi gelombang penebusan ETF lagi.
Sejauh ini, data menunjukkan fase tersebut mulai berakhir.
Setelah Golden Globes, Akurasi Polymarket yang Hampir Sempurna Bikin Banyak Orang Heran
Pengguna Polymarket memasang 27 taruhan pada hasil Golden Globe Awards, dengan 26 di antaranya ternyata benar. Seiring meningkatnya popularitas prediction market terdepan ini, kekhawatiran mengenai insider trading pun ikut meningkat.
Kemitraan antara Polymarket dan Golden Globes juga menimbulkan pertanyaan apakah hal ini akan menjadi hal yang biasa untuk acara penghargaan di masa mendatang.
Polymarket Catat Tingkat Keberhasilan Golden Globes 96%
Pada hari Jumat, Golden Globes mengumumkan dalam siaran pers bahwa mereka telah bermitra dengan prediction market terbesar di dunia untuk acara penghargaan tahunan tersebut.
Di hari yang sama, Polymarket membuat 28 polling khusus Golden Globe, dengan 27 di antaranya hanya berfokus pada hasil dari berbagai kategori yang dipertaruhkan.
Dalam tiga hari saja, jutaan pengguna membanjiri platform untuk memasang taruhan siapa pemenang tahun ini. Poling mulai dari kategori Best Motion Picture hingga Best Podcast, dengan beberapa volume perdagangan melebihi US$275.000. Secara keseluruhan, kontrak mengumpulkan paling tidak US$2,5 juta dalam bentuk taruhan.
Polymarket mengalami lonjakan polling terkait Golden Globe menjelang acara penghargaan | Sumber: Polymarket.
Pada hari Minggu, acara penghargaan berjalan sesuai prediksi. Di akhir malam, bukan hanya para pemenang di atas panggung yang membawa pulang trofi.
Bettor Polymarket juga ikut bersuka cita, sebab platform ini berhasil memprediksi 26 dari 27 kategori dengan tingkat keberhasilan 96%.
Satu-satunya bettor yang menanggung kecewa adalah mereka yang bertaruh pada Sean Penn sebagai aktor pendukung terbaik, bukannya Stellan Skarsgard yang akhirnya menang berkat perannya di Sentimental Value.
Kemitraan dadakan di menit-menit terakhir ini mengejutkan banyak pengamat. Apalagi, hasilnya memunculkan kembali perhatian pada kekhawatiran seputar potensi insider trading di platform yang regulasinya minim ini.
Pertanyaan Trust Semakin Banyak di Sekitar Kontrak Event
Meski tahun 2026 baru berjalan dua minggu, rangkaian peristiwa terkait polling prediction market sudah mengundang banyak perhatian.
Pada hari Rabu, polemik muncul dari ruang pers Gedung Putih setelah Sekretaris Karoline Leavitt menutup sesi briefing hariannya di menit ke-64 lewat 30 detik, hanya selisih sedikit dari ambang 65 menit yang dijadikan batas taruhan oleh prediction market Kalshi.
Pada saat itu, pasar menunjukkan 98% probabilitas bahwa briefing akan lebih dari 65 menit. Trader yang bertaruh melawan hasil tersebut memperoleh imbal hasil hingga 50 kali lipat dalam hitungan detik.
Kejadian itu langsung memunculkan kekhawatiran tentang potensi insider trading. Tapi, Kalshi kemudian menepis tudingan ini karena volume perdagangan polling tersebut tergolong kecil.
Meski begitu, kekhawatiran semacam ini punya contoh nyata yang sulit diabaikan.
Pada 3 Januari, hanya beberapa jam sebelum AS mengumumkan penangkapan dan ekstradisi Nicolás Maduro dari Venezuela, seorang trader Polymarket meraih lebih dari US$400.000 lewat taruhan bahwa Maduro akan lengser sebelum bulan berakhir.
Polymarket juga menarik dana dari kalangan politik. Menurut Axios, pada 2025, perusahaan ini mengumumkan telah memperoleh investasi dari 1789 Capital, venture firm yang berkaitan dengan Donald Trump Jr. yang juga bergabung dalam jajaran dewan penasihatnya.
Serangkaian kejadian ini pun ikut menyoroti hubungan yang semakin erat antara dunia kripto dan prediction market.
Arus Kripto Naik dengan Volume Taruhan
Polymarket sangat terhubung dengan teknologi on-chain. Pengguna bisa mentransfer dana lintas beberapa jaringan, termasuk Ethereum, Polygon, Base, dan Arbitrum, serta bisa menyetor aset seperti USDT dan USDC.
Ketika aktivitas taruhan meningkat, permintaan stablecoin pun nampaknya akan ikut naik, sehingga stablecoin semakin banyak digunakan dalam taruhan penghargaan.
Dengan Oscar sekitar dua bulan lagi, hasil Golden Globes memunculkan pertanyaan apakah prediction market yang seakurat ini akan jadi tren baru di acara penghargaan lain ke depannya.
Hingga sekarang, Academy Awards belum mengumumkan kemitraan serupa. Sekalipun demikian, Polymarket sudah mencantumkan polling terkait hasil kategori.
Dari 22 poling yang saat ini tersedia, volume perdagangan berkisar antara US$112.000 hingga US$8 juta.
3 Altcoin yang Berpotensi Capai All-Time High di Minggu Kedua Januari 2026
Pasar aset kripto mulai menunjukkan tanda-tanda awal rotasi setelah awal tahun yang penuh gejolak. Sementara beberapa aset masih bergerak dalam rentang harga yang sempit, beberapa setup terpilih sedang menguat secara perlahan di bawah level resistance kunci. Dalam konteks ini, BeInCrypto telah mengidentifikasi altcoin yang bisa saja mencetak all-time high jika momentum terus terbangun.
Setiap setup ini menggabungkan struktur harga yang kuat, pemicu kenaikan yang jelas, dan level invalidasi yang sudah terdefinisi dengan baik untuk diperhatikan secara seksama minggu ini.
Monero (XMR)
Monero muncul sebagai salah satu altcoin yang bisa mencetak all-time high minggu ini, didukung oleh rotasi modal dan gejolak di ranah aset kripto privasi lainnya. XMR naik hampir 18% dalam 24 jam terakhir dan lebih dari 35% selama tujuh hari terakhir, dengan arus masuk yang makin deras setelah kegaduhan di sekitar Zcash mengalihkan perhatian ke Monero.
Saat ini, harga XMR diperdagangkan tepat di bawah all-time high sebelumnya, dekat US$598, sehingga XMR berada di wilayah breakout. Reli terbaru diawali oleh breakout pola ascending channel pada 11 Januari, yang mendorong momentum secara tajam ke atas. Penjual memang sempat masuk di dekat puncak sebelumnya, meninggalkan ekor atas yang panjang, tapi struktur secara keseluruhan tetap utuh dan tidak batal.
Ada sinyal kehati-hatian jangka pendek di balik permukaan. On-Balance Volume (OBV), indikator yang memantau tekanan beli dan jual, menunjukkan divergensi bearish. Walaupun harga XMR terus naik, OBV membentuk lower high dari 9 November hingga 12 Januari (masih berkembang sekarang). Ini menandakan dukungan volume sudah melemah, sehingga aksi harga memasuki zona all-time high mengalami resistance.
OBV Monero Terasa Melemah | Sumber: TradingView
Ingin insight token seperti ini? Daftarkan diri untuk Newsletter Harian Crypto dari Editor Harsh Notariya di sini.
Meskipun begitu, struktur bullish masih tetap valid. Jika Monero mampu menembus US$592–US$598 dengan kuat maka peluang menuju US$658 akan terbuka, dengan target lanjutan di kisaran US$704, yang berarti potensi kenaikan sekitar 21% dari level saat ini jika momentum dan sentimen privasi bertahan.
Analisis Harga Monero | Sumber: TradingView
Level invalidasi sangat jelas. Jika Monero turun di bawah US$523, yang juga merupakan level Fibonacci 0,618 yang biasanya kuat, maka asumsi breakout akan gugur. Hal ini dapat membawa harga melakukan koreksi lebih dalam ke US$480, dan mungkin saja lanjut ke US$411 jika kondisi pasar secara umum makin melemah.
Canton (CC)
Canton juga masuk di daftar coin yang bisa cetak all-time high, didorong oleh struktur harga yang bersih. Token ini naik sekitar 11% dalam 24 jam terakhir dan kini diperdagangkan sekitar 17% di bawah all-time high sebelumnya, sehingga masih berada dalam zona breakout.
Yang jadi sorotan adalah struktur grafik harian. Canton terus membentuk pola bull flag, yaitu pola kelanjutan tren yang biasa muncul setelah harga naik tajam. Bull flag ini berhasil breakout ke atas pada 11 Januari, yang menyebabkan lonjakan tajam dalam sesi terakhir. Secara historis, pola ini kerap menjadi pijakan kelanjutan tren naik.
Konteks juga sangat penting. Flag tersebut muncul setelah lonjakan hampir 200% yang mendorong Canton ke fase price discovery di awal siklus ini. Setelah itu terjadi konsolidasi—memasukkan harga ke zona flag—bukan distribusi. Inilah yang membedakan usaha breakout sekarang dengan reli di penghujung tren.
Analisis Harga Canton | Sumber: TradingView
Untuk melanjutkan kenaikan, rintangan utama pertama ada di sekitar US$0,177 yang sangat dekat dengan all-time high sebelumnya. Jika bisa menutup harian secara bersih di atas level ini, Canton akan kembali masuk ke skenario price discovery. Jika momentum tetap ada, zona US$0,197 (ekstensi Fibonacci 0,618) akan menjadi target berikutnya. Lebih lanjut lagi, proyeksi secara luas mengarah ke area US$0,243.
Level invalidasi juga sudah sangat tegas. Jika Canton menembus ke bawah US$0,124 maka pembeli harus mempertahankan area US$0,112 dengan agresif. Break down di bawah area ini akan membatalkan struktur bull flag sekaligus melemahkan tesis all-time high.
Rain (RAIN)
Rain melengkapi daftar altcoin yang kemungkinan besar bisa cetak all-time high dalam waktu dekat. Token ini diperdagangkan sekitar 5,6% di bawah all-time high dan turun sekitar 1% dalam 24 jam terakhir. Meski sempat jeda naik, performa tujuh hari masih positif sekitar 10%, menandakan struktur secara keseluruhan tetap konstruktif.
Setup saat ini bermula dari breakout pola inverse head-and-shoulders pada 6 Januari. Breakout itu membawa Rain ke price discovery, dengan rekor all-time high baru mendekati US$0,010. Sejak saat itu, momentum mulai melandai. Harga naik-turun cukup tajam dan sempat turun ke US$0,0081, sebelum akhirnya kembali ke area US$0,0088.
Reclaim tersebut sangat penting. Ini menunjukkan bahwa pembeli masih mempertahankan struktur dan belum benar-benar keluar dari pasar. Tapi, pergerakan naik terhenti tepat di bawah US$0,0089, yang sebelumnya sudah pernah menolak harga naik. Level ini sekarang jadi hambatan utama pertama. Jika harga berhasil breakout bersih di atas US$0,0089, Rain bisa kembali menguji area US$0,010, yang merupakan level psikologis sekaligus all-time high. Jika level itu berubah jadi support, RAIN bisa lanjut naik menuju US$0,0114 jika kondisi pasar makin kuat.
Meski begitu, momentum tetap perlu konfirmasi. On-balance volume (OBV) memberi sinyal hati-hati. Di antara 4 Januari dan 11 Januari, harga memang naik tapi OBV malah turun, yang menandakan partisipasi mulai melemah atau profit taking terjadi di balik reli ini. Divergensi ini mengisyaratkan bahwa mungkin butuh konsolidasi dulu sebelum ada upaya breakout berikutnya.
Analisis Harga RAIN | Sumber: TradingView
Kalau Rain gagal bertahan di atas US$0,0081, level berikutnya yang harus dipertahankan bull ada di US$0,0078. Jika zona itu hilang, setup bullish continuation akan batal dan perhatian market bakal bergeser ke potensi konsolidasi yang lebih dalam.
Saat ini, Rain lebih terlihat seperti sedang reset, bukan penolakan. Struktur masih utuh, tapi volume harus kembali meningkat agar peluang menuju all-time high berikutnya bisa terbuka lebih besar.
3 Meme Coin yang Perlu Diperhatikan di Minggu Kedua Januari 2026
Pasar meme coin saat ini memberikan sinyal yang beragam. Walaupun kategori ini masih turun lebih dari 5% dalam sepekan terakhir, harga-harga justru naik sekitar 5% dalam 24 jam terakhir, yang menandakan adanya minat baru. Di tengah kondisi ini, ada tiga meme coin yang patut dicermati karena alasan yang sangat berbeda-beda.
Satu koin sedang naik meski terjadi penjualan dari whale, satu lagi mengalami akumulasi besar-besaran saat koreksi, sementara koin ketiga memperlihatkan lonjakan volume di sekitar momen teknikal penting yang berhasil direbut kembali.
Pump.fun (PUMP)
Di antara meme coin yang patut dipantau minggu ini, Pump.fun (PUMP) menonjol karena alasan yang berbeda. Saat banyak meme token kehilangan momentum, PUMP justru terus menunjukkan kekuatan relatif. Token ini naik sekitar 6% dalam 24 jam terakhir dan hampir 9% sepanjang tujuh hari terakhir, sehingga tetap masuk dalam daftar pantauan trader jangka pendek.
