BTC vs DXY...
DXY (Indeks Dolar AS) adalah ukuran nilai dolar Amerika Serikat relatif terhadap sekeranjang mata uang asing. Bitcoin adalah mata uang digital terdesentralisasi yang beroperasi secara independen dari bank sentral.
Ketika DXY (Indeks Dolar AS) naik, biasanya ini berarti nilai dolar AS meningkat dibandingkan mata uang utama lainnya. Secara umum, kenaikan nilai dolar AS dapat menyebabkan penurunan harga mata uang kripto, termasuk Bitcoin dan altcoin lainnya.

Alasannya adalah karena banyak mata uang kripto dihargai dalam dolar AS di platform perdagangan, dan seiring dengan meningkatnya nilai dolar, dibutuhkan lebih sedikit dolar untuk membeli mata uang kripto dalam jumlah yang sama. Hal ini dapat menyebabkan penurunan permintaan terhadap mata uang kripto, karena investor mungkin menganggapnya kurang berharga dibandingkan dengan dolar AS.
Namun, penting untuk dicatat bahwa hubungan antara DXY dan mata uang kripto tidak selalu jelas, dan faktor-faktor lain juga dapat memengaruhi harga mata uang kripto. Misalnya, berita positif, Tweet dari Elon Musk, atau perkembangan industri mata uang kripto dapat menyebabkan peningkatan permintaan mata uang kripto, meskipun nilai dolar AS sedang naik.
Nilai DXY Sejarah...
Nilai DXY (Indeks Dolar AS) dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk data ekonomi, peristiwa geopolitik, dan kebijakan bank sentral. Sulit untuk memprediksi dengan pasti seberapa rendah DXY dapat bergerak karena bergantung pada fluktuasi dan perubahan pada faktor-faktor ini.
Namun, DXY secara historis diperdagangkan dalam kisaran 70-103 sejak didirikan pada tahun 1973. Level terendah dalam sejarah adalah 70.698, yang terjadi pada bulan Maret 2008 saat krisis keuangan global. Dalam beberapa tahun terakhir, DXY diperdagangkan pada kisaran 89-103, dengan titik terendah dalam satu dekade terakhir adalah 88,253 pada Februari 2018.

Korelasi antara DXY dan Bitcoin dapat disederhanakan sebagai berikut:
Ketika nilai dolar AS menguat (diukur dengan DXY), harga Bitcoin cenderung turun. Hal ini karena Bitcoin sering dilihat sebagai alternatif mata uang tradisional, sehingga ketika dolar AS kuat, investor mungkin memilih untuk menahan dolar daripada Bitcoin.
Sebaliknya, ketika nilai dolar AS melemah (yang diukur dengan DXY), harga Bitcoin cenderung meningkat. Hal ini karena investor mungkin memandang Bitcoin sebagai lindung nilai terhadap inflasi atau aset safe haven selama masa ketidakpastian ekonomi.
Tinggalkan pemikiran Anda💭 di komentar,
dan jangan ragu untuk mengikuti dan menyukai❤️🍀

