Kenya mengatakan 'menahan' operasi Worldcoin.
Mereka mempunyai kekhawatiran mengenai keamanan finansial dan privasi.
Ingin tahu apa yang sebenarnya terjadi? Mari selami:
BENANG 🧵
Kementerian Dalam Negeri Kenya adalah pihak pertama yang menangguhkan operasi Worldcoin.
Mereka khawatir tentang legitimasi proyek dan cara mereka menangani data.
Kini, mereka sedang menyelidikinya.
Misi Worldcoin sangat berani: sistem ID global menggunakan pemindaian iris mata. Dengan meningkatnya peran AI dalam kehidupan kita, hal ini bisa menjadi sebuah terobosan. Namun, metode pengumpulan data mereka menimbulkan keheranan. #Worldcoin
Secara khusus, taktik Worldcoin di negara-negara berkembang telah menuai kritik. Bahkan ada yang menyebutnya eksploitasi. Regulator di Eropa sudah menyetujui hal ini, namun Kenya mengambil sikap yang lebih tegas.
Meskipun ada penangguhan, token $WLD yang diberikan kepada peserta yang telah menjalani pemindaian iris mata telah mengalami kenaikan sebesar 4,8%, diperdagangkan pada $2,41 di bursa kripto.
Bicara tentang alur cerita!
Otoritas Pasar Modal (CMA) Kenya juga ikut serta.
Mereka telah mengklarifikasi bahwa mereka saat ini tidak mengawasi Worldcoin atau tokennya dan telah memperingatkan tentang potensi penipuan di pasar kripto.
Namun, mereka tidak menutup pintu bagi Worldcoin.
CMA telah menyatakan kesediaannya untuk bekerja sama dengan proyek ini melalui peraturannya.
Nantikan pembaruan lebih lanjut di kisah #Worldcoin .
Mari kita lihat bagaimana hal ini terungkap. 🚀