Catatan: Pump.fun sebenarnya bukan meme coin secara desain. Platform ini merupakan tempat peluncuran di mana meme coin dibuat dan diperdagangkan. PUMP dibahas di sini karena CoinGecko mengkategorikannya sebagai meme coin, dan pergerakannya baru-baru ini benar-benar berdampak bagi performa kategori tersebut minggu ini.
Fitur PUMP dalam Kategori Meme | Sumber: CoinGecko
Pergerakan harga menunjukkan Pump.fun sedang membentuk pola cup and handle, namun dengan catatan penting. Pola cup-nya menurun, bukan datar. Hal ini penting karena cup yang menurun sering menandakan keyakinan yang lebih lemah di balik pergerakan harga. Breakout dari struktur ini tetap mungkin terjadi, asalkan ada aksi beli lanjutan yang lebih kuat dari biasanya.
Analisis Harga PUMP | Sumber: TradingView
Kondisi keraguan ini terlihat pada perilaku whale. Dalam tujuh hari terakhir, wallet whale telah mengurangi kepemilikan sebesar 6,37%. Saldo whale kini berada di 12,02 miliar PUMP, artinya sekitar 820 juta token dijual selama periode harga naik tersebut. Dengan harga saat ini, distribusi ini setara sekitar US$2 juta.
Whale PUMP | Sumber: Nansen
Perbedaan ini sangat penting. Harga memang masih naik, tetapi holder besar justru menjual di tengah penguatan. Situasi ini tidak membatalkan potensi setup bullish, namun memang membuat konfirmasi breakout jadi lebih sulit.
Pada grafik, level US$0,0026 menjadi titik penting yang perlu diperhatikan. Jika harga ditutup harian di atas level tersebut, maka itu akan mengonfirmasi breakout neckline dan membuka peluang menuju US$0,0037, membawa PUMP ke target kenaikan 75% sesuai kedalaman pola cup. Sebaliknya, bila harga kehilangan US$0,0023, lalu US$0,0020, maka pola gagal dan kehati-hatian whale terbukti benar.
Pepe (PEPE)
Pepe tetap menjadi salah satu meme coin terkuat untuk diperhatikan minggu ini, meski strukturnya mengirim sinyal beragam. Token ini naik hampir 35% dalam 30 hari terakhir, menjadikannya salah satu altcoin top gainer di kategori meme coin. Tapi, Pepe turun sekitar 14,5% selama tujuh hari terakhir, menandakan kelemahan jangka pendek di tengah tren besar yang masih solid.
Yang paling menonjol adalah aksi whale selama masa koreksi ini. Sejak 7 Januari, wallet whale menambah kepemilikan dari 133,15 triliun PEPE menjadi 134,32 triliun, atau bertambah sekitar 1,17 triliun token. Dengan harga saat ini sekitar US$0,0000059, nilai akumulasi bersih ini setara kurang lebih US$6,9 juta. Pembelian ini terjadi ketika pasar meme coin secara umum turun lebih dari 5%, menandakan keyakinan selektif daripada aksi risk-on secara luas.
Whale PEPE | Sumber: Santiment
Ingin insight token seperti ini? Daftar Newsletter Kripto Harian Editor Harsh Notariya di sini.
Grafik harga memberikan gambaran mengapa whale mungkin sedang membangun posisi sejak awal. Pada grafik 12 jam, Pepe sedang diperdagangkan dengan kisaran sempit di antara EMA 20-periode dan EMA 200-periode. EMA, atau exponential moving average, memberikan bobot lebih besar pada harga terbaru dan membantu menentukan arah tren. Kedua EMA ini sedang mendekat (converging), sehingga peluang terjadinya bullish crossover semakin besar jika harga bisa bertahan.
Secara historis, reclaim EMA periode 20 memang berarti penting untuk Pepe. Terakhir kali terjadi reclaim secara konsisten, pada 1 Januari, harga Pepe reli hingga 74%. Jika terjadi penutupan 12 jam yang bersih di atas kedua EMA, Pepe bisa saja bergerak naik ke US$0,0000075, lalu US$0,0000085.
Analisis Harga PEPE | Sumber: TradingView
Tapi, kegagalan justru membawa risiko. Jika harga menutup 12 jam di bawah US$0,0000056, Pepe bisa terancam koreksi lebih dalam ke US$0,0000039.
Whale nampaknya sedang bertaruh pada pembentukan struktur sebelum konfirmasi muncul. Keputusan EMA berikutnya kemungkinan akan menentukan apakah keyakinan itu akan membuahkan hasil.
Floki (FLOKI)
Meme coin lain yang perlu diperhatikan minggu ini adalah Floki, yang tengah mendapat perhatian lebih walau menunjukkan pelemahan jangka pendek. Dalam tujuh hari terakhir, harga FLOKI turun sekitar 8%, tapi masih naik hampir 12% selama 30 hari terakhir. Ini menempatkannya pada posisi yang mirip dengan Pepe, di mana pelemahan sementara terjadi di tengah penguatan yang lebih luas.
Data minat memperkuat alasan ini. Pada awal Januari, Floki menduduki peringkat meme coin paling banyak diperdagangkan ketiga baik dari volume maupun jumlah trader unik, hanya kalah dari Pepe dan BabyDoge. Peningkatan aktivitas ini menandakan para trader cenderung berpindah fokus, bukan meninggalkan ruang meme coin.
Metrik FLOKI | Sumber: Dune
Grafik harga membantu menjelaskan alasannya. Pada grafik 12 jam, FLOKI telah berhasil reclaim exponential moving average (EMA) periode 20. Level ini sangat penting bagi Floki. Setiap kali berhasil reclaim selama sebulan terakhir, harga bergerak naik dengan cepat. Pada 1 Januari lalu, reclaim serupa memicu reli hingga 52%. Reclaim yang lebih kecil pada 8 Desember tetap menghasilkan lonjakan 11%.
Analisis Harga FLOKI | Sumber: TradingView
Kondisi reclaim kali ini pun cukup menarik. Selama harga bertahan di atas EMA periode 20, Floki bisa saja mencoba naik ke US$0,000053, lalu berlanjut ke US$0,0000619 jika momentum menguat. Ini sejalan dengan lonjakan minat trading belakangan ini.
Risikonya juga jelas. Jika Floki gagal bertahan di atas EMA, maka US$0,000050 menjadi fokus berikut. Jika level itu hilang, harga bisa jatuh lebih tajam ke US$0,000038, terutama bila volume ikut menurun.
Standard Chartered Bertaruh pada Siklus Berikutnya Ethereum | Berita Kripto AS
Selamat datang di US Crypto News Morning Briefing—rangkumkan esensial perkembangan terpenting di dunia aset kripto untuk hari ini.
Siapkan kopi untuk bacaan hari ini, karena Standard Chartered menyesuaikan struktur internalnya, berfokus pada cara menata eksposur risikonya, di mana menempatkan risiko, dan aset mana yang dianggap paling penting saat gelombang institusi berikutnya hadir.
Berita Kripto Hari Ini: Strategi Kripto Standard Chartered Bisa Kalahkan Aturan Modal Basel III
Rencana Standard Chartered untuk membangun prime brokerage kripto mungkin mengungkap lebih dari sekadar upaya baru di aset digital.
Dengan menempatkan inisiatif ini di bawah divisi ventura, SC Ventures, bank tersebut nampaknya sedang merancang jalur masuk ke pasar kripto institusi sekaligus menghindari salah satu hambatan terbesar di sektor ini: aturan modal Basel III yang memberatkan.
Merujuk pada sumber yang mengetahui persoalan ini, Bloomberg melaporkan bahwa bank yang berbasis di London tersebut sedang menjajaki layanan prime brokerage kripto, yang akan menyediakan pembiayaan, penyimpanan, dan layanan trading untuk klien institusi.
Bisnis ini diharapkan beroperasi di luar divisi inti corporate dan investment banking bank, dan akan dijalankan di bawah naungan SC Ventures. Keputusan struktur ini bisa memangkas beban modal yang biasanya melekat pada eksposur kripto.
Di bawah aturan Basel III yang difinalisasi akhir 2022 lalu, bank mendapat bobot risiko sebesar 1.250% untuk aset kripto “permissionless” seperti Bitcoin dan Ether.
Karena beban ini jauh lebih tinggi dibandingkan bobot 400% yang diterapkan untuk beberapa investasi modal ventura, aturan ini secara efektif membuat bank enggan menyimpan kripto di neraca mereka.
Dengan menempatkan aktivitas kripto lewat unit bergaya ventura, Standard Chartered mungkin bisa makin dekat ke skema yang minim beban modal namun tetap berada di jalur regulasi.
Langkah ini sejalan dengan strategi kripto bank yang lebih luas. Standard Chartered mendukung platform institusi, termasuk Zodia Custody dan Zodia Markets, serta menjadi bank global sistemik pertama yang menawarkan trading aset kripto spot kepada klien institusi tahun lalu.
SC Ventures juga telah mengumumkan proyek Project37C, joint venture aset digital yang digambarkan sebagai “platform pembiayaan ringan dan pasar” yang mencakup kustodi, tokenisasi, dan akses pasar.
Mengapa Ethereum Menjadi Andalan Outlook Institusional Standard Chartered
Pandangan riset bank ini memperkuat posisinya di ranah institusi. Dalam catatan terbarunya, Kepala Riset Aset Digital Standard Chartered, Geoff Kendrick, menyampaikan bahwa Ethereum semakin berpotensi mengungguli Bitcoin, meski performa BTC yang melemah di luar prediksi masih membebani pasar aset digital secara umum.
“ETH-BTC [akan] kembali menuju level tertinggi tahun 2021,” ujar Kendrick, sembari menekankan meski dominasi Bitcoin masih menekan hasil absolut di seluruh kripto, fundamental relatif Ethereum telah menguat.
Kendrick juga menyebut pembelian berkelanjutan oleh perusahaan treasury aset digital terbesar yang fokus pada Ethereum, dominasi Ethereum di stablecoin, aset dunia nyata, dan decentralized finance, serta kemajuan rencana peningkatan throughput layer-1 Ethereum hingga 10 kali lipat.
Kendrick menyoroti regulasi sebagai katalis potensial. Pengesahan US CLARITY Act yang akan menciptakan kerangka kerja lebih jelas bagi aset digital, bisa sangat menguntungkan Ethereum dengan membuka pengembangan DeFi lebih lanjut.
Walaupun Standard Chartered menurunkan proyeksi ETH-USD untuk 2026–2028 akibat lemahnya pasar secara umum, bank ini justru menaikkan ekspektasi jangka panjang, dan memperkirakan ETH bisa tembus US$40.000 pada akhir 2030.
“Meski kami kini lebih optimistis pada ETH dibanding BTC, kami menurunkan proyeksi ETH-USD untuk 2026-28 karena lemahnya BTC. Namun, kami menaikkan proyeksi ETH-USD untuk akhir 2029, dan kami melihat harga bisa mencapai US$40.000 pada akhir 2030,” papar Kendrick.
Jika digabungkan, strategi struktur pasar dan pandangan riset bank ini menunjukkan tesis institusi yang terintegrasi. Prime brokerage kini muncul sebagai lapisan penting dalam infrastruktur pasar kripto saat partisipasi institusi makin pesat.
Pendekatan Standard Chartered menonjolkan ketegangan yang terus tumbuh antara visi regulator dan kondisi pasar. Selagi regulator global masih memperdebatkan aturan modal kripto, para bank sudah mencari cara ikut serta tanpa menunggu perubahan aturan.
Jika berhasil, ekspansi Standard Chartered yang dipimpin SC Ventures bisa menjadi cetakan baru bagaimana bank global terlibat di sektor kripto, dengan diam-diam membentuk adopsi institusi lewat struktur yang cerdas.
Chart of the Day
10 Perusahaan Treasury Ethereum Teratas | Sumber: StrategicETHReserve.xyz Byte-Sized Alpha
Berikut adalah rangkuman berita kripto AS lainnya yang perlu kamu ikuti hari ini:
Emas mendekati US$5.000, dan Perak tembus US$80 — sedangkan dolar mulai kehilangan dominasinya di pasar.
Data inflasi AS menjadi salah satu dari 4 peristiwa ekonomi yang bisa mempengaruhi sentimen Bitcoin pekan ini.
Ethereum mengalami rebound — namun apakah jebakan 20% sedang terbentuk di bawah satu level penting?
Peter Brandt mengungkapkan bagaimana Monero (XMR) bisa membentuk “God Candle” seperti Perak.
Ketua The Fed menyebut perdebatan suku bunga sebagai latar belakang penyelidikan DOJ.
Seberapa realistis roadmap Ethereum Ossifiability dari Vitalik Buterin?
3 Altcoin Hadapi Risiko Likuidasi Tinggi di Pekan Kedua Januari
Pasar altcoin memasuki minggu kedua Januari dengan sinyal yang belum jelas. Beberapa token berhasil mencatatkan harga tertinggi baru sepanjang masa, sedangkan yang lain mulai pulih di tengah skeptisisme. Sebagian besar altcoin masih berjuang untuk bangkit setelah aksi jual besar yang terjadi pada Oktober tahun lalu.
Dalam situasi tersebut, tiga altcoin menghadapi risiko likuidasi besar karena para trader mungkin salah menilai permintaan pasar yang sebenarnya.
1. Solana (SOL)
Gelombang meme coin awal tahun 2026 memang tidak terlalu kuat, namun ini menunjukkan bahwa para trader mulai lebih terbuka terhadap risiko. Ekosistem Solana telah mencatatkan berbagai rekor baru. Volume DEX Pump.fun sudah menyentuh level tertinggi sepanjang masa. Jumlah meme token yang rilis setiap hari juga melonjak tajam.
