Laporan inflasi CPI bulan Juli menunjukkan inflasi umum meningkat dari 3,0% menjadi 3,2%, sementara inflasi inti turun dari 4,8% menjadi 4,7%. Inflasi pangan berada pada angka 4,9%. Harga energi turun 12,5%.

Laporan inflasi CPI bulan Juli: inflasi umum meningkat menjadi 3,2% dan inflasi inti turun menjadi 4,7%.

  • Inflasi inti masih bertahan pada kisaran 4-5%.

  • Federal Reserve lebih memilih menggunakan inflasi inti sebagai ukuran mereka, dan angka 4,7% berada di atas target mereka sebesar 2%.

Inflasi pangan naik 4,9 persen, energi turun 12,5 persen

  • Inflasi pangan berada pada angka 4,9 persen, membaik dari 5,7 persen pada bulan sebelumnya.

  • Statistik tahun-ke-tahun mengenai bahan makanan umum: harga telur turun 13,7 persen, susu turun 3 persen, mentega turun 1,1 persen, ikan turun 0,9 persen, kopi naik 1 persen, daging naik 1,9 persen, buah-buahan dan sayuran naik 2,9 persen, roti naik 9,5 persen.

  • Harga energi turun 12,5 persen dibandingkan tahun lalu namun naik dari penurunan 16,7 persen bulan lalu.

  • Harga bensin meningkat karena kenaikan harga minyak. - Jatuhnya harga energi membantu inflasi secara signifikan.

Harga energi turun, namun harga listrik naik.

  • Inflasi tempat penampungan turun dari 7,8% menjadi 7,7%.

  • Inflasi tempat penampungan naik dan turun secara perlahan karena kontrak yang sudah ada sebelumnya.

Inflasi jasa naik 6,1% dari tahun ke tahun, di atas target 2%.

  • Inflasi tempat penampungan akan tetap sama bulan depan.

  • Inflasi jasa penting bagi Federal Reserve dan pasar tenaga kerja.

Pasar meyakini tingkat suku bunga saat ini cukup untuk menurunkan inflasi.

  • Kemungkinan Federal Reserve tidak menaikkan suku bunga meningkat menjadi 90%.

  • Masih ada waktu sebelum pertemuan FOMC berikutnya untuk memantau inflasi dan laporan ketenagakerjaan.

Inflasi kembali meningkat sehingga menimbulkan kekhawatiran bagi Federal Reserve

  • Penurunan awal inflasi diikuti oleh lonjakan akibat kebijakan moneter yang longgar

  • Inflasi inti masih tetap tinggi sebesar 4,7%, jauh di atas target 2%.

Tekanan inflasi masih tinggi dan perlu waktu untuk menurunkannya ke target dua persen.

  • Catatan sejarah menunjukkan bahwa dibutuhkan rata-rata sekitar dua tahun untuk menurunkan inflasi dari puncaknya hingga mencapai sasarannya.

  • Federal Reserve kemungkinan akan segera berhenti menaikkan suku bunga, namun akan ada jeda selama beberapa bulan sekitar dua tahun mendatang.

  • Perekonomian akan menderita jika tingkat suku bunga lebih tinggi sampai inflasi diturunkan.

  • Federal Reserve diperkirakan tidak akan menurunkan suku bunga atau mengubah kebijakannya pada tahun 2023.

Federal Reserve diperkirakan akan menurunkan suku bunga dan melakukan pivot pada tahun 2024.

  • Pemotongan suku bunga kemungkinan akan terjadi dalam kelipatan 0,25.

  • Ada ketidakpastian mengenai pelonggaran kuantitatif dan pencetakan uang pada tahun 2024.

#cpi #crypto2023 #Binance