RLUSD akan listing sore ini.RLUSD dirancang dengan pendekatan "Regulation-First" (regulasi sebagai prioritas utama).
Kelebihan RLUSD
- Kepatuhan Regulasi yang Sangat Ketat: RLUSD diterbitkan di bawah lisensi trust company dari New York Department of Financial Services (NYDFS). Ini adalah salah satu regulator keuangan paling ketat di dunia. Bagi institusi, ini memberikan level keamanan yang jauh di atas USDT.
- Transparansi & Audit Bulanan: Berbeda dengan beberapa kompetitor yang sempat diterpa isu cadangan "gelap", RLUSD diaudit setiap bulan oleh firma akuntansi papan atas (seperti Deloitte). Cadangannya 100% didukung oleh dolar AS, surat utang AS (Treasury Bills), dan setara kas.
- Interoperabilitas "Native": RLUSD berjalan secara native di dua jaringan besar: XRP Ledger (XRPL) untuk kecepatan dan biaya rendah, serta Ethereum untuk akses ke ekosistem DeFi yang luas.
- Efisiensi Korporasi: Ripple mengintegrasikan RLUSD ke dalam sistem pembayaran lintas batas mereka. Ini memudahkan perusahaan besar untuk melakukan settlement instan tanpa harus terpapar volatilitas XRP.
Kekurangan RLUSD
- Efek Jaringan (Network Effect) yang Tertinggal: USDT dan USDC sudah menguasai pasar selama bertahun-tahun. Likuiditas RLUSD (sekitar $1.2 miliar) masih sangat kecil dibandingkan USDT yang mencapai ratusan miliar. Ini berarti untuk transaksi dalam jumlah sangat besar, slippage di RLUSD mungkin masih lebih tinggi.
- Ketergantungan pada Ekosistem Ripple: Meskipun bisa digunakan di Ethereum, daya tarik utama RLUSD tetap berada di ekosistem Ripple. Jika adopsi teknologi Ripple oleh perbankan melambat, pertumbuhan RLUSD juga akan terhambat.
- Sentimen "Terlalu Terpusat": Bagi komunitas kripto purist, RLUSD dianggap terlalu patuh pada pemerintah. Ripple memiliki kemampuan untuk membekukan akun jika diminta oleh otoritas hukum, yang bagi sebagian orang dianggap bertentangan dengan prinsip desentralisasi.
Kompetitor RLUSD adalah PayPal (PYUSD
#RLUSD $RLUSD #PYUSD