Bitcoin (BTC), aset kripto terbesar di dunia, terus menjadi sorotan para investor di tengah volatilitas pasar yang tinggi. Pada 12 Januari 2026, harga Bitcoin berada di kisaran $91,579.58 USD, dengan kenaikan sekitar 0.82% dalam 24 jam terakhir. Meskipun mengalami koreksi signifikan dari puncak tertinggi sepanjang masa (ATH) di $126,198.07 pada Oktober 2025, Bitcoin menunjukkan tanda-tanda stabilisasi yang bisa menjadi awal dari fase akumulasi baru. Dalam artikel ini, kita akan mengupas analisa teknis, fundamental, serta outlook jangka pendek hingga menengah untuk BTC, berdasarkan data terkini dari pasar.
Kondisi Pasar Saat Ini
Harga Bitcoin saat ini mengalami fluktuasi ringan, dengan rentang terendah 24 jam di $90,055.02 dan tertinggi di $92,395.53. Kapitalisasi pasar mencapai $1.82 triliun, sementara volume perdagangan 24 jam melonjak hingga $36.05 miliar, menandakan peningkatan aktivitas yang signifikan (naik 161.74% dari hari sebelumnya).
Ini menunjukkan bahwa meskipun harga sedang konsolidasi, minat investor tetap tinggi, terutama dari kalangan institusional.
Bitcoin telah turun sekitar 27.33% dari ATH-nya, tetapi pola ini mirip dengan fase konsolidasi sebelumnya, seperti yang terjadi pada April 2025 sebelum rally besar menuju $126.000. Saat ini, BTC berada dalam fase "coil" ketat di area $90.000-$92.000, di mana volume perdagangan relatif rendah namun inflow dana institusional mulai terlihat positif.
Analisa Teknis: Support dan Resistance Kunci
Dari perspektif teknis, Bitcoin sedang menguji level-level penting yang bisa menentukan arah selanjutnya:
- Support Utama: Area $90.000-$91.200 telah berhasil direbut kembali sebagai support setelah sebelumnya berfungsi sebagai resistance. Jika BTC bertahan di atas $91.200, ini bisa menjadi sinyal bullish untuk naik menuju $94.000.
- Resistance Utama: Level $92.900 bertindak sebagai "guardian" pertama, diikuti oleh $94.000-$95.000. Jika berhasil menembus $93.000-$94.000, potensi short squeeze bisa mendorong harga ke $99.000 atau lebih tinggi.
- Indikator Teknis: Relative Strength Index (RSI) menunjukkan hidden bullish divergence, menandakan momentum beli yang tersembunyi. Moving Average Convergence Divergence (MACD) mulai pulih meskipun masih netral. Namun, adanya Death Cross (50-EMA melintasi di bawah 200-EMA) sejak akhir 2025 tetap menjadi perhatian, meskipun sedang diuji untuk potensi "escape" – jika BTC bertahan di atas 200-EMA selama beberapa hari, ini bisa menjadi sinyal bullish kuat.
- Pola Grafik: Pola konsolidasi ketat ini mengingatkan pada setup sebelum surge besar tahun lalu, dengan volume rendah yang menunjukkan akumulasi diam-diam oleh pemain besar.
Investor disarankan untuk memantau $91.200 sebagai pivot utama. Jika gagal bertahan, risiko pullback lebih dalam meningkat.
Faktor Fundamental: Dorongan dari Institusi dan Makroekonomi
Fundamental Bitcoin tetap solid, didukung oleh adopsi institusional yang berkelanjutan:
- Aktivitas Institusional: Perusahaan seperti MicroStrategy terus melakukan akumulasi besar-besaran. Outflow dari ETF Bitcoin baru-baru ini (sekitar $600-900 juta minggu lalu) lebih disebabkan oleh profit-taking daripada penarikan total. Institusi seperti Morgan Stanley bahkan mengajukan ETF baru, menandakan kepercayaan jangka panjang.
- Faktor Makro: Penguatan dolar AS (indeks DXY tinggi) dan ekspektasi kebijakan hawkish dari Federal Reserve (Fed) menekan aset berisiko seperti BTC. Isu tarif perdagangan di era Trump dan penyelidikan terhadap Ketua Fed Jerome Powell bisa menambah volatilitas. Namun, narasi "debasement trade" – di mana kebijakan Trump mendorong pelemahan dolar – justru bullish untuk Bitcoin sebagai lindung nilai inflasi.
- Regulasi: Voting atas CLARITY Act di Senat AS pada sekitar 15 Januari menjadi catalyst potensial. Jika disahkan, regulasi crypto yang lebih jelas bisa memicu rally 5-15%, membuka pintu bagi lebih banyak investor institusional.
Selain itu, data circulating supply BTC mencapai 19.97 juta dari maksimal 21 juta, dengan fully diluted valuation (FDV) di $1.92 triliun, memperkuat narasi kelangkaan aset ini.
Sentimen Pasar dan Prediksi
Sentimen di platform X (sebelumnya Twitter) campur aduk, tetapi banyak analis melihat fase ini sebagai "coil" sebelum breakout. Prediksi dari platform seperti Polymarket memberikan probabilitas sekitar 38% bahwa BTC mencapai $100.000 pada akhir Januari 2026. Konsensus analis secara keseluruhan bullish untuk tahun 2026, dengan target rata-rata $110.000-$150.000, meskipun ada prediksi ekstrem dari $75.000 hingga $225.000.
Outlook Jangka Pendek hingga Menengah
- Skenario Bullish (Probabilitas 65%): Jika BTC bertahan di atas $91.000, ditambah data CPI (Consumer Price Index) pada 13 Januari menunjukkan inflasi dingin dan CLARITY Act lolos, relief rally bisa mendorong harga ke $99.000-$110.000. Potensi tes ulang $120.000 jika Fed kembali dovish.
- Skenario Bearish (Probabilitas 30-35%): Gagal bertahan di $91.000, ditambah CPI panas atau penguatan dolar, bisa memicu pullback ke $85.000-$88.000, bahkan $74.000 jika terjadi cascade likuidasi.
- Keseluruhan 2026: Tahun ini diproyeksikan bullish, didorong oleh halving effect pasca-2024 dan adopsi global.
Bitcoin saat ini berada di persimpangan penting: fase akumulasi yang menunggu catalyst. Bagi trader dan investor, ini adalah momen untuk DYOR (Do Your Own Research) dan mengelola risiko dengan baik. Apakah ini awal dari rally baru, atau koreksi lebih dalam? Pasar akan segera menjawab. Pantau perkembangan terbaru, dan ingat, investasi kripto melibatkan risiko tinggi. 🚀
$BTC #USNonFarmPayrollReport #TrendingTopic #TrendingPredictions #StrategicTrading