Kisah rumit skema kripto Ponzi kolosal yang menipu lebih dari 200,000 korban telah mencapai kesimpulan ketika pihak berwenang di India mengumumkan penangkapan tersangka orkestra. Penangkapan Gurtej Singh Sighu, seorang individu berusia 40 tahun, telah memberikan pukulan telak terhadap operasi Solar Techno Alliance (STA), sebuah usaha penipuan yang tanpa malu-malu memangsa individu yang tidak menaruh curiga. Skema Ponzi ini, yang menyamar dengan kedok teknologi blockchain dan inovasi tenaga surya, berhasil mengumpulkan 10 miliar rupee ($120 juta) sebelum dibubarkan.

Kemunculan STA pada tahun 2021 menjanjikan sebuah perusahaan revolusioner berbasis blockchain yang berdedikasi untuk menjembatani kesenjangan antara pelanggan dan petani, dengan fokus pada teknologi tenaga surya. Narasi yang menarik ini dirancang dengan cermat untuk menutupi skema pemasaran berjenjang Ponzi yang secara sistematis memikat anggota.

Jai Narayan Pankaj, kepala Economic Offense Wing (EOW), mengungkap sifat sebenarnya dari operasi STA. Menggambarkannya sebagai “penipuan crypto Ponzi,” dia mengungkapkan bahwa skema tersebut dengan licik mengeksploitasi istilah-istilah seperti energi hijau dan teknologi surya untuk mengalihkan perhatian dari niat penipuannya. Beroperasi dengan kedok inisiatif yang sah, STA diam-diam mengumpulkan 10 miliar rupee.

Pihak berwenang meluncurkan penyelidikan komprehensif terhadap STA, mengungkap operasinya di berbagai distrik termasuk Odisha, Bhadrak, Balasore, Bhubaneswar, Mayurbhanj, Jajpur, Kendrapada, dan Keonjhar. Jangkauan yang luas ini menggarisbawahi sifat rumit dari skema ini dan dampaknya yang luas terhadap para korban yang tidak menaruh curiga.

Para korban skema Ponzi ditarik ke dalam web dengan janji penghasilan besar mulai dari $20 hingga $3,000 per hari, bergantung pada kemampuan mereka untuk merekrut anggota baru. Pankaj dengan singkat menjelaskan bahwa skema ini mengikuti strategi pemasaran berjenjang klasik, memanfaatkan keuntungan moneter awal untuk menarik perekrutan lebih lanjut.

Di balik layar, operasi skema tersebut diduga diatur oleh individu Hongaria David Gez. Baik Gez maupun Sidhu, dalang penangkapan, dilaporkan menyukai gaya hidup mewah, menikmati harta benda mewah seperti mobil mewah dan pakaian desainer.

Berakhirnya skema Ponzi kripto senilai $120 juta yang diatur oleh Solar Techno Alliance menandai kemenangan pihak berwenang di India melawan aktivitas penipuan yang mengeksploitasi ruang mata uang kripto. Kisah peringatan ini menggarisbawahi pentingnya kewaspadaan dan penyelidikan menyeluruh dalam dunia kripto, menyoroti sejauh mana perencana akan menipu dan menipu korban yang tidak menaruh curiga.