Dalam sebuah wawancara terbaru dengan Fox Business, anggota dewan Dogecoin Foundation Marshall Hyner mengatakan bahwa DOGE pada akhirnya bisa berada di antara 3 crypto teratas. Lebih lanjut, merujuk pada “kekuatan memetik” aset tersebut, Hyner memberikan alasan yang cukup komprehensif untuk pernyataannya.
Sebaliknya, pasar masih dipimpin terutama oleh kekuatan Bitcoin (BTC) dan Ethereum (ETH) yang tidak tergoyahkan. Namun, ada dunia di mana waktu dapat membuktikan Hyner benar. Akibatnya, kita melihat pernyataan Hyner, dan apa yang dapat mengatur panggung untuk tempat Dogecoin yang akhirnya di antara 3 crypto teratas.
Dogecoin dan “Kekuatan Memetiknya”
Peningkatan prevalensi koin meme telah menjadi aspek yang tidak dapat disangkal dari industri aset digital. Namun, selalu ada orang-orang yang menyarankan bahwa aset ini memiliki batas yang cukup kecil dan risiko yang besar. Sebaliknya, anggota dewan Dogecoin Foundation Marshall Hynes percaya sebaliknya, karena dia menjelaskan mengapa DOGE pada akhirnya bisa menjadi crypto top 3 di waktu yang tepat.
Hyner menyatakan, “Saya pikir ini akan menjadi salah satu dari tiga teratas suatu hari nanti karena yang terjadi adalah, ada kekuatan memetik ini, dan itu tidak bisa dihentikan, dan di atas semua meme crypto adalah Kobasu dan Dogecoin.”

Selain itu, dia berbicara tentang kejelasan regulasi dan bagaimana itu bisa menguntungkan koin meme asli. Secara spesifik, karena aset tersebut tidak dapat diklasifikasikan sebagai sekuritas, mirip dengan Bitcoin. “Sesuai dengan Undang-Undang Pertukaran Sekuritas, sekuritas diklasifikasikan sebagai aset yang merupakan aset keuangan yang memiliki harapan keuntungan di masa depan dan memiliki entitas terpusat seperti Howie. Tidak ada faktor-faktor ini yang ada di DOGE,” kata Hyner.
Akhirnya, poin tersebut sangat valid. Secara khusus karena kurangnya kejelasan regulasi yang luar biasa di AS, dan kekacauan yang terus berlangsung yang dihadapi oleh Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC).
Bisakah DOGE Bertahan?
Akhirnya, hanya waktu yang akan memberi tahu di mana koin DOGE berakhir, dan prediksi para ahli yang paling pasti cukup tidak dapat dipercaya. Namun demikian, Dogecion memang menyajikan kasus yang cukup kuat untuk prevalensi DOGE sebagai crypto top 3 di masa depan.
Aset ini kemungkinan bebas dari klaim sekuritas yang dibuat oleh SEC, klaim yang tentu saja telah menyakiti aset lain di industri. Selain itu, meskipun harganya sangat volatil, DOGE selalu mempertahankan efek Elon Musk.
Musk, yang menyebut dirinya Dogefather, memiliki sejarah panjang dengan aset tersebut. Akibatnya, integrasinya ke dalam berbagai usahanya akan selalu menyisakan ruang untuk melonjak. Sebaliknya, entitas seperti Mark Cuban telah dengan cepat mengintegrasikan koin meme. Pada akhirnya, ini mengarah pada prognosis bahwa, meskipun tempat di top 3 tidak pernah menjadi kepastian, itu tidak sepenuhnya mustahil.