Konsep keberlanjutan muncul pada tahun 1980an, menekankan pada pembangunan ekonomi, masyarakat, dan lingkungan yang terkoordinasi. Sekarang secara luas dipahami sebagai kemampuan untuk mencapai pembangunan jangka panjang dan berkelanjutan. Upaya mencapai pembangunan berkelanjutan selalu menjadi tujuan utama setiap proyek Web3. Namun, hal ini juga menjadi tantangan terobosan yang menyusahkan tim proyek.

Dilema Pertumbuhan dan Pembangunan

Proyek Web3 menghadapi banyak kesulitan karena berbagai faktor, termasuk:

  1. Kondisi pasar yang berkembang pesat

  2. Tantangan teknis yang tidak bisa dihindari

  3. Perlunya model bisnis yang berkelanjutan untuk mencapai pertumbuhan jangka panjang

  4. Risiko hukum yang harus diatasi

  5. Kesadaran pengguna yang belum matang

Jalan Menuju Menghancurkan Permainan Web3

Berbagai tantangan dan kesulitan telah mempersulit proyek Web3 untuk mempertahankan pertumbuhan dan perhatian pengguna. Banyak proyek yang tidak mampu bertahan dalam ujian waktu dan berakhir tanpa kemajuan apa pun. Meski mengalami kesulitan, bukan berarti tidak ada pola yang bisa diikuti. Pihak proyek masih dapat mempromosikan pembangunan mereka sendiri melalui beberapa metode umum.

  1. Perhatikan indikator utama pengembangan proyek Pengguna selalu menjadi jiwa pengembangan proyek Web3. Pengguna dapat mengaktifkan ekologi, menjadikan produk dan fungsi yang dibawa oleh proyek berharga, dan memberikan umpan balik untuk terus berinovasi dan mengembangkan proyek. Indikator-indikator utama berikut dapat diamati:

1)Biaya akuisisi pelanggan

2)Tingkat konversi pengguna

3)Jumlah pengguna aktif

4)Siklus hidup pengguna

Bersambung.