Dalam sebulan terakhir, pasar cryptocurrency mengalami guncangan yang signifikan.

Bitcoin (BTC) mengalami tekanan penurunan yang kuat setelah mencapai rekor tertinggi di awal tahun ini. Karena arus keluar dana ETF, kurangnya likuiditas pasar, dan dampak dari penjualan saham teknologi di AS, Bitcoin sempat anjlok lebih dari 20%, hampir menghapus semua kenaikan sebelumnya, dan sentimen pasar menjadi hati-hati.

Meski pasar sangat bergejolak, posisi Bitcoin sebagai 'raja cryptocurrency' tetap solid. Investor terus memperhatikan nilai kelangkaan yang dihasilkan oleh pasokan tetapnya (21 juta koin), terutama setelah peristiwa pengurangan setengah pada tahun 2024, di mana jumlah produksi baru harian berkurang setengah, dan hubungan pasokan dan permintaan jangka panjang tetap menjadi topik inti pasar.

Selain BTC dan ETH, Solana (SOL) dan Ripple (XRP) masih menjadi perhatian. Dalam pasar yang bergejolak, beberapa stablecoin yang ditawarkan oleh bursa menjadi pilihan untuk lindung nilai atau mendapatkan keuntungan, dengan imbal hasil tahunan sekitar 5%-20%.

Seiring dengan evolusi ekosistem blockchain, solusi jaringan lapisan kedua (Layer 2) selalu menjadi fokus pasar. Baru-baru ini saya secara khusus memperhatikan proyek plasma, karena mereka menunjukkan potensi besar dalam meningkatkan volume transaksi dan mengurangi biaya transaksi.

Keunggulan inti plasma terletak pada mekanisme komputasi off-chain yang unik, yang tidak hanya dapat mengurangi kemacetan di jaringan utama, tetapi juga memberikan pengalaman pengguna yang lancar untuk aplikasi terdesentralisasi (dApps). Sebagai investor, saya percaya token XPL memainkan peran yang sangat penting dalam ekosistemnya, baik sebagai alat pemerintahan maupun mekanisme insentif, menunjukkan ruang pertumbuhan jangka panjang.

Meskipun pembayaran stablecoin tanpa Gas dari plasma sangat menarik, investor tetap perlu memperhatikan kekurangannya. Pertama, sebagai jaringan Layer 1 yang baru muncul, aplikasi ekosistem XPL masih dalam tahap awal, kekayaan DApp jauh dari Solana atau Tron, dan tingkat retensi pengguna masih perlu dibuktikan.

Selain itu, tekanan pembukaan token tidak dapat diabaikan sebagai risiko, pelepasan pasokan besar dalam tahun pertama mungkin menyebabkan fluktuasi harga koin. Selain itu, sistem pembayaran Paymaster inti dan keamanan jembatan lintas rantai juga perlu diuji dengan beban tinggi di pasar nyata. Dalam mengejar efisiensi, tingkat sentralisasi proyek dan kepatuhan regulasi juga akan menjadi ujian jangka panjang di masa depan.

@Plasma $XPL #plasma