Web 2.0 dan Web 3.0 adalah dua fase berbeda dalam evolusi internet.

Web 2.0 mengacu pada periode perkembangan internet yang dimulai pada awal tahun 2000-an. Selama fase ini, internet menjadi lebih interaktif dan kolaboratif, dan pengguna dapat membuat dan berbagi konten dengan lebih mudah. Media sosial, blog, wiki, dan platform konten buatan pengguna lainnya adalah contoh teknologi Web 2.0. Web 2.0 menekankan konten buatan pengguna dan kekuatan jaringan sosial.

Web 3.0 adalah fase berikutnya dari perkembangan internet, yang juga dikenal sebagai "Web Semantik". Ini adalah internet yang lebih cerdas, saling terhubung, dan terdesentralisasi yang berfokus pada data dan otomatisasi. Web 3.0 dicirikan oleh teknologi blockchain, aplikasi terdesentralisasi (DApps), kontrak pintar, dan kecerdasan buatan (AI). Tujuan Web 3.0 adalah untuk menciptakan internet yang lebih transparan dan tepercaya yang memungkinkan layanan dan aplikasi terdesentralisasi jenis baru.

Singkatnya, Web 2.0 adalah tentang konten buatan pengguna dan jejaring sosial, sedangkan Web 3.0 berfokus pada layanan terdesentralisasi, blockchain, dan AI.