Perdagangan berjangka dapat menjadi peluang yang menguntungkan bagi investor, namun memiliki kompleksitas tersendiri. Salah satu kompleksitas tersebut adalah tingkat pendanaan, yang memainkan peran penting dalam menjaga stabilitas pasar dan memastikan harga kontrak berjangka tetap sejalan dengan aset yang mendasarinya. Memahami tingkat pendanaan sangat penting bagi setiap pedagang yang ingin menavigasi dunia perdagangan berjangka dengan sukses.

► Tingkat pendanaan digunakan dalam kontrak berjangka abadi karena kontrak ini dirancang untuk melacak harga aset yang mendasarinya tanpa batas waktu. Berbeda dengan kontrak berjangka tradisional yang memiliki tanggal kedaluwarsa tetap, kontrak berjangka abadi tidak memiliki masa berlaku tetap dan dirancang untuk diperdagangkan tanpa batas waktu. Seseorang mungkin telah memperhatikan angka-angka tertentu dan pengatur waktu 8 jam yang berjalan saat menjelajahi tab perdagangan berjangka mata uang kripto di bursa online. Sesuatu seperti ini:-

► Dalam perdagangan berjangka, tingkat pendanaan adalah biaya berkala yang dibayarkan antara pedagang jangka panjang dan pendek untuk menjaga harga kontrak sejalan dengan aset yang mendasarinya. Untuk mencegah perbedaan harga antara kontrak berjangka dan aset yang mendasarinya, tingkat pendanaan diterapkan pada kontrak secara berkala, biasanya setiap 8 jam.

► Tingkat pendanaan dihitung berdasarkan selisih antara harga kontrak berjangka saat ini dan harga aset dasar (on spot).

Funding Rate = (Harga Kontrak - Harga Underlying Asset) / Harga Underlying Asset x Interval Pendanaan

Jika kontrak berjangka diperdagangkan di atas harga aset dasar, pedagang jangka panjang membayar tingkat pendanaan kepada pedagang jangka pendek, dan sebaliknya jika kontrak berjangka diperdagangkan di bawah harga aset dasar. Secara teknis, hal ini menjelaskan mengapa aset yang sama biasanya memiliki harga yang berbeda di pasar spot dan pasar berjangka. Tingkat pendanaan netral adalah 0,01%.

► Tingkat Pendanaan Positif dan Negatif: Misalnya; Tingkat pendanaan untuk pasangan CFX/USDT pada gambar di atas adalah 0,0312%, yang merupakan pendanaan positif dan menunjukkan bahwa terdapat lebih banyak posisi buy terbuka di pasar daripada posisi short terbuka. Dalam kasus seperti itu, pada setiap penyegaran hitungan mundur selama 8 jam, pedagang panjang membayar biaya tertentu kepada pedagang pendek, dan biaya ini dikurangkan dari margin terbuka pesanan panjang tersebut.

Tingkat Pendanaan Negatif di bawah 0,01%

Tingkat pendanaan negatif sebesar -0,0689% pada APE/USDT menunjukkan bahwa terdapat lebih banyak posisi short terbuka untuk pasangan ini di pasar saat ini. Dalam situasi ini, pedagang jangka pendek akan membayar biaya tertentu kepada pedagang jangka panjang pada setiap penyegaran hitungan mundur 8 jam.

Berhati-hatilah saat memperdagangkan kontrak berjangka dengan tingkat pendanaan tinggi, karena dapat mengakibatkan harga berfluktuasi dan biaya yang signifikan di akhir hitungan mundur. Sebaliknya, memegang posisi long pada aset dengan tingkat pendanaan yang sangat negatif dapat menghasilkan margin bunga yang menguntungkan setelah hitungan mundur diatur ulang.

► Sentimen Pasar: Data yang ditunjukkan pada grafik di bawah ini menunjukkan hubungan antara tingkat pendanaan dan sentimen pasar. Korelasi positif menunjukkan bahwa tingkat pendanaan cenderung meningkat seiring dengan meningkatnya sentimen pasar, sedangkan korelasi negatif menunjukkan sebaliknya. Misalnya, ketika harga Bitcoin turun, tingkat pendanaan menjadi negatif (ditunjukkan dengan warna merah), yang menunjukkan sentimen bearish. Namun, seiring dengan naiknya harga Bitcoin, tingkat pendanaan menjadi positif (ditunjukkan dalam warna hijau), menunjukkan bahwa posisi short ditutup atau dilikuidasi dan lebih banyak pedagang mengambil posisi buy dengan sentimen bullish.

Korelasi tingkat pendanaan dengan sentimen pasar

Tab biaya pendanaan

Tab biaya pendanaan di riwayat pesanan berjangka Anda akan menunjukkan biaya pendanaan yang dibayarkan atau dibayarkan untuk posisi terbuka Anda.

Kesimpulannya, tingkat pendanaan memainkan peran penting dalam perdagangan berjangka, membantu memastikan bahwa harga pasar kontrak berjangka tetap dekat dengan harga spot aset dasarnya. Meskipun menawarkan keuntungan seperti prediktabilitas, likuiditas, dan stabilitas harga, trader juga harus menyadari potensi kerugiannya, termasuk kompleksitas, kejadian tak terduga, dan peningkatan biaya perdagangan. Dengan memahami mekanisme perdagangan berjangka dan dengan cermat mempertimbangkan pro dan kontra penggunaan tingkat pendanaan dalam strategi mereka, pedagang dapat secara efektif memanfaatkan tingkat pendanaan untuk meningkatkan kinerja perdagangan berjangka mereka. Pada akhirnya, penggunaan tingkat pendanaan harus dianggap hanya sebagai salah satu dari banyak alat yang dimiliki trader, dan digunakan secara bijaksana sebagai bagian dari strategi trading yang menyeluruh.