Morgan Stanley baru saja secara resmi mengajukan dokumen S-1 ke Komisi Sekuritas dan Perdagangan Amerika Serikat (SEC) untuk mengajukan dua dana ETF kripto, yaitu ETF Bitcoin dan ETF Solana $SOL

SOL
SOLUSDT
143.1
+2.22%

Langkah ini menunjukkan bahwa lembaga keuangan besar di Wall Street terus memperkuat strategi akses ke kripto melalui produk investasi yang dikelola, di tengah meningkatnya permintaan investor kembali awal tahun 2026. $BTC

BTC
BTCUSDT
92,137.2
+1.23%

Menurut isi dokumen, dua dana bernama Morgan Stanley Bitcoin Trust dan Morgan Stanley Solana Trust akan beroperasi berdasarkan model investasi pasif. Dana akan secara langsung memiliki Bitcoin dan Solana, serta memantau pergerakan harga kedua aset ini secara ketat, alih-alih melakukan strategi perdagangan rumit atau spekulatif.

Sertifikat dana diperkirakan akan diperdagangkan di bursa terbuka setelah menyelesaikan prosedur hukum yang diperlukan. Bursa yang akan menjadi tempat pendaftaran akan diumumkan dalam dokumen 19b-4 berikutnya, sesuai prosedur biasa ETF di Amerika Serikat.

Jika disetujui oleh SEC, kedua ETF ini dapat membuka permintaan baru untuk BTC dan SOL, khususnya dari lebih dari 19 juta klien yang tergabung dalam divisi manajemen keuangan Morgan Stanley (data hingga April 2025). Ini dianggap sebagai keunggulan besar, karena produk ETF membantu investor tradisional mengakses kripto tanpa perlu menyimpan atau mengelola dompet pribadi mereka sendiri.

Minat terhadap kripto awal tahun 2026 juga tercermin dari arus dana masuk ke ETF Bitcoin tunai. Hanya dalam dua sesi perdagangan pertama tahun ini, dana-dana tersebut telah menarik sekitar 1,1 miliar dolar AS, didorong oleh semangat 'clean-slate' – tren restrukturisasi dan alokasi ulang portofolio saat memasuki tahun baru.

Beberapa poin penting dalam dokumen ETF Morgan Stanley:

  • Morgan Stanley Investment Management adalah pihak yang mendukung kedua dana tersebut

  • CSC Delaware Trust Company berperan sebagai pihak penitip

  • Sebagian besar kunci pribadi akan disimpan di dompet dingin, sisanya di dompet panas

  • Dana hanya mengikuti harga BTC dan SOL, tidak melakukan transaksi spekulatif atau menjual aset untuk mencari keuntungan di atas rata-rata

Sejalan dengan pengajuan dokumen ETF, Morgan Stanley juga secara bertahap melonggarkan kebijakan akses kripto bagi klien. Sejak bulan Oktober tahun lalu, para penasihat keuangan bank telah diizinkan merekomendasikan dana kripto kepada klien yang menggunakan rekening pensiun seperti IRA dan 401(k). Ini merupakan tonggak besar dibandingkan sebelumnya, ketika produk kripto hanya tersedia bagi klien ultra-kaya dengan aset di atas 1,5 juta dolar AS.

Bukan hanya Morgan Stanley, banyak perusahaan besar Wall Street lainnya juga sedang mempercepat langkah mereka di bidang kripto yang dikelola. Baru-baru ini, Bank of America mengizinkan para penasihat manajemen keuangan merekomendasikan investasi ke empat ETF Bitcoin, membuka jalan bagi lebih dari 15.000 penasihat di platform Merrill, Bank of America Private Bank, dan Merrill Edge untuk menawarkan produk ini kepada klien.

Sementara itu, Vanguard telah mengizinkan perdagangan ETF kripto sejak bulan Desember 2025. Sebelumnya, BlackRock sempat menarik perhatian ketika menjadi lembaga keuangan besar pertama yang menyarankan pelanggan untuk mengalokasikan hingga 2% dari portofolio mereka ke Bitcoin, menandai perubahan nyata dalam cara Wall Street melihat aset digital.

Secara keseluruhan, serangkaian langkah dari lembaga keuangan terkemuka menunjukkan bahwa kripto semakin dipahami sebagai aset yang terstandarisasi dan semakin masuk ke dalam sistem keuangan tradisional, khususnya melalui saluran ETF—di mana arus dana institusi dapat terlibat dengan cara yang lebih aman dan transparan.