Analisis teknis adalah metode menganalisis pasar keuangan, termasuk mata uang kripto seperti Bitcoin, yang melibatkan mempelajari data harga dan volume masa lalu untuk memprediksi pergerakan harga di masa depan. Ide dibalik analisa teknikal adalah pergerakan harga tidak sepenuhnya acak, melainkan mengikuti tren dan pola yang dapat diidentifikasi dan dianalisis.

Trader yang menggunakan analisis teknis menggunakan berbagai alat dan teknik untuk mengidentifikasi tren dan pola dalam data pasar. Beberapa alat yang paling umum digunakan meliputi:

  1. Grafik: Grafik adalah representasi grafis dari data harga dan volume yang memungkinkan pedagang untuk memvisualisasikan tren dan pola dari waktu ke waktu. Pedagang menggunakan berbagai jenis grafik, termasuk grafik candlestick dan grafik garis, untuk mengidentifikasi peluang potensial untuk perdagangan.

  2. Rata-rata bergerak: Rata-rata bergerak adalah alat yang umum digunakan dalam analisis teknis yang membantu pedagang mengidentifikasi tren di pasar. Rata-rata bergerak dihitung dengan mengambil harga rata-rata suatu aset selama periode waktu tertentu, seperti 50 hari atau 200 hari.

  3. Osilator: Osilator adalah jenis alat analisis teknis yang membantu pedagang mengidentifikasi kondisi jenuh beli dan jenuh jual di pasar. Osilator umum meliputi Indeks Kekuatan Relatif (RSI) dan Osilator Stokastik.

  4. Level support dan resistance: Level support dan resistance adalah level harga yang menurut para trader ada tekanan beli atau jual yang signifikan. Trader menggunakan level support dan resistance untuk mengidentifikasi titik masuk dan keluar potensial untuk perdagangan.

Penting untuk dicatat bahwa analisis teknis hanyalah salah satu dari sekian banyak metode analisis pasar keuangan, dan tidak ada jaminan bahwa analisis teknis akan akurat dalam memprediksi pergerakan harga di masa mendatang. Namun, banyak pedagang menganggap analisis teknis sebagai alat yang berguna untuk mengidentifikasi peluang perdagangan potensial dan mengelola risiko.