Jaksa Federal Menargetkan Federal Reserve: Pasar Kripto Bersiap Menghadapi Dampak
Pada 12 Januari 2026, jaksa federal telah memulai penyelidikan kriminal terhadap Ketua Federal Reserve Jerome Powell dan bank sentral, dengan fokus pada renovasi kantor pusat senilai 2,5 miliar dolar AS yang kontroversial. Langkah tak biasa ini, yang diklaim oleh Powell sebagai tekanan politik untuk memengaruhi suku bunga, menimbulkan goncangan di sektor keuangan tradisional dan menciptakan lanskap kompleks bagi kripto.
Secara historis, tantangan terhadap kemandirian Fed memicu ketidakstabilan pasar. Indikator awal menunjukkan penurunan futures saham AS dan melemahnya dolar, sementara harga emas ($PAXG ) melonjak. Narasi perdagangan "jual-Amerika" ini memperkuat Bitcoin ($BTC ), yang beberapa investor lihat sebagai tempat aman terdesentralisasi menghadapi ketidakpastian institusi. Bitcoin menunjukkan ketahanan, bahkan menguat saat aset tradisional melemah.
Namun, pasar kripto secara keseluruhan tetap waspada. Indeks Ketakutan & Keserakahan Kripto menandakan "Ketakutan Ekstrem" karena volatilitas yang masih tinggi dan potensi dampak ekonomi yang lebih luas jika kepemimpinan Fed terganggu. Meskipun suku bunga yang lebih rendah (hasil potensial dari tekanan politik) umumnya menguntungkan kripto, krisis konstitusional penuh mengenai kemandirian Fed bisa memicu peristiwa "risk-off" sistemik, yang memengaruhi semua aset.
Jika kredibilitas Fed rusak, bank-bank mungkin mempercepat adopsi ledger pribadi yang terhubung ke ledger publik XRP (XRPL) untuk menjaga likuiditas tanpa bergantung sepenuhnya pada sistem AS yang terpusat. Nilai proposisi $XRP akan semakin kuat jika infrastruktur sistem keuangan tradisional dianggap rusak atau terlalu politis.
Penyelidikan ini merupakan ujian kritis terhadap peran kripto sebagai lindung nilai nyata terhadap tindakan pemerintah dan bank sentral, membuka panggung pergeseran pasar yang signifikan.


