Direktur Makro Global Fidelity Jurrien Timmer telah secara terbuka membagikan analisis mendalamnya baru-baru ini tentang kinerja Bitcoin. Meskipun pasar mata uang kripto mengalami peningkatan yang signifikan, Timmer berpendapat bahwa lonjakan harga Bitcoin saat ini mungkin melampaui fundamentalnya. Bitcoin, yang sering disebut sebagai "emas digital", dianggap sebagai penyimpan nilai. Aset digital ini, seperti halnya aset fisiknya, biasanya terapresiasi ketika suku bunga riil turun, sehingga memberikan perlindungan terhadap inflasi. Namun baru-baru ini, Bitcoin tampaknya mengabaikan pengaruh suku bunga riil, dan malah didorong oleh spekulasi seputar kemungkinan pengenalan dana yang diperdagangkan di bursa spot (ETF).
Grafik Timmer menunjukkan korelasi yang menarik antara harga Bitcoin, kurva adopsi (tingkat masuknya peserta baru ke pasar) dan lingkungan suku bunga riil. Analisisnya menyiratkan bahwa Bitcoin saat ini mungkin berada di depan dari yang seharusnya, mengingat variabel makroekonomi ini. Potensi ETF Bitcoin telah menjadi topik diskusi penting dalam komunitas kripto untuk sementara waktu. Jika disetujui, hal ini akan menyediakan sarana investasi yang dapat diakses oleh investor ritel dan institusi, yang berpotensi meningkatkan likuiditas pasar dan harga Bitcoin.
Namun, pengamatan Timmer harus menjadi catatan peringatan bagi investor. Lonjakan harga Bitcoin saat ini terutama didorong oleh spekulasi seputar ETF, yang berarti bahwa harganya mungkin tidak dapat dibenarkan secara mendasar oleh tingkat pelaku pasar baru dan latar belakang makroekonomi dari suku bunga riil. Perlu disebutkan bahwa pasar pada dasarnya tidak dapat diprediksi, dan analisis Timmer, meskipun menggugah pikiran, hanyalah salah satu perspektif. Sangat penting bagi investor untuk melakukan penelitian sendiri dan mempertimbangkan berbagai faktor ketika membuat keputusan investasi. #Bitcoin