Bayangkan Anda memiliki banyak gadget seperti ponsel, tablet, dan laptop yang tidak dapat dimasukkan ke dalam ransel Anda. Untuk mengatasi masalah ini, Anda dapat membagi gadget Anda menjadi kelompok-kelompok kecil dan menyimpannya di tas atau wadah berbeda.

Dengan cara ini, Anda dapat dengan mudah menemukan gadget yang ingin digunakan tanpa harus mencari semuanya. #Sharding bekerja dengan cara yang sama ketika Anda memiliki banyak data yang perlu Anda simpan di beberapa server. Anda membagi data menjadi bagian-bagian kecil yang disebut "pecahan" dan menyimpannya di server berbeda.

Hal ini membantu mempermudah dan mempercepat akses data yang Anda butuhkan, karena Anda hanya perlu mencari melalui jumlah yang lebih sedikit

f data. Misalnya, dalam aplikasi media sosial seperti Instagram, alih-alih menyimpan semua informasi pengguna di satu server, informasi tersebut dapat dibagi menjadi beberapa bagian, dengan masing-masing server menangani sekumpulan #Data pengguna tertentu. Hal ini membantu agar aplikasi tetap berjalan lancar, bahkan saat jumlah pengguna dan data meningkat.

Sharding terutama digunakan dalam komputasi terdistribusi dan sistem basis data, khususnya dalam teknologi #blockchain . Dalam blockchain, sharding digunakan untuk meningkatkan skalabilitas dan kinerja sekaligus memastikan keamanan dan konsistensi data di seluruh jaringan.

Hal ini memungkinkan jaringan untuk memproses lebih banyak transaksi per detik dan menangani lebih banyak pengguna tanpa mengorbankan integritas blockchain.

Namun, sharding juga dapat digunakan dalam sistem terdistribusi lainnya seperti komputasi awan dan sistem penyimpanan data, untuk meningkatkan efisiensinya dan #scalability #CoinGabbar