U.Today - Pengusaha dan penulis esai kripto terkenal baru-baru ini berbagi wawasan menariknya tentang masa depan mata uang kripto, khususnya, dan potensi interaksinya dengan bidang kecerdasan buatan (AI) yang berkembang pesat. Dalam artikel terbarunya, Hayes mengungkap dua prediksi menarik yang membuat komunitas kripto heboh.
Prediksi pertama menyatakan bahwa hal ini akan muncul sebagai mata uang utama untuk kecerdasan buatan. Hayes berpendapat bahwa AI memerlukan mata uang yang didukung blockchain dan tahan sensor, dan hanya Bitcoin yang memiliki kualitas tersebut. Dia mendukung klaimnya dengan menyoroti keunggulan Bitcoin, dengan menyatakan bahwa Bitcoin secara intrinsik terkait dengan biaya listrik, yang merupakan sumber kehidupan AI.
Tidak seperti mata uang fiat dan emas, yang tidak memiliki nilai atau perhitungan yang pasti, pasokan Bitcoin terbatas secara kriptografis, menjadikannya pilihan ideal bagi AI mana pun yang mencari mata uang digital yang andal dan didukung kelangkaan, ujar Hayes.
Bitcoin yang sangat tiga digit
Berdasarkan gagasan ini, Hayes mempelajari prediksi keduanya, dengan mempertimbangkan potensi lonjakan harga BTC jika BTC menjadi mata uang dominan dalam ekonomi AI. Berdasarkan berbagai indikator, termasuk ukuran ekonomi AI, nilai PDB harian pada tahun 2022, kapitalisasi Bitcoin terhadap kelipatan nilai transaksi harian, kecepatan pembayaran, dan total pasokan, Hayes menghitung skenario optimis di mana harga Bitcoin bisa meroket. menjadi $760.000 per koin yang mencengangkan.
Masih harus dilihat apakah Bitcoin benar-benar akan menjadi mata uang dominan di era AI. Namun, prediksi dan analisis mendalam Hayes tidak diragukan lagi akan berkontribusi pada wacana yang sedang berlangsung seputar masa depan cryptocurrency dan potensi konvergensinya dengan kecerdasan buatan.