Akhirnya, banyak trader tetap optimistis SOL akan naik sepanjang sisa Januari. Optimisme ini terlihat dalam data likuidasi, di mana potensi likuidasi kumulatif pada posisi long jauh lebih besar daripada posisi short.
Peta Likuidasi Exchange SOL | Sumber: Coinglass
Namun, bisa saja para trader terlalu melebih-lebihkan permintaan ini. Data Santiment menunjukkan bahwa jumlah wallet baru yang dibuat setiap minggu mencapai 30,2 juta pada November 2024. Sekarang, angka tersebut telah turun jadi 7,3 juta.
Pertumbuhan Jaringan Solana | Sumber: Santiment
Grafik tersebut memperlihatkan bahwa reli SOL sangat berkaitan erat dengan pertumbuhan wallet baru mingguan. Penurunan tajam pada metrik ini justru memperlemah dasar fundamental dari pemulihan harga di awal tahun.
“Solana telah melesat hingga US$144 ketika berupaya menembus resistance di US$145. Keberhasilannya sangat bergantung pada apakah pertumbuhan jaringan SOL bisa mulai naik lagi,” lapor Santiment dalam siaran mereka.
Laporan BeInCrypto terbaru juga menyinggung bahwa SOL mulai pulih berkat masuknya modal institusi ke dalam ekosistem. Namun, investor ritel masih belum banyak yang terlibat. Padahal, kelompok ini dulu selalu jadi penggerak reli SOL yang sangat tinggi.
Jika para trader long terus mengejar posisi tanpa perencanaan stop-loss yang ketat, mereka bisa menghadapi likuidasi hampir US$1 miliar. Situasi ini bisa terjadi bila SOL turun lagi ke area US$132 dalam minggu ini.
2. Monero (XMR)
Diskusi tentang Monero (XMR) di komunitas kripto semakin positif dibanding sebelumnya. Hari ini, XMR sukses menembus rekor harga tertinggi baru sepanjang sejarah. Sementara itu, pesaingnya yakni Zcash (ZEC) turun drastis seiring melemahnya kepercayaan pasar.
Peta panas likuidasi selama tujuh hari terakhir memperlihatkan bahwa potensi likuidasi kumulatif pada posisi long jauh lebih tinggi daripada posisi short. Para trader long XMR perlu tetap waspada minggu ini dengan dua alasan utama.
Peta Likuidasi Exchange XMR | Sumber: Coinglass
Pertama, XMR sudah menembus rekor tertinggi baru sekaligus menyentuh garis resistance kuat yang sudah bertahan sejak tahun 2018. Hal ini menimbulkan tekanan jual yang tinggi dari para holder yang sudah mengantongi keuntungan besar.
Garis Resistance pada Grafik Bulanan XMR | Sumber: TradingView
Kedua, data Coinglass menunjukkan Open Interest XMR melonjak hampir US$180 juta. Ini menjadi level tertinggi sepanjang sejarah.
Open Interest Futures XMR | Sumber: Coinglass
Para trader menambah modal dan leverage justru ketika XMR mencapai zona resistance utama. Perilaku seperti ini punya risiko yang sangat tinggi. Jika XMR turun ke US$454 minggu ini, para trader long bisa menghadapi likuidasi lebih dari US$20 juta.
3. Render (RENDER)
Render (RENDER) sudah naik lebih dari 90% sejak awal tahun ini. Data dari Artemis memperlihatkan bukan hanya RENDER, namun juga koin AI lainnya, berhasil membukukan kenaikan signifikan. Karena itulah, sektor AI jadi segmentasi aset kripto dengan performa terbaik sejauh ini tahun ini.
Performa Sektor Crypto | Sumber: Artemis
Investor sepertinya lebih memilih koin AI di awal 2026. Sentimen ini bisa membuka peluang bagi RENDER dan token AI lainnya untuk terus naik setelah mereka mencapai keseimbangan jangka pendek.
“Koin AI ini memang sedang bagus-bagusnya, dan mereka bahkan hampir tidak muncul di timeline belakangan ini. FET dan RENDER tampak menonjol. Beli spot dan menunggu kelihatan masuk akal, karena pergerakannya nampaknya belum selesai,” komentar Altcoin Sherpa Altcoin Sherpa.
Peta likuidasi tujuh hari untuk RENDER menunjukkan ekspektasi yang cukup seimbang antara posisi long dan short.
Jika koin AI tetap menarik lebih banyak modal minggu ini, para trader short RENDER berpotensi mengalami likuidasi hingga US$5,8 juta. Hal ini akan terjadi jika harga RENDER naik sampai US$2,93.
Panduan Global Bitpanda: Regulasi, Infrastruktur, dan Masa Depan Aset Kripto
Seiring industri aset digital global semakin matang, pembicaraan kini bergerak dari spekulasi menuju struktur, kepatuhan, dan infrastruktur jangka panjang. Hanya sedikit perusahaan yang mewujudkan transisi ini sejelas Bitpanda. Awalnya didirikan di Eropa, platform ini terus berkembang menjadi ekosistem investasi multi-aset yang sudah teregulasi dan kini semakin memperluas jangkauan globalnya.
Dalam sebuah diskusi baru-baru ini bersama Vishal Sacheendran, Wakil Presiden Strategi & Operasi Pasar Global di Bitpanda, ada satu tema yang selalu menonjol: regulasi tidak memperlambat pergerakan perusahaan—justru malah menjadi pendorong ekspansinya.
Regulasi sebagai Mesin Pertumbuhan, Bukan Hambatan
Bagi Bitpanda, regulasi bukan sekadar formalitas. Seperti dijelaskan oleh Sacheendran, “regulasi adalah fondasi ekspansi global kami, bukan penghalang.” Ia terang bahwa upaya mendapatkan MiCAR di Eropa, registrasi FCA di Inggris, dan persetujuan VARA di Dubai termasuk strategi yang memang direncanakan agar dapat membangun “model operasional yang konsisten di berbagai wilayah.”
Pemikiran yang mengutamakan regulasi ini langsung menghasilkan kepercayaan dari institusi. Menurut Sacheendran, “menjadi proaktif dan bergerak lebih awal dalam kepatuhan menciptakan keunggulan kepercayaan yang kuat di mata institusi.”
Bukannya menyesuaikan sistem di belakang dengan tuntutan regulasi yang terus berkembang, Bitpanda membangun infrastrukturnya untuk melampaui standar regulasi sejak awal—sehingga mereka bisa bergerak lebih gesit saat ada peluang di pasar baru.
Seperti yang ia sampaikan, “kami bisa memperluas ke pasar baru dengan cepat karena infrastruktur kami sudah memenuhi standar regulasi tertinggi.”
Mengapa Timur Tengah Penting
Ketika Bitpanda melihat ke luar Eropa, kawasan Timur Tengah dan Afrika Utara (MENA) kini menjadi fokus strategi utama. Sacheendran menyoroti bahwa “MENA memiliki salah satu populasi investor termuda dan bertumbuh paling cepat di dunia dengan permintaan tinggi akan aset digital.”
Kemajuan regulasi juga menjadi faktor penting lainnya. Ujar Sacheendran, “kawasan ini sedang mengembangkan kerangka regulasi yang jelas dan progresif, terutama di UEA,” sehingga tercipta lingkungan yang mendukung masuknya pasar secara patuh dan berkelanjutan.
Karena itu, strategi Bitpanda di regional ini berfokus pada kolaborasi, bukan disrupsi. “Strategi kami di sini menekankan kemitraan dengan bank, institusi, dan regulator untuk memastikan masuk pasar yang patuh,” ucapnya.
Sacheendran juga menyoroti perbedaan mencolok antar pasar. Sementara pertumbuhan di Eropa lebih banyak didorong oleh adopsi dari ritel, ia melihat bahwa “di Eropa adopsi didorong oleh ritel, di MENA institusi menjadi pelopornya, dan model kami cocok untuk kedua lingkungan itu.”
Pengalaman Investasi Terpadu dengan Aset Kripto di Inti
Saat ini, Bitpanda menawarkan lebih dari sekadar perdagangan kripto, mereka juga memberi pengguna akses ke saham, ETF, komoditas, dan logam mulia, semuanya melalui satu platform. Tapi Sacheendran menegaskan bahwa ekspansi tidak akan mengorbankan identitas inti perusahaan.
Diversifikasi, jelasnya, dijalankan dengan hati-hati berdasarkan “permintaan pengguna dan relevansi jangka panjang, fokus pada aset yang melengkapi kripto bukan menggantikannya.”
Tujuan utamanya, menurut Sacheendran, adalah membangun “pengalaman investasi terpadu yang menggabungkan kripto dan aset tradisional,” bukan menjadikan keduanya sebagai dunia yang terpisah. Pendekatan ini juga menentukan bagaimana produk baru dirancang dan dihadirkan. Ujarnya, “kami prioritaskan kelas aset yang bisa ditawarkan secara fraksional, 24 jam, dan dengan transparansi penuh.”
Meski produk di Bitpanda makin beragam, kripto tetap menjadi inti dari platform. “Kripto tetap menjadi pusat identitas kami, dan diversifikasi memperkuat posisi kami sebagai platform investasi modern,” imbuh Sacheendran.
Membangun Layer Infrastruktur untuk Institusi
Selain platform yang berhadapan langsung dengan konsumen, Bitpanda juga memperluas jangkauan institusionalnya melalui Bitpanda Technology Solutions (BTS). Ujar Sacheendran, “BTS sudah menjadi penggerak layanan aset digital untuk bank, fintech, dan neobank di Eropa dan MENA,” sehingga unit ini penting untuk membuka pintu masuk pasar yang teregulasi.
Ke depannya, BTS akan terus berkembang. Seperti diterangkan oleh Sacheendran, “langkah selanjutnya adalah integrasi lebih mendalam dengan custody, trading, tokenisasi, dan settlement sebagai infrastruktur modular,” sehingga institusi keuangan bisa mengadopsi aset digital tanpa membangun sistem dari nol.
Perkembangan ini sangat selaras dengan momentum regulasi di Eropa. “Saat bank mulai mengadopsi kripto teregulasi di bawah MiCAR, BTS berada di posisi yang tepat jadi solusi plug-and-play default mereka,” tutur dia.
Untuk menggambarkan ambisi besar ini, Sacheendran mengambil contoh masa awal cloud computing, dengan menjelaskan bahwa BTS bisa “berfungsi seperti infrastruktur penting layaknya penyedia cloud yang menopang internet secara luas.”
Stablecoin dan DeFi Teregulasi Menjadi Sorotan Utama
Salah satu bagian paling visioner dari roadmap Bitpanda ada pada persimpangan stablecoin dan decentralized finance. Melalui kemitraan dengan SG-FORGE, perusahaan menunjukkan bagaimana “stablecoin euro yang teregulasi bisa membuka berbagai use case institusional baru.”
Sacheendran menjelaskan bahwa “stablecoin kini menjadi jalur keuangan untuk penyelesaian transaksi cepat, pembayaran lintas negara, dan keuangan on-chain,” sedangkan “DeFi bergerak menuju model teregulasi dan institusional, termasuk pasar uang yang ditokenisasi dan agunan on-chain.”
Dalam konteks ini, Bitpanda punya tujuan untuk “memungkinkan akses inovasi ini dengan aman dan patuh bagi pengguna ritel maupun institusi, menjembatani keuangan tradisional dengan ekosistem on-chain”. terang Sacheendran.
Apa yang Akan Terjadi Selanjutnya untuk Bitpanda?
Jika melihat 18 hingga 24 bulan ke depan, Vishal Sacheendran memaparkan roadmap yang berfokus pada ekspansi global teregulasi dan pendalaman produk. Ia menekankan “ekspansi ke wilayah dengan kerangka regulasi jelas, termasuk APAC, LATAM, dan Timur Tengah,” menempatkan kepatuhan sebagai kunci pertumbuhan selanjutnya bagi Bitpanda.
Dari sisi produk, Sacheendran menunjuk pada “lini produk baru yang mencakup alat manajemen kekayaan canggih, lebih banyak aset yang ditokenisasi, dan integrasi lebih mendalam dengan saham serta ETF.”
Di saat yang sama, Bitpanda berencana mengembangkan Bitpanda Technology Solutions menjadi “lapisan infrastruktur global untuk institusi keuangan,” yang didukung “kemitraan strategis di bidang keuangan dan teknologi untuk mempercepat adopsi aset digital secara mainstream.”
Ketika industri aset digital melangkah ke fase baru, strategi Bitpanda menunjukkan bahwa pemenang bukan mereka yang bergerak paling cepat—namun mereka yang membangun dengan struktur, kredibilitas, dan visi jangka panjang.
Reli Monero Sebesar 35% Menghadapi Risiko Long-Squeeze — Namun Itu Bukan Satu-Satunya Ancaman
Harga Monero melonjak lebih dari 35% dalam tujuh hari terakhir, dengan kenaikan tajam lagi hanya dalam 24 jam terakhir. Pergerakan ini membawa XMR ke level tertinggi sepanjang masa yang baru di sekitar US$598 sebelum penjual masuk, sehingga harga bertahan sedikit di bawah zona penemuan harga.
Walaupun tren ini masih terlihat kuat di permukaan, berbagai sinyal di bawahnya menunjukkan reli ini mungkin memasuki fase yang lebih rapuh. Pertanyaan utama sekarang adalah, apakah Monero sedang konsolidasi sebelum kembali naik? Atau justru ketidakseimbangan yang meningkat di balik layar akan memicu koreksi yang lebih tajam?
