#Binance #BTC #crypto2023 #inflation
Inflasi dan deflasi, keduanya merupakan istilah dalam terminologi keuangan, adalah salah satu kata yang paling meresahkan dalam perekonomian mana pun.
Harga komoditas meningkat tajam sementara upah tetap stagnan, yang berarti inflasi berada pada puncaknya secara global. Dengan turunnya harga kripto yang tajam, investor yang percaya bahwa Bitcoin dan mata uang kripto adalah lindung nilai penting terhadap inflasi bertanya-tanya apakah mereka membuat pilihan yang tepat.
Inflasi vs deflasi
Inflasi terjadi ketika pasokan suatu mata uang menjadi sangat tinggi sehingga kehilangan nilai atau daya belinya. Deflasi, di sisi lain, mengacu pada situasi di mana nilai atau pembelian suatu mata uang meningkat sehubungan dengan kekurangan pasokan. Mata uang fiat atau mata uang tradisional umumnya bersifat inflasi karena bank sentral dapat dan terus meningkatkan pasokannya. Cryptocurrency, di sisi lain, pada dasarnya adalah cryptocurrency yang mengalami deflasi dalam satu atau lain cara.
Ketika inflasi terus meningkat secara global, perdebatan antara mata uang kripto yang mengalami inflasi vs. deflasi mendapatkan momentum. Jangan khawatir jika menurut Anda istilah-istilah ini berlebihan. Artikel kami akan membedah topik aset kripto yang mengalami inflasi vs. deflasi, menjelaskan perbedaan di antara keduanya, apakah keduanya dapat melawan inflasi dan mengapa Anda harus memilih yang tepat.
