Perkenalan
Bitcoin (BTC) dan BTC² dari Squarelab adalah aset 🔗 yang saling terhubung. Meskipun BTC telah memantapkan dirinya sebagai mata uang kripto pionir dan paling terkemuka, BTC² menawarkan pendekatan unik untuk Perdagangan Bitcoin dengan mekanisme pelacakan harga kuadratnya.
Artikel ini membahas hubungan antara BTC dan BTC², menjelaskan bagaimana pelacakan kuadrat BTC² memperkuat pergerakan harga, serta membahas keuntungan dan kasus penggunaan pendekatan inovatif ini.
Hubungan antara BTC dan BTC² 🤝
BTC dan BTC² saling terkait erat, tetapi karakteristik kinerjanyalah yang membedakannya. Perbedaan kinerja yang signifikan ini dapat dikaitkan dengan kemampuan unik BTC² untuk melacak harga kuadrat Bitcoin. Salah satu ilustrasi luar biasa dari hubungan ini dapat diamati selama periode waktu tertentu. Misalnya, dari tanggal 19 hingga 21 Juni, BTC mengalami peningkatan sebesar 12,85%, sementara BTC² mengungguli dengan lonjakan substansial sebesar 26,58% 📈.

Mekanisme pelacakan kuadrat BTC² membedakannya dari BTC dan opsi investasi lainnya, terutama yang melibatkan perdagangan leverage atau margin. Tidak seperti posisi leverage 2x yang mengandung risiko likuidasi, BTC² menghilangkan kekhawatiran ini.
Memahami Pelacakan Harga Kuadrat BTC²:
Mekanisme pelacakan harga kuadrat BTC² merupakan inti dari proposisi nilai uniknya. BTC² memperkuat dan mencerminkan perubahan harga kuadrat BTC. Ini berarti bahwa fluktuasi harga BTC yang kecil sekalipun dapat berdampak lebih besar pada BTC².
Keuntungan dan Kasus Penggunaan BTC²:
Peningkatan Eksposur dan Potensi Pengembalian: Dengan melacak harga kuadrat BTC, BTC² menawarkan peluang bagi investor untuk meningkatkan eksposur mereka terhadap pergerakan harga Bitcoin. Mekanisme pelacakan kuadrat memperbesar pergerakan harga, memungkinkan investor untuk berpotensi merealisasikan peningkatan pergerakan harga.
Lindung Nilai terhadap Volatilitas Bitcoin: Volatilitas harga BTC merupakan karakteristik yang menarik banyak investor. Namun, volatilitas ini juga dapat menimbulkan risiko. BTC² berfungsi sebagai alat lindung nilai terhadap volatilitas ini, memberikan eksposur yang lebih besar terhadap pergerakan harga BTC. Investor yang ingin mengelola eksposur risiko mereka dapat memanfaatkan BTC² untuk mengimbangi potensi kerugian atau memaksimalkan keuntungan.
Perdagangan dan Spekulasi: Pergerakan harga BTC² yang semakin intensif menjadikannya pilihan yang menarik bagi para pedagang dan spekulan yang ingin memanfaatkan fluktuasi harga jangka pendek. Pelacakan kuadrat dapat memperbesar potensi keuntungan, menarik mereka yang tertarik dengan strategi perdagangan aktif.
Pertimbangan dan Risiko:
Penting untuk dipahami bahwa mekanisme pelacakan kuadrat BTC² mengamplifikasi keuntungan dan kerugian. Meskipun menawarkan potensi imbal hasil yang lebih tinggi, mekanisme ini juga meningkatkan risiko investor. Selama periode tren harga menurun, pelacakan kuadrat dapat menyebabkan kerugian yang lebih besar dibandingkan dengan BTC, sehingga sangat menguntungkan bagi pedagang Short.
Kesimpulan:
Perbedaan kinerja antara BTC dan BTC², yang tercermin dari peningkatan BTC sebesar 12,86% dibandingkan dengan peningkatan BTC² sebesar 26,57% selama periode 19-21 Juni, menyoroti pengaruh pelacakan harga kuadrat BTC². Fitur unik BTC² yang mengamplifikasi dan mencerminkan perubahan persentase kuadrat dalam harga Bitcoin membuka peluang untuk peningkatan eksposur, potensi imbal hasil, dan manajemen risiko. Seiring pasar mata uang kripto terus berkembang, hubungan antara BTC dan BTC² menawarkan jalur yang menarik untuk eksplorasi dan penemuan.