Risiko Capital dan Momentum Menjelaskan Mengapa Tekanan Jual Terjadi di Puncak
Breakout Monero keluar dari channel naiknya telah mengonfirmasi kekuatan tren, namun beberapa indikator kini sudah tidak lagi selaras secara sempurna dengan harga.
Chaikin Money Flow, yaitu indikator yang mengukur arus modal besar, masih berada di atas nol. Ini menandakan akumulasi masih berlanjut; namun, CMF sedikit melemah sementara harga terus naik dari pertengahan Desember hingga pertengahan Januari. Divergensi inilah yang menjelaskan kenapa tekanan jual langsung muncul setelah harga all-time high tercapai, bukannya harga melejit lebih jauh.
Arus Modal Melambat: TradingView
Mau insight token seperti ini? Daftar untuk menerima Crypto Newsletter harian dari Editor Harsh Notariya di sini.
Pada waktu yang sama, RSI atau Relative Strength Index yang mengukur momentum telah masuk ke wilayah overbought. Terakhir kali RSI menyentuh level serupa terjadi pada awal November, tepat sebelum Monero mengalami koreksi sekitar 33% meskipun tren kenaikan saat itu masih bertahan. Kondisi di masa lalu ini memang tidak menjamin kejadian serupa akan terulang, namun setup tersebut jelas memperlihatkan risiko saat momentum sudah terlalu tinggi di titik-titik harga utama.
RSI Menjadi Panas: TradingView
Situasi ini memunculkan pertanyaan penting: jika momentum sudah memberi sinyal kehati-hatian, apa yang masih mendorong pembeli tetap agresif?
Sentimen dan Arus Spot Kuat — Tapi Apakah Ini Membuat Perangkap?
Reli Monero banyak didorong oleh sentimen. Sentimen sosial positif melonjak dari sekitar 11,6 pada akhir Desember menjadi di atas 60 pada 11 Januari, naik lebih dari 400%. Lonjakan ini sangat mirip dengan percepatan harga yang baru saja terjadi, sehingga perhatian dan narasi berperan besar dalam mengangkat XMR lebih tinggi.
Sentimen Melonjak: Santiment
Arah arus spot pun sejalan dengan pandangan ini. Outflow dari exchange, yang tandanya ada pembelian bersih, lebih dari dua kali lipat hanya dalam beberapa hari. Dari US$1,06 juta di awal Januari, kini mendekati US$2,73 juta, meskipun ada beberapa hari arus masuk di antaranya. Ini membuktikan pembeli masih aktif, terutama karena pemicu sentimen yang sedang berlangsung.
Arus Spot: Coinglass
Namiknya, sentimen juga pernah memuncak di awal November pada level sedikit di atas saat ini, tepat sebelum harga terkoreksi tajam. Puncak sentimen saat ini memang lebih rendah. Akan tetapi, kemiripan struktur ini kembali mengingatkan pada pola historis yang terjadi sebelumnya (seperti yang disorot RSI tadi). Sentimen yang kuat bisa memicu reli, tapi jika dipadukan dengan momentum yang terlalu panas, biasanya menandakan titik lelah di harga lokal.
Masih ada satu lapis terakhir yang perlu diperhatikan: risiko posisi.
Long Positioning Dorong Risiko Lebih Rendah jika Harga Monero Turun
Data derivatif menunjukkan posisi long sudah sangat ramai. Dalam 30 hari ke depan di Bybit saja, leverage kumulatif untuk likuidasi posisi long mencapai sekitar US$22,1 juta. Leverage untuk likuidasi short justru lebih kecil, yaitu sekitar US$5,4 juta. Ketidakseimbangan lebih dari 4x ini berarti pergerakan turun XMR bisa terjadi sangat cepat (long squeeze) jika harga menembus level support penting.
Posisi Derivatif: Coinglass
Titik tekanan pertama berada di dekat US$554 (sesuai dengan titik di mana likuidasi long mulai terjadi). Jika harga turun di bawah level itu, maka peluang likuidasi long menuju US$502 dan US$454 akan terbuka. Jika koreksi lebih dalam terjadi, pergerakan menuju wilayah US$411 secara mekanis bisa terjadi, bahkan tanpa pembalikan tren yang lebih luas.
Analisis Harga Monero | Sumber: TradingView
Di sisi atas, Monero perlu mencatatkan penutupan harian yang bersih di atas zona US$593–US$598 untuk menetralkan risiko likuidasi dan mengubah momentum. Sampai itu terjadi, kekuatan masih ada, tapi jadi semakin rapuh.
3 Token Unlock yang Perlu Diperhatikan di Pekan Kedua Januari 2026
Pasar aset kripto sedang bersiap menghadapi pekan besar dengan token unlock dalam jumlah masif. Selama tujuh hari ke depan, suplai token baru senilai lebih dari US$1,69 miliar akan masuk ke peredaran. Secara khusus, tiga ekosistem utama, yakni Ondo (ONDO), Official Trump (TRUMP), dan Arbitrum (ARB), akan merilis token segar ke pasar.
Unlock ini akan menambah likuiditas sekaligus bisa memicu pergerakan harga jangka pendek dan peningkatan volatilitas. Berikut ini rangkuman hal penting yang perlu dicermati dari setiap proyek.
1. Ondo (ONDO)
Tanggal Unlock: 18 Januari
Jumlah Token yang Akan Di-unlock: 1,94 miliar ONDO
Suplai yang Sudah Dirilis: 3,39 miliar ONDO
Total Suplai: 10 miliar ONDO
Ondo ialah protokol berbasis blockchain yang berfokus pada tokenisasi real-world assets (RWA). Protokol ini membawa produk keuangan tradisional seperti US Treasury ke dalam chain, menawarkan token yang memberikan imbal hasil dan berorientasi pada kepatuhan untuk institusi maupun pengguna DeFi.
Pada 18 Januari, Ondo akan merilis 1,94 miliar token yang nilainya kira-kira US$772,42 juta. Token ini mewakili 57,23% dari suplai yang sudah dirilis.
Unlock Token Crypto ONDO di Bulan Januari | Sumber: Tokenomist
Tim Ondo akan mengalokasikan 825 juta ONDO untuk pengembangan protokol serta 792,05 juta token guna mendukung pertumbuhan ekosistem. Selain itu, tim juga menyiapkan 322,56 juta token untuk penjualan privat.
2. Official Trump (TRUMP)
Tanggal Unlock: 18 Januari
Jumlah Token yang Akan Di-unlock: 50 juta TRUMP
Suplai yang Sudah Dirilis: 414,36 juta TRUMP
Total Suplai: 1 miliar TRUMP
TRUMP adalah meme coin berbasis Solana (SOL) yang punya keterkaitan dengan Presiden AS Donald Trump. Meme coin ini diluncurkan hanya beberapa hari sebelum pelantikan presiden keduanya pada Januari 2025. Token ini dibuat untuk merayakan ketangguhan Trump, terutama merujuk pada keberhasilannya lolos dari percobaan pembunuhan di tahun 2024.
Tim akan membuka kunci 50 juta token pada 18 Januari. Total suplai tersebut senilai US$271,5 juta dan mewakili 11,95% dari seluruh suplai yang sudah dirilis. Selain itu, tim juga akan membagi token unlock ini ke dalam dua bagian.
Unlock Token Crypto TRUMP di Bulan Januari | Sumber: Tokenomist
Pencipta dan CIC Digital 3 akan menerima porsi terbesar, total sebanyak 45 juta TRUMP. Sementara itu, pencipta dan CIC Digital 6 akan memperoleh 5 juta token.
3. Arbitrum (ARB)
Tanggal Unlock: 16 Januari
Jumlah Token yang Akan Di-unlock: 92,65 juta ARB
Suplai yang Sudah Dirilis: 4,99 miliar ARB
Total Suplai: 10 miliar ARB
Arbitrum adalah solusi scaling layer-2 untuk Ethereum yang dirancang untuk mempercepat transaksi dan menurunkan biaya transaksi. Jaringannya menggunakan protokol optimistic roll-up untuk memproses transaksi secara off-chain, tapi tetap menjaga keamanan dan desentralisasi di jaringan Ethereum.
Pada 16 Januari, tim Arbitrum akan merilis 92,65 juta token, setara dengan 1,86% dari suplai yang sudah dirilis. Token ini senilai US$18,88 juta.
Unlock Token Crypto ARB di Bulan Januari | Sumber: Tokenomist
Dari total 92,65 juta token, tim, tim masa depan, dan penasihat akan mendapatkan 56,13 juta ARB. Sementara itu, Arbitrum akan mengalokasikan 36,52 juta token kepada para investor.
Selain tiga proyek di atas, unlock token penting lainnya yang patut diperhatikan investor minggu ini antara lain Connex (CONX), Cheelee (CHEEL), dan Starknet (STRK).
Apa yang Perlu Anda Ketahui tentang Aturan Verifikasi Pengguna Aset Kripto Baru di India
Financial Intelligence Unit (FIU) India telah menerapkan persyaratan kepatuhan yang lebih ketat untuk platform aset kripto, sehingga verifikasi identitas pengguna di seluruh negeri kini jauh lebih diperketat.
Dengan aturan baru ini, exchange aset kripto yang telah diatur diwajibkan melakukan verifikasi pengguna melalui autentikasi swafoto langsung dan data lokasi geografis saat proses onboarding.
Standar Verifikasi Baru India Sasar Deepfake dan Gambar Statis
Aturan terbaru FIU ini membawa proses verifikasi pengguna lebih jauh dari sekadar pengecekan dokumen biasa. Exchange harus menggunakan verifikasi swafoto langsung yang membutuhkan gerakan dinamis, seperti mengedipkan mata atau menolehkan kepala, untuk memastikan kehadiran pengguna. Langkah ini bertujuan untuk mencegah penggunaan gambar statis atau serangan deepfake yang bisa lolos dari kontrol identitas.
Seperti dilaporkan Times of India, platform harus mengumpulkan data saat pendaftaran, mencakup lintang, bujur, tanggal, waktu, dan alamat IP.
“Exchange (RE) juga harus memastikan bahwa klien yang memberikan kredensial saat proses onboarding benar-benar orang yang mengakses aplikasi dan memulai proses pembuatan akun secara pribadi,” demikian isi panduan tersebut.
Aturan ini juga memperluas persyaratan dokumen. Selain Nomor Akun Permanen (PAN), pengguna wajib mengirimkan satu identitas tambahan, misalnya paspor, kartu Aadhaar (nomor identitas unik 12 digit yang dikeluarkan pemerintah India), atau kartu pemilih.
Selain itu, email dan nomor ponsel akan diverifikasi melalui kode OTP (One Time Password) demi memastikan keakuratan. Metode penny-drop, yakni transfer bank kecil sebesar 1 rupee yang umumnya dapat dikembalikan, akan memverifikasi kepemilikan akun bank oleh pengguna.
Perlu diperhatikan, pengguna yang diklasifikasikan berisiko tinggi harus menjalani pemeriksaan kepatuhan yang lebih ketat dan sering sesuai aturan baru FIU. Termasuk di dalamnya individu yang berhubungan dengan wilayah surga pajak, wilayah yang masuk daftar abu-abu atau hitam FATF, orang yang berpengaruh secara politik (PEP), ataupun entitas nirlaba.
Khusus untuk pengguna ini, update detail KYC harus dilakukan setiap enam bulan, sementara pengguna biasa hanya perlu sekali setahun. Exchange juga diwajibkan menjalankan due diligence lebih lanjut.
Tidak hanya saat onboarding, FIU juga bersikap tegas terhadap alat anonim seperti mixer, tumbler, dan produk sejenis lainnya yang dipakai untuk menyembunyikan jejak transaksi. Selain itu, panduan ini “sangat tidak menganjurkan” Initial Coin Offering (ICO) dan Initial Token Offering (ITO).
Menurut regulator, aktivitas tersebut memiliki risiko yang “tinggi dan kompleks” terkait pencucian uang dan pendanaan terorisme. Aktivitas ini dinilai tidak memiliki alasan ekonomi yang jelas.
Rezim Pajak Ketat Mendorong Pengguna ke Platform Luar Negeri
Selain pengawasan yang lebih ketat, India menerapkan pajak keuntungan aset kripto sebesar 30% flat. Setiap transaksi juga mendapat potongan pajak otomatis sebesar 1% (TDS). Para analis menyampaikan bahwa skema pajak ini “berbalik arah“, sebab kebijakan ini membuat aktivitas trading domestik menurun sekaligus mendorong pengguna beralih ke platform luar negeri.
“Jika dirangkum dalam satu kalimat – kebijakan pajak yang diberlakukan dan ditegakkan secara tidak seragam di antara para pelaku industri – telah menyebabkan migrasi besar pengguna dan likuiditas ke platform luar negeri,” ungkap sebuah laporan.
Berdasarkan estimasi laporan, pengguna asal India telah menghasilkan volume trading sekitar Rp4.87.799 crore di exchange luar negeri antara Oktober 2024 hingga Oktober 2025. Jumlah ini setara dengan sekitar US$54,1 miliar.
Sebagai perbandingan, volume trading offshore yang dikaitkan dengan warga India pada tahun sebelumnya berjumlah Rp2.63.406 crore (US$29,2 miliar). Ini berarti terdapat lonjakan sebesar 85% dari tahun ke tahun.
Laporan tersebut menyebutkan bahwa kini 91,5% transaksi aset kripto oleh warga India berlangsung di luar negeri, sementara hanya 8,5% yang masih dilakukan di exchange domestik yang terdaftar.
