Hidup Saya di Binance: Dari Ladang Minyak ke Blockchain
Musim panas saat aku berusia delapan belas tahun, udara dipenuhi aroma minyak bumi dan harapan. Ayahku mengelola perusahaan kecil yang menyediakan suku cadang untuk ladang minyak lokal, itulah mesin masa depan keluarga kita. Aku baru saja mendapatkan surat kabar masuk perguruan tinggi, dan kucoba melihatnya sebagai langkah berikutnya dari usaha yang dibangun ayahku. Namun, tak lama kemudian, ladang minyak mulai kering. Penurunan harga minyak global dan pembatalan kontrak membuat bengkel yang sebelumnya ramai tiba-tiba hening, utang seperti bayangan yang menghimpit kita. Aku pernah berpikir dunia yang stabil, tiba-tiba runtuh dalam sekejap. Rasa kemenangan yang manis sebelumnya dirampas, digantikan oleh rasa takut yang dingin, bercampur rasa logam dan kegagalan.