XRP adalah mata uang kripto yang dibuat oleh perusahaan bernama Ripple. Perusahaan ini menggunakan teknologi blockchain untuk membuat transfer uang global menjadi lebih cepat dan lebih murah bagi lembaga keuangan. XRP adalah aset digital yang memfasilitasi transaksi ini di jaringan Ripple.

Sekarang, mari kita lihat lebih dekat sejarah XRP terkini.

Pada tahun 2017, XRP mengalami lonjakan nilai, mencapai nilai tertinggi sepanjang masa sebesar $3,84 pada awal Januari 2018. Hal ini sebagian besar disebabkan oleh hype seputar mata uang kripto pada saat itu dan kegembiraan umum mengenai potensi teknologi blockchain. Namun, seperti banyak mata uang kripto lainnya, nilai XRP terbukti tidak stabil dan kemudian mengalami penurunan nilai yang signifikan, mencapai titik terendah $0,22 pada bulan Desember 2019.

Selama periode volatilitas ini, Ripple terus berupaya meningkatkan teknologinya dan memperluas kemitraannya dengan lembaga keuangan di seluruh dunia. Pada tahun 2019, perusahaan mengumumkan kemitraan dengan MoneyGram, salah satu perusahaan pengiriman uang terbesar di dunia. Kemitraan ini memungkinkan MoneyGram menggunakan teknologi Ripple untuk memfasilitasi transfer uang secara real-time.

Pada bulan Desember 2020, Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC) mengajukan gugatan terhadap Ripple, menuduh bahwa perusahaan tersebut telah melakukan penawaran sekuritas tidak terdaftar dengan menjual XRP kepada investor. Gugatan tersebut menyebabkan nilai XRP turun secara signifikan, karena investor tidak yakin tentang masa depan mata uang kripto tersebut.

Ripple membantah tuduhan tersebut dan berjanji untuk melawan gugatan tersebut. Namun, pertarungan hukum berdampak pada nilai XRP, yang terus menurun sepanjang kuartal pertama tahun 2021. Pada bulan Februari 2021, beberapa bursa mata uang kripto menghapus XRP dari daftar, yang selanjutnya berkontribusi terhadap penurunan nilainya.

Terlepas dari kemunduran ini, Ripple terus melanjutkan rencananya untuk mata uang kripto. Pada bulan Maret 2021, perusahaan mengumumkan kemitraan dengan Bank Nasional Mesir, yang memungkinkan bank tersebut menggunakan teknologi Ripple untuk pembayaran lintas batas. Kemitraan ini dipandang sebagai kemenangan signifikan bagi Ripple, karena menunjukkan kemampuan perusahaan untuk terus memperluas jaringannya meskipun terdapat tantangan hukum yang sedang berlangsung.

Pada bulan April 2021, Ripple mengajukan mosi untuk menolak gugatan SEC, dengan alasan bahwa badan tersebut telah gagal memberikan panduan yang jelas tentang apakah XRP adalah sekuritas atau mata uang. Mosi tersebut juga berargumen bahwa SEC gagal menunjukkan bahwa Ripple sengaja melanggar undang-undang sekuritas. Hasil dari tuntutan hukum tersebut masih belum pasti, namun jelas bahwa pertarungan hukum tersebut mempunyai dampak yang signifikan terhadap nilai XRP.

Pada April 2021, nilai XRP berada di sekitar $1 per koin, jauh dari nilai tertinggi sepanjang masa di $3,84. Namun, terlepas dari tantangan baru-baru ini, banyak ahli percaya bahwa XRP masih memiliki potensi yang signifikan sebagai mata uang kripto. Teknologi di balik jaringan Ripple berpotensi merevolusi cara uang ditransfer ke seluruh dunia, dan jika tantangan hukum diselesaikan demi kepentingan Ripple, XRP dapat mengalami peningkatan nilai yang signifikan.

Kesimpulannya, XRP mengalami tahun-tahun yang penuh gejolak, dengan fluktuasi nilai yang signifikan dan tantangan hukum yang terus berlanjut. Namun, teknologi Ripple berpotensi mengganggu industri pengiriman uang global, dan jika perusahaan mampu mengatasi tantangan hukumnya, XRP dapat melihat pertumbuhan yang signifikan di tahun-tahun mendatang. #Binance #xrp #BTC