“TDS yang belum terkumpul sejak Oktober 2024 telah mencapai Rp4.877 crore. Jika dihitung sejak kebijakan ini diperkenalkan, jumlahnya meningkat menjadi Rp11.000 crore,” sorot para analis. “Terkait arus keluar modal dan potensi hilangnya pendapatan capital gain untuk pemerintah, kami secara konservatif menaksir potensi kehilangan penerimaan kas negara berkisar Rp36.000 crore sejak diberlakukannya pajak 30%.”
Meningkatnya persyaratan kepatuhan serta beban pajak yang berat menjadi tantangan besar bagi ekosistem kripto di India. Walau aturan KYC baru bertujuan meningkatkan transparansi dan mencegah kejahatan, pungutan pajak yang tinggi justru mendorong pengguna melirik platform luar negeri hingga mengurangi potensi pemasukan negara. Keseimbangan antara pengawasan dan keterlibatan domestik masih belum pasti, sehingga industri kripto India kini berada di titik balik yang krusial.
Meme Coin Cina Tarik Modal saat BNB Chain Komitmen US$200.000 di Q1 2026
Seorang trader berhasil mengubah US$321 menjadi US$2,18 juta hanya dalam waktu 11 hari lewat memecoin Cina 114514, menyoroti spekulasi tinggi yang mendorong pasar di awal tahun 2026.
Kenaikan ini sejalan dengan investasi terarah oleh BNB Chain Foundation dan nilai budaya Tahun Kuda. Para analis meyakini tren-tren seperti ini bisa mendorong memecoin Cina sepanjang kuartal pertama.
Listing Binance Dorong Binance Life ke Valuasi US$153 Juta
Binance Life (币安人生) mencapai kapitalisasi pasar sebesar US$153 juta setelah listing di Binance pada 7 Januari. Token ini diperdagangkan di harga US$0,1519 per 12 Januari, naik 16,9% dalam 24 jam terakhir. Volume perdagangan harian mencapai US$66,1 juta, didominasi US$47,9 juta di Binance, dengan aktivitas tambahan di KCEX dan LBank.
Listing ini menyoroti peran Binance dalam menghubungkan token meme tren di BNB Chain ke pasar yang lebih luas. Binance Life meluncur dengan “Seed Tag,” yang menandakan volatilitas tinggi. Harga tertingginya di US$0,5108 sempat melonjak sebelum akhirnya terkoreksi tajam 70,4%, namun sudah pulih 79,7% dari harga terendah sepanjang masa di US$0,08406.
Pengamat menilai penambahan token meme Cina oleh Binance membuka akses dan memberi legitimasi, sehingga menarik modal spekulatif dan memusatkan likuiditas, yang pada akhirnya memperbesar pergerakan harga.
Timing Budaya dan Hype Berdasarkan Zodiak
Memecoin Cina bertema kuda menjadi sorotan karena zodiak Cina akan berganti ke Tahun Kuda pada akhir Januari 2026. Token 我踏马来了 (kira-kira artinya, “Saya Datang”) mencetak volume perdagangan US$20 juta dengan kapitalisasi pasar US$14 juta, menurut analisis pasar di X. Pembelian token ini oleh Binance tepat sebelum unggahan di X tersebut menunjukkan pergerakan terencana seputar tren budaya.
Nilai budaya hewan zodiak memberi pengembang sudut pandang jelas untuk token tematik. Simbolisme kuda – kecepatan, kekuatan, kemajuan – terhubung dengan narasi trading. Pemasaran dan manajemen komunitas memanfaatkan tema seperti itu untuk memicu partisipasi dan pertumbuhan viral di dunia maya.
Memecoin Cina lainnya menunjukkan volatilitas tajam. Hajimi diperdagangkan di US$0,040649, naik 49,2%, sementara Beedog menanjak ke US$0,000870, naik 27,9%. Pergerakan ini menegaskan profil risiko tinggi dengan potensi imbal hasil besar, namun keuntungan cepat sering pula berbalik arah dalam waktu singkat.
Secara keseluruhan, dunia memecoin Cina terinspirasi dari budaya internet, referensi pop, dan tren viral. Token 114514 menjadi sorotan, berasal dari tren unik di internet Cina dan memperlihatkan daya tarik sektor ini lewat kisah profit fantastis—meski hasil seperti itu sangat jarang.
Outlook untuk Meme Coin Cina di 2026
Dukungan institusi, listing exchange baru, dan momen budaya sepertinya akan mendorong memecoin Cina di kuartal mendatang. BNB Chain Foundation memperkuat likuiditas, sementara Binance memberi legitimasi dan jalur penemuan harga. Tema zodiak menambah hype organik yang memperkuat promosi strategis.
Namun, keberlanjutan dan nilai intrinsik masih jadi kekhawatiran. Banyak memecoin mengandalkan spekulasi dan gaung komunitas, dengan harga yang dipengaruhi arus modal dan tren sosial. Volatilitas tetap tinggi, terlihat dari penurunan 7,3% dalam satu hari terakhir, yang menunjukkan risiko besar di balik potensi keuntungan dahsyat.
Aktivitas di BNB Chain memberi gambaran: Chain ini memproses 34,7 juta transaksi harian di Desember 2025, dengan total value locked mencapai US$10,4 miliar. Token meme menembus kapitalisasi pasar US$38,7 miliar pada akhir 2025, menandakan masuknya modal besar ke aset spekulatif.
Masa depan memecoin Cina akan sangat bergantung pada kelangsungan dukungan foundation, keterlibatan exchange, pertumbuhan komunitas asli, dan kekuatan pasar yang lebih luas. Dalam beberapa minggu ke depan, pasar akan membuktikan apakah euforia zodiak dan tren viral dapat menjaga volume perdagangan tinggi melebihi lonjakan jangka pendek.
Di Balik Hype: Dorongan US$100 Juta BNB Chain
BNB Chain Foundation mengalokasikan US$200.000 USDT untuk membeli memecoin Cina dalam dua hari, menurut analitik blockchain di X. Foundation tersebut menginvestasikan US$50.000 pada empat token: 370.000 Binance Life (币安人生), 1,3 juta Hajimi (哈基米), 4,83 juta “Here I Come” (我踏马来了), dan 4,7 juta Laozi (老子). Pembelian langsung ini mengikuti inisiatif insentif foundation senilai US$100 juta untuk memperkuat aktivitas di jaringannya.
Nina Rong, pemimpin di BNB Chain, menegaskan bahwa budaya meme seharusnya dipandang sebagai hiburan, bukan investasi. Pengingat ini muncul ketika foundation tetap melakukan pembelian token strategis, dengan peringatan risiko yang jelas terhadap spekulasi aset digital.
Pada April 2025, BNB Chain Foundation mengumumkan perubahan menjadi pembelian token langsung, mengalokasikan minimal US$100.000 per proyek. Dengan menggunakan wallet publiknya, foundation memastikan transparansi lewat publikasi semua transaksi. Pendekatan ini bertujuan menambah likuiditas, volume perdagangan, dan posisi daya saing BNB Chain melawan Ethereum dan Solana.
Memecoin Cina masih sangat erat dengan BNB Chain. Per 12 Januari 2026, kapitalisasi pasar sektornya mencapai US$252 juta menurut CoinGecko. Meski sektor ini turun 7,3% dalam sehari terakhir, volume perdagangan tetap tinggi di US$99 juta, menandakan minat yang terus ada meski volatilitas tinggi.
Dana Kripto Kehilangan US$454 Juta seiring Harapan Pemangkasan Suku Bunga The Fed Menurun
Crypto fund mengalami pembalikan tajam pekan lalu, dengan arus keluar sebesar US$454 juta, hampir menghapus arus masuk awal tahun sebesar US$1,5 miliar.
Penjualan ini nampaknya terkait dengan menurunnya ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed pada bulan Maret, seiring data ekonomi makro terbaru yang mengindikasikan The Fed mungkin akan mempertahankan kebijakan suku bunga saat ini.
Dana Kripto Rugi US$454 Juta seiring Harapan Pemangkasan Suku Bunga The Fed Memudar
Berdasarkan data terbaru dari CoinShares, arus keluar aset kripto pekan lalu terjadi setelah empat hari berturut-turut yang totalnya mencapai US$1,3 miliar.
Hal ini hampir seluruhnya membalikkan optimisme yang muncul pada dua hari perdagangan pertama tahun 2026. Hari Jumat, 2 Januari, sempat menjadi pembuka tahun yang kuat, dengan US$671 juta mengalir ke crypto fund, menandai perubahan sentimen investor secara mendadak.
Secara wilayah, AS memimpin arus keluar, mencatatkan penarikan dana sebesar US$569 juta. Di sisi lain, beberapa negara lain justru menunjukkan tren berlawanan, menggambarkan semakin meluasnya adopsi produk investasi kripto di luar AS. Hal ini juga menyoroti dampak faktor ekonomi makro terhadap sentimen investor.
“Perubahan sentimen ini nampaknya terutama berasal dari kekhawatiran investor tentang menurunnya harapan pemangkasan suku bunga The Fed pada bulan Maret setelah rilis data makro terbaru,” kutip sebuah bagian dalam laporan tersebut.
Memang, peluang pemangkasan suku bunga The Fed telah menurun tajam, dengan alat CME FedWatch hanya menunjukkan peluang 5% terjadinya penurunan suku bunga.
Dampaknya terhadap sentimen investor sangat jelas, di mana Bitcoin menjadi yang paling terdampak oleh sentimen negatif tersebut. Penarikan dana yang terkait dengan aset kripto utama ini mencapai US$405 juta pekan lalu.
Bahkan produk short-Bitcoin mengalami arus keluar moderat sebesar US$9,2 juta, sehingga memunculkan sinyal campuran mengenai ekspektasi pasar. Ethereum juga mencatat penarikan dana signifikan senilai US$116 juta, ditambah lagi dengan arus keluar sebesar US$21 juta dari produk multi-asset.
Arus Dana Crypto Pekan Lalu | Sumber: Laporan CoinShares
Arus keluar dalam jumlah lebih kecil juga terlihat pada produk Binance dan Aave, masing-masing sebesar US$3,7 juta dan US$1,7 juta.
Altcoin Catat Reli Terpilih
Meski secara umum terjadi penarikan, beberapa altcoin justru menarik kembali minat. XRP, Solana, dan Sui mencatat arus masuk baru sebesar US$45,8 juta, US$32,8 juta, dan US$7,6 juta. Hal ini menunjukkan tren yang berkembang di kalangan investor untuk mengalihkan dana ke aset alternatif dengan performa tinggi daripada mendistribusikan investasi secara menyeluruh di pasar aset kripto.
Rotasi ini sejalan dengan pola yang terlihat di awal tahun 2026. Pekan sebelumnya, para investor sudah menunjukkan preferensi pada Ethereum, XRP, dan Solana, sementara alokasi pada Bitcoin justru menurun, menjadi sinyal adanya pergeseran dari pemimpin pasar tradisional ke altcoin pilihan.
Melihat kembali tahun 2025, arus masuk global untuk crypto fund mencapai US$47,2 miliar, sedikit di bawah rekor tahun 2024 yang sebesar US$48,7 miliar. Ethereum memimpin dengan arus masuk US$12,7 miliar, naik 138% dibandingkan tahun sebelumnya.
XRP melonjak 500% menjadi US$3,7 miliar, sementara Solana meroket 1.000% hingga US$3,6 miliar. Sebaliknya, arus masuk ke pasar altcoin secara keseluruhan menurun 30% YoY, menandakan konsentrasi minat investor pada token berkinerja terbaik.
Arus keluar aset kripto sebesar US$454 juta baru-baru ini, oleh karena itu, bukan menandakan kejatuhan pasar melainkan adalah penyesuaian sementara. Para investor sedang menyesuaikan posisi mereka mengikuti sinyal ekonomi makro, di saat yang sama tetap memilih altcoin dengan keyakinan tinggi ketimbang Bitcoin.
3 Altcoin yang Perlu Diperhatikan di Minggu Kedua Januari 2026
Bulan pertama di tahun baru biasanya menjadi ajang munculnya berbagai upgrade besar pada network dan protokol. Altcoin juga nampaknya akan memanfaatkan momentum ini, bahkan beberapa sudah memperlihatkan contohnya dalam beberapa hari terakhir.
BeInCrypto telah menganalisis tiga altcoin yang wajib diperhatikan oleh investor pada pekan kedua bulan Januari.
Mantle (MNT)
Mantle sedang mendekati upgrade network besar pertamanya tahun ini, dengan update mainnet yang dirancang untuk mendukung semua fitur dari upgrade Fusaka milik Ethereum. Upgrade ini dijadwalkan akan rilis minggu ini dan dapat meningkatkan utilitas serta skalabilitas, sehingga bisa menarik pengguna baru dan mendorong aktivitas on-chain.
Perkembangan ini dapat menjadi katalis untuk harga MNT, yang saat ini diperdagangkan di sekitar US$0,99 dan menunjukkan adanya tekanan beli awal. Untuk mengatasi koreksi sekitar 14% dari penurunan terakhir, altcoin perlu menembus level US$1,04 secara tegas. Jika level tersebut tercapai, jalur menuju US$1,11 akan terbuka dan menandakan momentum bullish kembali hadir.
Ingin insight token lain seperti ini? Daftar Newsletter Crypto Harian Editor Harsh Notariya di sini.
Analisis Harga MNT | Sumber: TradingView
Risiko penurunan tetap ada jika kepercayaan pasar melemah. Jika momentum bullish gagal terbentuk, MNT bisa kesulitan di level US$1,04 dan menghadapi tekanan jual lagi. Penolakan di area ini dapat menarik token kembali menuju level terendah sepanjang masa di sekitar US$0,94, sehingga membatalkan prediksi bullish.
MANTRA (OM)
OM menunjukkan kekuatan di awal bulan, diperdagangkan di kisaran US$0,078 saat MANTRA bersiap untuk melakukan transisi network besar. Pengguna harus memigrasikan ERC20 OM ke MANTRA Chain sebelum tanggal 15 Januari 2026. setelah tenggat waktu tersebut, ERC20 OM akan dihentikan secara bertahap dan aktivitas serta likuiditas akan dipusatkan pada chain native.
Migrasi ini bertujuan menjadikan OM native di MANTRA Chain sebagai satu-satunya token resmi. Upgrade semacam ini sering kali berfungsi sebagai katalis jangka pendek karena mengurangi fragmentasi dan meningkatkan kejelasan jaringan. Jika kepercayaan investor meningkat, harga OM bisa bergerak ke US$0,083, level yang perlu direbut kembali agar momentum naik bisa terus berlanjut.
Analisis Harga OM | Sumber: TradingView
Risiko penurunan tetap ada jika minat beli melemah. Chaikin Money Flow sudah mengindikasikan terjadi arus keluar modal, yang menandakan tekanan jual masih aktif. Jika momentum bullish gagal terbentuk, OM bisa turun di bawah US$0,077. Jika breakdown berlanjut, token bisa mengalami koreksi lebih dalam menuju US$0,072 dan membatalkan prediksi bullish.
Polygon (POL)
POL menjadi salah satu pencetak performa terkuat pekan ini setelah Polygon terpilih oleh Stable Token Commission Wyoming untuk menjadi host stablecoin pertama negara bagian tersebut. Pengumuman ini meningkatkan eksposur serta kredibilitas institusional. Perkembangan ini mendorong minat investor baru, sehingga menempatkan POL sebagai penerima manfaat utama adopsi blockchain di dunia nyata.
Katalis ini mengangkat harga POL sebesar 46% sebelum akhirnya terkoreksi 12% dalam 48 jam terakhir. Koreksi ini terjadi karena POL gagal menembus US$0,183 dan mengubah EMA 200-hari menjadi support. Jika level tersebut tercapai, itu akan menandakan bullish secara makro dan membuka jalan menuju US$0,200 selama tekanan jual tetap terkendali.
Analisis Harga POL | Sumber: TradingView
Risiko penurunan akan meningkat jika para holder buru-buru mengamankan keuntungan. Dalam skenario tersebut, POL bisa terkoreksi menuju US$0,138 yang menjadi zona support krusial. Jika breakdown terjadi di area ini, harga juga akan jatuh di bawah EMA 50-hari. Langkah ini akan membatalkan prediksi bullish dan membawa POL ke penurunan lebih dalam menuju US$0,119.
Emas Rekor Baru, Investor Mulai Tinggalkan Dolar AS. Apa Alasannya?
Saat Rekor Baru Emas tercipta di tengah ketegangan geopolitik, US dollar (USD) yang biasanya menjadi aset safe haven utama kini justru gagal merespons seperti biasanya.
Emas (XAU) dan perak (XAG) menunjukkan sinyal yang jauh melampaui reli komoditas pada umumnya.
Emas Catat Rekor saat Perak Melejit, tapi Pasar Sedang Lindungi Diri dari Sesuatu yang Lebih Besar dari Inflasi
Alih-alih, modal mengalir kuat ke aset riil, mendorong harga emas mendekati US$5.000 dan perak menembus US$80, level yang memaksa investor mempertimbangkan ulang asumsi lama mengenai ekonomi makro.
Kinerja Harga Emas (XAU) dan Perak (XAG) | Sumber: TradingView
Baca Juga: Ethereum Menguat — Tapi Juga Terancam Anjlok 20%, Kenapa Bisa Terjadi Koreksi?
Analis saham emas Garrett Goggin menyoroti keanehan ini. Ia juga menjelaskan bahwa dalam eskalasi militer AS sebelumnya, dollar hampir selalu menguat karena investor berebut mencari perlindungan. Tapi kali ini, yang terjadi justru sebaliknya.
“Dulu US$ langsung melonjak waktu bom dijatuhkan. Sekarang tidak lagi,” ujar Goggin menjelaskan, sambil menyoroti adanya penurunan tajam dollar bahkan ketika emas dan perak meroket.
Faktanya, saat emas dan perak mencatatkan God Candles pada hari Senin, indeks dollar AS anjlok, turun ke 98,53 pada waktu publikasi. Perbedaan ini mengisyaratkan keraguan yang makin besar terhadap peran dollar sebagai lindung nilai geopolitik.
Kinerja Indeks Dollar AS (DXY) | Sumber: TradingView
Pergerakan harga ini pun terbilang bersejarah. Ekonom dan pendukung logam mulia Peter Schiff menerangkan bahwa emas telah menembus US$4.560 untuk pertama kalinya, sehingga kini jauh lebih dekat ke US$5.000 di banding US$4.000.
Sementara itu, harga perak sudah melampaui US$84 dan mencetak kinerja relatif terbaik dalam beberapa dekade terakhir. Breakout serentak pada dua logam ini cukup langka dan biasanya menandakan periode tekanan moneter atau tekanan sistemik yang mendalam.
Analis menyampaikan bahwa lonjakan harga perak ini tidak hanya di sebabkan oleh spekulasi semata. Co-founder sekaligus COO Synnax, Dario, menyoroti perak yang memasuki kondisi contango—yakni saat harga futures lebih tinggi daripada harga spot—sebagai sinyal mungkin bahwa pembeli besar dari korporat dan industri mulai masuk pasar.
Menurut Dario, perilaku ini menandakan korporasi sedang melakukan lindung nilai terhadap potensi kekurangan pasokan dan kenaikan biaya di masa depan. Ini menunjukkan permintaan dari sektor riil, bukan sekadar aksi trading jangka pendek.
Mengapa Breakout Emas dan Perak Nampak Seperti Repricing yang Tertunda
Reli ini juga menghidupkan kembali debat lama seputar dugaan penekanan harga di pasar logam mulia. Kip Herriage berpendapat bahwa harga emas dan perak sengaja di tekan selama bertahun-tahun. Ia juga menyebut denda manipulasi yang di terima JPMorgan pada tahun 2020 sebagai titik balik utama.
Setelah kasus itu, tutur Herriage, harga menyentuh dasar dan akhirnya proses penemuan harga yang sesungguhnya dimulai. Dari sudut pandang ini, harga saat ini tidak membentuk gelembung, melainkan merupakan bentuk pengenaan harga yang tertunda.
“Faktanya, seharusnya harga emas & perak sudah setinggi ini sejak 10 tahun lalu,” papar dia menyampaikan.
Selain dari sisi struktur pasar, Herriage juga menyoroti terjadinya kombinasi faktor politik dan moneter. Ia mengemukakan kemungkinan nantinya sekumpulan emas, perak, dan Bitcoin akan menjadi bagian cadangan untuk Surat Utang Jangka Panjang AS. Langkah semacam ini akan mengubah fundamental utang negara dan secara struktural meningkatkan permintaan terhadap aset langka.
Meski masih berupa spekulasi, ide ini mencerminkan upaya lebih luas untuk mencari kredibilitas di tengah kian naiknya beban utang dan makin goyahnya kepercayaan pada sistem uang fiat.
Investor kawakan pun sepakat bahwa tren ini belum akan berakhir. Robert Kiyosaki memperkirakan harga perak menembus US$80 di akhir tahun 2026. Ia juga menyampaikan akan terus membeli hingga harga US$100, sambil tetap mengingatkan agar tidak menggunakan leverage secara gegabah.
Menurut penulis ternama itu, pergerakan ini bukan sekadar aksi dagang jangka pendek, melainkan perubahan besar mengenai bagaimana pasar menilai kepercayaan, kelangkaan, dan risiko moneter.
Jika di simpulkan, breakout emas dan perak—di tambah lemahnya respons dollar—menandakan pasar mulai berpindah diam-diam menuju rezim baru, di mana aturan safe haven tradisional sepertinya sudah tak lagi relevan.
Bagaimana pendapat Anda tentang fenomena rekor baru emas yang menggeser dominasi Dolar AS? Yuk, sampaikan pendapat Anda di grup Telegram kami. Jangan lupa follow akun Instagram dan Twitter BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!
Seberapa Feasible Roadmap Ossifiability Ethereum dari Vitalik Buterin?
Evolusi jangka panjang Ethereum sedang memasuki fase krusial karena Vitalik Buterin mendorong konsep “ossifiability”—gagasan bahwa jaringan ini bisa “membeku” tanpa kehilangan fungsionalitas bahkan jika para pengembang intinya menghilang.
Visi ini, yang pertama kali dijelaskan pada tahun 2024 sebagai bagian dari walkaway test, menempatkan Ethereum bukan sekadar sebagai platform untuk decentralized application (dApp), tetapi juga sebagai fondasi trustless yang mampu beroperasi sendiri selama puluhan tahun.
Roadmap Ossifiability Ethereum dari Vitalik Buterin: Semua yang Perlu Diketahui Pengguna
Menurut Buterin, co-founder jaringan, ossifiability mengharuskan Ethereum mencapai tujuh tonggak teknis, yaitu:
Ketahanan langsung terhadap serangan kuantum,
Skalabilitas melalui validasi ZK-EVM dan PeerDAS,
Arsitektur state jangka panjang,
Full account abstraction,
Model gas yang aman,
Ekonomi proof-of-stake yang kuat, dan
Model pembangunan blok yang tahan sensor.
“Kita tidak harus berhenti melakukan perubahan pada protokol, tapi kita perlu sampai pada titik di mana nilai Ethereum tidak sepenuhnya tergantung pada fitur-fitur yang belum ada di protokol,” ujar Buterin .
Dalam hal ini, eksekutif kripto tersebut menekankan bahwa inovasi di masa depan sebaiknya dilakukan melalui optimalisasi client dan penyesuaian parameter, bukan melalui hard fork.
Meskipun roadmap ini ambisius, para kritikus dan ahli memperingatkan bahwa tantangan praktis tetap ada. Equation X, seorang peneliti infrastruktur ZK, berpendapat bahwa menyisipkan zkEVM sebagai solusi layer-2 di Ethereum adalah sebuah “perbaikan setengah jalan”.
Berbeda dengan chain ZK-native seperti StarkNet atau Miden, yang dibangun langsung untuk validasi zero-knowledge, Ethereum harus menyesuaikan arsitektur Solidity/EVM yang sudah ada.
“Solusi hasil penyesuaian bisa saja perlu dibangun ulang ketika teknologi proof berkembang,” papar Equation X , menekankan bahwa ossifiability akhir jaringan sangat bergantung pada pilihan desain dasarnya.
Risiko Implementasi dan Taruhan Besar atas Ossifiability Ethereum
Risiko implementasi tidak hanya muncul dari sisi teknis. Mengkoordinasikan banyak tonggak melalui perubahan parameter selama puluhan tahun akan menambah kompleksitas baik secara teknis maupun sosial.
Sentralisasi staking, keragaman client, dan dinamika validator tetap menjadi ancaman bagi prinsip desentralisasi Ethereum. Hal ini menimbulkan pertanyaan apakah jaringan benar-benar bisa tetap trustless secara praktik.
“Sekitar 30–34 juta ETH di-stake… Protokol staking cair terus berkembang. Namun, staking pool besar seperti Lido masih menguasai porsi signifikan — Lido mengontrol sekitar 29–31% ETH yang di-stake menurut berbagai laporan. Ini menimbulkan kekhawatiran soal sentralisasi kekuatan holder,” kutip sebuah cuplikan di blog Bitium terbaru.
Ada juga pertukaran antara kekakuan dan fleksibilitas: lapisan dasar yang sangat ossified dapat membatasi upgrade di masa depan atau menghambat inovasi, sehingga mungkin memaksa pengembang memilih antara stabilitas jangka panjang atau kemampuan beradaptasi.
Di tengah berbagai kekhawatiran ini, Buterin tetap optimistis. Pada awal Januari 2026, dia merefleksikan kemajuan Ethereum sepanjang tahun 2025, dan menyebutkan peningkatan dalam:
Batas gas,
Jumlah blob,
Kualitas software node, dan
Kinerja zkEVM.
Namu dia menegaskan bahwa jaringan harus melakukan lebih dari sekadar mengoptimalkan metrik atau mengejar tren sementara saja.
“Kita sedang membangun decentralized application. Aplikasi yang berjalan tanpa penipuan, sensor, atau campur tangan pihak ketiga. Aplikasi yang lolos walkaway test…yang stabilitasnya melampaui perubahan naik turun perusahaan, ideologi, dan partai politik,” tulis Buterin .
Roadmap ossifiability menjadi taruhan besar bagi ketahanan jangka panjang Ethereum. Jika berhasil, Ethereum bisa menjadi komputer dunia bagi internet yang benar-benar terdesentralisasi, mendukung keuangan, tata kelola, identitas, serta infrastruktur peradaban lain selama puluhan tahun mendatang.
Namun jika gagal, jaringan ini bisa rentan terhadap inefisiensi, perlu desain ulang, atau tekanan sentralisasi yang dapat mengorbankan tujuan dasarnya.
Ethereum Menguat — Tapi Juga Terancam Anjlok 20%, Kenapa Bisa Terjadi Koreksi?
Harga Ethereum naik lagi, meningkat lebih dari 2% selama 24 jam terakhir, dan masih mencatatkan hasil positif untuk bulan ini. Rebound ini terlihat menjanjikan, namun struktur di balik kenaikan ini tetap rapuh.
Polanya masih bearish, dan kecuali level-level kunci berhasil dipertahankan, rebound ini berisiko berubah menjadi koreksi yang lebih dalam.
Harga Ethereum Naik di Dalam Struktur Bearish yang Rapuh
Meski Ethereum sudah rebound, Ethereum masih diperdagangkan di dalam pola head and shoulders pada grafik harian. Puncak pada 6 Januari membentuk “shoulder” kanan, dan kini harga mencoba untuk stabil tanpa membatalkan struktur tersebut.
Hal ini penting sebab pola head and shoulders biasanya gagal secara perlahan, bukan seketika. Reli memang bisa terjadi di dalam pola ini, namun akan jadi lebih aman hanya jika harga benar-benar menjauhi area risiko neckline, yang berada di sekitar US$2.880 untuk kasus ETH.
Risiko Bearish Membayangi ETH: TradingView
Baca Juga: Monero (XMR) God Candle: Peter Brandt Prediksi Reli Masif Mirip Perak
Perilaku holder jangka pendek menambah kehati-hatian. NUPL holder jangka pendek, yang melacak keuntungan/kerugian di atas kertas, masih berada di zona kapitulasi tetapi terus naik mendekati level tertinggi bulanan. Hal ini meningkatkan kemungkinan aksi ambil untung jika harga bergerak naik lebih tinggi.
Keuntungan Jangka Pendek Meningkat: Glassnode
Metode HODL Waves, yang melacak kelompok berdasarkan waktu, juga menegaskan bahwa banyak holder jangka pendek memang sudah keluar pasar. Ini berarti risiko NUPL mungkin sudah terjadi sebelumnya.
Kelompok holder 1 minggu sampai 1 bulan telah turun tajam dari sekitar 11,5% pasokan pada pertengahan Desember menjadi sekitar 3,9% sekarang.
Holder Jangka Pendek Keluar: Glassnode
Tekanan jual langsung pun menjadi lebih kecil dan rebound ini bukan karena permintaan baru yang agresif atau spekulatif. Walau tampaknya seperti minat yang berkurang, ketiadaan pembeli jangka pendek bisa membantu harga ETH naik lebih tinggi jika didukung oleh faktor lainnya.
Dip Buying dan Holder Jangka Panjang Diam-Diam Mendukung Harga
Alasan Ethereum belum breakdown berasal dari dukungan fundamental di bawah harga.
Indikator Money Flow Index (MFI), yang mendeteksi pembelian saat harga turun, menunjukkan adanya bullish divergence. Antara pertengahan Desember hingga awal Januari, harga Ethereum membentuk puncak yang makin rendah, tetapi MFI justru membentuk puncak yang makin tinggi. Ini menandakan pembelian saat harga turun. Para pembeli konsisten masuk ketika terjadi koreksi, bukan malah keluar dari posisi mereka.
Pembelian Saat Harga Turun Masih Berlanjut: TradingView
Walaupun MFI sedikit turun, nilainya masih jauh di atas level terendah sebelumnya. Selama indikator ini bertahan, tekanan jual tetap akan terserap, bukan makin kencang.
Holder jangka panjang ikut memperkuat support ini. Kelompok holder 6 sampai 12 bulan menambah bagian pasokannya dari sekitar 14,7% menjadi kurang lebih 16,2% sejak akhir Desember. Ini adalah akumulasi yang stabil, bukan aksi spekulatif.
Pembeli ETH Jangka Menengah: Glassnode
Gabungan antara pasokan jangka pendek yang menurun, adanya pembelian saat harga turun, dan akumulasi oleh holder jangka menengah hingga panjang, semuanya menjadi alasan kenapa Ethereum memantul, bukan ambruk.
Tetapi, support saja tidak bisa menghilangkan risiko. Support hanya memperlambat laju risiko tersebut.
Level Harga Ethereum yang Menentukan apakah Bounce Bertahan
Sekarang Ethereum sudah berada di titik keputusan yang jelas.
Level penurunan terpenting terletak di US$2.880. Area ini menandai zona neckline dari struktur head and shoulders. Jika Ethereum ditutup harian di bawah level ini, maka pola tersebut akan aktif sepenuhnya dan membuka peluang koreksi sekitar 20% berdasarkan pergerakan dari kepala ke neckline.
Di atas harga tersebut, zona kunci pertama berada di antara US$3.090 dan US$3.110, atau rata-rata di US$3.100, yang juga terlihat jelas di grafik harga. Rentang ini sangat penting karena terdapat klaster basis biaya on-chain yang padat, di mana sekitar 1,44 juta ETH terakhir berpindah tangan. Pasar biasanya bereaksi kuat di sekitar zona seperti ini.
Klaster Supply Kunci | Sumber: Glassnode
Jika Ethereum mampu bertahan di atas area ini, maka akan semakin kuat bukti bahwa pembeli sedang mempertahankan harga dan menyerap supply. tetapi, jika tak mampu bertahan, tekanan turun akan meningkat menuju US$2.970, lalu ke level penting di US$2.880.
Analisis Harga Ethereum | Sumber: TradingView
Untuk benar-benar menginvaliasi struktur bearish, Ethereum harus menguat secara konsisten di atas US$3.300. Jika mampu menembus US$3.440, risiko pola head and shoulders akan hilang sepenuhnya.
Bagaimana pendapat Anda tentang potensi koreksi dalam Ethereum? Yuk, sampaikan pendapat Anda di grup Telegram kami. Jangan lupa follow akun Instagram dan Twitter BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!
Kisah Breakout 12% Bitcoin Masih Berlanjut — Tapi Satu Kelompok Berusaha Mengacaukan Akhirnya?
Kisah breakout Bitcoin masih berlanjut, tapi pantulan yang dibutuhkan belum bersih. Harga Bitcoin sudah kembali ke support tren utama, sejarah mendukung kelanjutan tren, dan tekanan jual jangka pendek sudah menghilang.
Tetapi, setiap lonjakan harga selalu dihadang suplai. Penyebabnya tidak langsung terlihat hanya dari pergerakan harga. Satu kelompok holder masih terus menjual saat harga menguat, dan hal ini bisa menunda kenaikan berikutnya.
Struktur Breakout Masih Utuh
Bitcoin sedang bergerak dalam pola cup-and-handle pada grafik harian. Harga sempat menembus area breakout handle mendekati US$92.400 sebelum mengalami koreksi, namun pola ini tetap valid selama support utama bertahan.
Sinyal support terpenting adalah EMA 20 hari. EMA, atau exponential moving average, memberikan bobot lebih besar pada harga-harga terbaru dan membantu menentukan arah tren jangka pendek. Bitcoin kembali ke atas EMA 20 hari pada 10 Januari dan diikuti oleh dua candle harian hijau berturut-turut. Pola ini cukup penting.
Struktur Bitcoin | Sumber: TradingView
Mau insight token seperti ini setiap hari? Langganan Newsletter Daily Crypto dari Editor Harsh Notariya di sini.
Pada bulan Desember, Bitcoin dua kali berhasil kembali ke atas EMA 20 hari, yakni pada 3 Desember dan 9 Desember. Tapi, kedua kali itu gagal bertahan karena candle berikutnya berubah merah. Pada 1 Januari, pergerakan kembali ke EMA 20 hari disusul dengan candle hijau lagi. Gerakan ini berlanjut dengan reli hampir 7%.
Pola serupa sekarang mulai terbentuk lagi. Selama Bitcoin tetap di atas EMA 20 hari, teori breakout masih berpeluang. Tetapi, shadow panjang di atas harga sekitar US$92.400 menunjukkan suplai masih aktif. Ini menimbulkan satu pertanyaan: siapa yang menjual?
Holder Jangka Pendek dan Panjang Sepi, Holder Ultra Jangka Panjang Tidak
Data on-chain membantu mengungkap jawabannya.
Tekanan jual jangka pendek sudah ambruk. Data Spent Coins Age Band, yang menyoroti aktivitas koin dari kelompok usia tertentu, untuk kelompok 7 hari hingga 30 hari menunjukkan aktivitas menurun tajam, dari sekitar 24.800 BTC menjadi hanya 1.328 BTC, turun 95% sejak 8 Januari. Ini berarti pembeli terbaru tidak terburu-buru menjual saat terjadi pantulan harga.
Holder Jangka Pendek Tidak Menjual | Sumber: Santiment
Standard holder net position change juga berubah menjadi positif sejak 26 Desember. Holder jenis ini, yang sering dianggap sebagai investor jangka panjang (yang menyimpan koin selama 155 hari atau lebih), sudah menjadi pembeli bersih sejak itu dan tetap membeli bahkan ketika Bitcoin mencapai puncak pada 5 Januari.
Holder Mulai Membeli | Sumber: Glassnode
Penjualan berasal dari kelompok lain.
Long-term holder net position change, yang melacak holder ultra-jangka panjang dengan koin yang kemungkinan disimpan lebih dari satu tahun, masih negatif. Pada 1 Januari, kelompok ini mendistribusikan sekitar 286.700 BTC. Sampai 11 Januari, penjualannya melambat hingga sekitar 109.200 BTC, turun lebih dari 60%. Tekanan jual mulai mereda, tapi kelompok ini belum berbalik kembali membeli.
Holder Jangka Panjang | Sumber: Glassnode
Penjelasan inilah yang membuat Bitcoin ragu-ragu di area resistance. Penjual jangka pendek sudah lenyap, investor jangka panjang mulai membeli, tapi holder ultra-jangka panjang masih melepas suplai sehingga harga sementara masih tertahan.
Level Harga Bitcoin yang Menjadi Kunci
Bitcoin sekarang butuh penutupan harian yang bersih di atas US$92.400 agar jalan menuju US$94.870 terbuka. Jika zona tersebut berhasil dilewati, kisah breakout akan lengkap dan target kenaikan sekitar 12% bisa diaktifkan. Proyeksinya menuju area US$106.630.
Agar hal tersebut terjadi, Bitcoin harus tetap di atas EMA 20 hari dan pastikan aksi jual holder ultra-jangka panjang tidak mendorong harga turun lagi.
Di sisi bawah, US$89.230 adalah support utama. Penutupan harian di bawah level ini akan memperlemah struktur breakout. Koreksi lebih dalam hingga US$84.330 akan membatalkan skenario bullish sepenuhnya.
Analisis Harga Bitcoin | Sumber: TradingView
Saat ini, potensi breakout Bitcoin masih tetap berjalan. Satu-satunya hal yang kurang adalah keyakinan dari para holder paling lama. Jika kelompok ini berhenti menjual, breakout yang tertunda bisa terjadi dengan sangat cepat.
Chair Federal Reserve Sebut Perselisihan Suku Bunga sebagai Latar Belakang Penyelidikan DOJ
Ketua Federal Reserve Jerome Powell menyatakan bahwa penyelidikan pidana yang diluncurkan oleh jaksa federal bermotif politik. Ia berpendapat bahwa itu berawal dari penolakan bank sentral untuk menyesuaikan kebijakan suku bunga sesuai keinginan Presiden.
Tindakan ini muncul ketika masa jabatan Powell akan berakhir pada Mei 2026 di tengah meningkatnya ketegangan dengan Presiden Donald Trump.
Ketua Federal Reserve Kaitkan Penyelidikan Kriminal dengan Kebuntuan Kebijakan Suku Bunga
Dalam sebuah video terbaru, Ketua Federal Reserve Powell mengungkapkan bahwa Departemen Kehakiman AS mengirimkan surat panggilan sidang dewan juri ke The Fed pada hari Jumat. Menurut Powell, langkah tersebut disertai ancaman dakwaan pidana yang terkait dengan kesaksian yang ia sampaikan di hadapan komite Senat tahun lalu soal renovasi kantor pusat bank sentral di Washington, DC senilai US$2,5 miliar.
namun, Powell menggambarkan tindakan itu sebagai “belum pernah terjadi sebelumnya.” Ia menambahkan bahwa hal tersebut perlu dilihat dalam konteks tekanan dan ancaman yang terus-menerus dari pihak administrasi.
Ia menekankan bahwa Federal Reserve selalu memberikan informasi kepada Kongres mengenai renovasi tersebut melalui kesaksian dan pengungkapan publik. Powell menegaskan bahwa klaim terkait proyek itu hanya jadi dalih. Powell mengaitkan penyelidikan Departemen Kehakiman ini dengan perselisihan kebijakan yang sedang berlangsung.
“Ancaman tuduhan pidana ini adalah akibat dari Federal Reserve menetapkan suku bunga berdasarkan kajian terbaik kami demi kepentingan publik, bukan mengikuti kehendak Presiden,” tutur dia. “Ini tentang apakah The Fed akan bisa terus menetapkan suku bunga dengan pertimbangan data dan kondisi ekonomi — atau justru kebijakan moneter akan diarahkan oleh tekanan politik atau intimidasi.”
Federal Reserve memangkas suku bunga acuan sebanyak tiga kali pada paruh kedua tahun 2025. Penurunan terakhir terjadi bulan Desember, menempatkan suku bunga di kisaran 3,50% hingga 3,75%. Bank sentral tersebut juga mengakhiri program pengetatan kuantitatif pada 1 Desember 2025.
Trump Bantah Tahu Soal Penyelidikan DOJ terhadap Federal Reserve
Patut dicatat bahwa sejak kembali ke Gedung Putih pada Januari 2025, Presiden Trump berulang kali mengkritik Powell karena dinilai kurang agresif dalam memangkas suku bunga dan bahkan sempat menyebut kemungkinan untuk mencopotnya dari jabatan.
namun, dalam wawancara dengan NBC, Trump mengaku tidak tahu soal penyelidikan Departemen Kehakiman terhadap Federal Reserve.
“Saya tidak tahu apa-apa soal itu, tapi dia memang tidak terlalu baik di The Fed, dan dia pun tak terlalu bagus dalam membangun gedung,” ucap Trump pada hari Minggu.
Ia menambahkan bahwa pemanggilan dari DOJ itu tidak ada kaitannya dengan kebijakan suku bunga.
“Tidak. Saya bahkan tidak terpikir melakukan itu dengan cara begitu. Yang seharusnya memberinya tekanan adalah fakta bahwa suku bunga sudah terlalu tinggi. Itu satu-satunya tekanan yang ia dapat,” terang Trump.
Sementara itu, dengan masa jabatan Powell yang akan habis pada Mei 2026, Presiden Donald Trump makin dekat dalam memilih pemimpin baru Federal Reserve. Fox News melaporkan bahwa Trump telah mengerucutkan daftar kandidat menjadi empat nama: Kevin Hassett, Kevin Warsh, Christopher Waller, dan Rick Rieder.
Menurut laporan tersebut, Trump tinggal melakukan satu wawancara lagi sebelum mengambil keputusan akhir. Pada bulan Desember, ia menyampaikan bahwa Ketua The Fed berikutnya adalah orang yang “percaya suku bunga harus jauh lebih rendah.”
Kevin Hassett, ekonom konservatif lama sekaligus penasihat ekonomi utama Trump, dipandang luas sebagai kandidat terkuat pengganti Powell.
Data Inflasi AS di Antara 4 Peristiwa Ekonomi untuk Pengaruhi Sentimen Bitcoin Pekan Ini
Beberapa data ekonomi Amerika Serikat dijadwalkan rilis minggu ini, dan masing-masing data tersebut punya pengaruh besar terhadap sentimen investor sehingga bisa memengaruhi harga Bitcoin.
Investor bisa mengatur portofolio mereka secara strategis dengan memperhatikan berita-berita utama berikut selama minggu antara 12 hingga 17 Januari.
4 Peristiwa Ekonomi AS yang Perlu Diperhatikan Minggu Ini
Empat peristiwa ekonomi makro tersebut terjadi di antara hari Selasa sampai Kamis, sehingga meningkatkan peluang volatilitas harga Bitcoin selama hari-hari itu.
Peristiwa Ekonomi AS Minggu Ini | Sumber: Trading Economics US CPI untuk Data Desember 2025
Rilis Consumer Price Index (CPI) AS pada hari Selasa menjadi peristiwa makro yang paling dinantikan minggu ini, karena pasar menilai akan berlanjutnya tren inflasi yang mulai mereda.
Ekspektasi pasar menargetkan CPI utama sekitar 2,7% secara tahunan (sama seperti angka bulan November) dan CPI inti 2,6-2,7%, mencerminkan momentum disinflasi sejak akhir 2025.
Hal ini mengikuti laporan bulan November yang angkanya di bawah perkiraan, sehingga meningkatkan optimisme pasar akan pelonggaran kebijakan The Fed pada 2026.
Jika rilis CPI lebih rendah dari perkiraan (inflasi menurun), kemungkinan pemangkasan suku bunga sebelum FOMC akhir Januari semakin besar, dan ini bisa melemahkan dolar serta mendukung aset berisiko seperti BTC.
Bitcoin berpeluang reli setelah adanya kejutan pada data CPI yang lebih lunak, karena angka inflasi rendah biasanya mendorong investasi ke “emas digital” di tengah likuiditas yang lebih longgar. Sebaliknya, angka CPI lebih tinggi bisa memicu volatilitas jangka pendek dan tekanan penurunan, memperkuat arah hawkish The Fed dan bisa menekan BTC mendekati level support US$90.000.
Performa Harga Bitcoin (BTC) | Sumber: BeInCrypto
Pada waktu publikasi, Bitcoin diperdagangkan di level US$91.977 dengan volatilitas yang cenderung tenang, sehingga ada peluang untuk reli jika CPI nanti di bawah prediksi. Secara umum, ekspektasi pasar condong ke arah positif untuk Bitcoin, meskipun volatilitas tetap ada, tapi potensi kenaikan lebih besar jika skenario The Fed dovish.
US PPI Membahas Data November
Data ekonomi penting AS lainnya minggu ini adalah Producer Price Index (PPI) pada hari Rabu, yang melaporkan perkembangan bulan November 2025. PPI AS menjadi indikator awal inflasi di tingkat grosir, yang seringkali memprediksi tren inflasi konsumen pada CPI.
Perkiraan pasar mengarah pada angka stabil di kisaran 2,7% secara tahunan (sesuai data sebelumnya), sedangkan PPI inti juga hampir sama, menunjukkan tekanan rantai pasok yang tetap terjaga meskipun ada ketidakpastian dagang global.
Menariknya, PPI AS menjadi data ekonomi penting dalam membentuk ekspektasi pasar terhadap arah The Fed. Jika PPI lebih rendah, ini akan semakin menguatkan narasi disinflasi, mendukung pemangkasan suku bunga lanjutan dan mendorong aset berisiko seperti Bitcoin berkat kondisi likuiditas yang membaik.
Kondisi ini selaras dengan pola di mana inflasi produsen yang rendah membatasi kekuatan dolar AS dan mendorong investasi ke aset berisiko tinggi seperti BTC.
Namun jika datanya lebih tinggi, bisa saja muncul kekhawatiran soal inflasi yang masih bertahan (terutama di tengah debat tarif), sehingga memicu naiknya yield dan memberi tekanan bagi aset kripto.
Sentimen pasar terhadap Bitcoin di X saat ini tetap hati-hati tapi optimistis, di mana PPI dianggap sebagai sinyal konfirmasi setelah data CPI hari Selasa. Jika selaras dengan tren inflasi yang menurun, peluang kenaikan pasca-CPI bisa semakin kuat dan membantu BTC bertahan atau kembali ke atas level US$92.000.
Sebaliknya, lonjakan tak terduga bisa menimbulkan koreksi jangka pendek ke area US$88.000-US$90.000. Tapi, ketahanan Bitcoin terhadap berbagai faktor ekonomi makro akhir-akhir ini sulit diabaikan, sehingga PPI diperkirakan tidak jadi satu-satunya penggerak, melainkan bisa memperkuat momentum risk-on jika hasilnya positif.
Hari Opini Terjadwal Mahkamah Agung Berikutnya
Mahkamah Agung AS juga bisa mengumumkan putusan pada kasus-kasus yang sudah dibahas, termasuk putusan soal tarif era Trump. Hari pengumuman opini Mahkamah Agung tanggal 14 Januari sangat penting karena mungkin akan menyelesaikan sengketa legalitas tarif besar-besaran “Liberation Day” yang diberlakukan Presiden Trump lewat International Emergency Economic Powers Act.
Setelah tidak ada putusan pada 9 Januari, ekspektasi (di Polymarket sebesar 27%) condong ke arah Mahkamah Agung akan membatalkan kebijakan tersebut, yang artinya pemerintah wajib mengembalikan dana pungutan bea tarif senilai US$133-150 miliar lebih.
Probabilitas Mahkamah Agung AS Putuskan Mendukung Tarif Trump | Sumber: Polymarket
Keputusan pada hari Rabu bisa jadi katalis besar untuk ekonomi makro Bitcoin, jika putusan batal:
Mengurangi ekspektasi inflasi (karena tarif dianggap memicu inflasi)
Melonggarkan kondisi keuangan
Melemahkan dolar AS, dan
Meningkatkan minat risiko
Semua faktor ini akan memberikan angin segar untuk BTC sebagai lindung nilai, sehingga bisa memicu reli pemulihan, dengan kemungkinan volatilitas naik serta arus likuiditas masuk.
Di sisi lain, jika Mahkamah Agung memutuskan untuk tetap memberlakukan tarif Trump—meski kemungkinan kecil—hal itu bisa mempertahankan ketegangan dagang, memperkuat risiko inflasi, dan memberi tekanan pada aset berisiko dalam jangka pendek.
Klaim Awal Tunjangan Pengangguran
Rilis Initial Jobless Claims pada Kamis memberikan gambaran terbaru tentang kesehatan pasar tenaga kerja AS, dan data terakhir menunjukkan ketahanan. Misalnya, pekan lalu tercatat sekitar 208.000, dibandingkan ekspektasi lebih dari 210.000.
Prediksi berada di sekitar 220.000, yang menunjukkan kondisi tetap stabil tapi tidak terlalu panas. Data ini memperlihatkan jumlah warga AS yang mengajukan klaim asuransi pengangguran minggu lalu dan menjadi indikator kunci untuk The Fed.
Klaim yang lebih rendah (PHK lebih sedikit) akan mendukung narasi soft-landing, mengurangi urgensi untuk pemangkasan suku bunga besar-besaran dan berpotensi membatasi kenaikan BTC dalam jangka pendek.
Jika datanya lebih tinggi (klaim bertambah), bisa menandakan pasar kerja mulai mendingin, sehingga peluang pemotongan suku bunga naik dan menjadi katalis bullish untuk Bitcoin karena harapan likuiditas meningkat.
Jika klaim turun mendadak, yield mungkin naik dan memberi tekanan pada BTC menuju US$88.000, sedangkan data tinggi bisa memperpanjang momentum pasca-CPI/PPI jika sentimen masih bullish.
Trader memandang hasil ini sebagai data konfirmasi, bukan utama. Namun, data ini bisa memperkuat volatilitas di pekan yang sudah penuh dengan data inflasi.
Timothy Ronald Dilaporkan Ke Polisi Atas Dugaan Penipuan Kripto
Influencer kripto Timothy Ronald resmi dilaporkan ke Polda Metro Jaya pada Minggu (11/1) atas dugaan penipuan investasi koin Manta di platform Akademi Crypto dengan total kerugian mencapai Rp200 miliar.
Sosok yang selama ini di juluki sebagai “Raja Kripto” Indonesia dan “The Next Warren Buffett”, Timothy Ronald, kini harus berhadapan dengan hukum. Pendiri platform Akademi Crypto tersebut resmi di laporkan ke Polda Metro Jaya atas dugaan penipuan investasi perdagangan kripto yang melibatkan banyak korban.
Laporan polisi yang teregistrasi pada Minggu (11/1/2026) ini mengonfirmasi jatuhnya citra sang influencer yang selama ini di kenal sebagai teladan investasi fundamental. Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, membenarkan adanya laporan dari pelapor berinisial Y. “Benar ada laporan terkait kripto oleh pelapor inisial Y. Terlapor (Timothy Ronald dan Kalimasada) saat ini dalam tahap penyelidikan” ujar Budi, Senin (12/1/2026).
Baca Juga: AS Curi Bitcoin Senilai US$15 Miliar Milik Raja Scam Cina? Begini “Caranya”
Sinyal Koin Manta dan Kerugian 90%
Berdasarkan data yang dihimpun, kasus ini bermula dari aktivitas di dalam grup Discord eksklusif Akademi Crypto. Ironisnya, Timothy yang sering mengampanyekan investasi jangka panjang justru di duga memberikan “sinyal” trading jangka pendek pada koin Manta pada Januari 2024.
Influencer Kripto Indonesia: Timothy Ronald dan Kalimasada
Korban di janjikan potensi keuntungan fantastis sebesar 300% hingga 500%. Namun, alih-alih meroket, harga aset tersebut justru anjlok hingga minus 90%. Salah satu pelapor mengaku merugi hingga Rp3 miliar. Total estimasi kerugian dari sekitar 3.500 anggota komunitas di taksir mencapai lebih dari Rp200 miliar.
Dugaan skema pump and dump menjadi sorotan utama para korban. Akun komunitas @skyholic888 mengungkapkan bahwa selama ini banyak korban merasa di bungkam dan di ancam secara psikis agar tidak melapor. Akhirnya sekarang mereka memberanikan diri membentuk aliansi hukum.
Polda Metro Dalami Bukti Transfer dan Jerat Pasal Berlapis
Pihak kepolisian saat ini tengah menganalisis barang bukti berupa tangkapan layar instruksi trading dan bukti transfer dana. Timothy dan rekannya, Kalimasada, di bidik dengan pasal berlapis. Mulai dari UU ITE (penyebaran informasi menyesatkan), hingga pasal penipuan dan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) dalam KUHP.
Kasus ini menjadi pukulan telak bagi ekosistem edukasi finansial di Indonesia. Timothy, yang baru saja memamerkan kepemilikan 11 juta lembar saham BBCA dan memiliki jutaan pengikut, kini harus membuktikan kredibilitasnya di hadapan penyidik. Hingga saat ini, pihak Timothy Ronald belum memberikan klarifikasi resmi, sementara kolom komentar di media sosialnya terpantau mulai di batasi.
Bagaimana pendapat Anda tentang dugaan kasus penipuan yang melibatkan Timothy Ronald dan platform Akademi Crypto ini? Yuk, sampaikan pendapat Anda di grup Telegram kami. Jangan lupa follow akun Instagram dan Twitter BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!
سجّل الدخول لاستكشاف المزيد من المُحتوى
استكشف أحدث أخبار العملات الرقمية
⚡️ كُن جزءًا من أحدث النقاشات في مجال العملات الرقمية