Dalam dunia mata uang kripto, acara penggalangan dana seperti prapenjualan, penawaran terdesentralisasi awal (IDO), dan penawaran koin awal (ICO) telah menjadi cara yang semakin populer bagi proyek-proyek baru untuk meningkatkan modal. Peristiwa ini sangat penting bagi keberhasilan proyek mata uang kripto, karena memberikan peluang untuk menghasilkan buzz, membangun komunitas, dan mengamankan investasi. Pada artikel ini, kita akan mengeksplorasi konsep prapenjualan, IDO, dan ICO serta memeriksa perbedaan dan persamaannya.
Pra penjualan
Presale adalah acara penggalangan dana yang dilakukan sebelum peluncuran resmi mata uang kripto. Selama pra-penjualan, tim proyek menawarkan akses awal ke tokennya kepada sekelompok investor terpilih. Investor ini biasanya adalah orang-orang terkenal atau sudah memiliki hubungan dengan tim proyek.
Tujuan prapenjualan adalah untuk mengumpulkan modal dan menciptakan sensasi seputar peluncuran yang akan datang. Prapenjualan dapat menawarkan bonus atau diskon sebagai hadiah atas investasi awal. Misalnya, seorang investor yang berpartisipasi dalam prapenjualan dapat menerima bonus 20%, yang berarti mereka akan menerima 20% lebih banyak token untuk jumlah investasi yang sama.
Prapenjualan dapat menjadi peluang investasi yang menarik karena menawarkan akses awal ke proyek baru dengan harga diskon. Namun, prapenjualan juga dapat berisiko, karena proyek belum diluncurkan, dan tidak ada jaminan keberhasilan.
IDO (Penawaran Terdesentralisasi Awal)
Penawaran awal terdesentralisasi (IDO) adalah acara penggalangan dana yang berlangsung di platform terdesentralisasi, seperti Ethereum atau Binance Smart Chain. Tidak seperti prapenjualan, IDO terbuka bagi siapa saja yang ingin berinvestasi dan tidak memerlukan hubungan yang sudah terjalin dengan tim proyek.
Selama IDO, investor dapat membeli token proyek langsung dari platform terdesentralisasi, menggunakan dompet mata uang kripto mereka. Hal ini menghilangkan kebutuhan akan bursa terpusat untuk memfasilitasi transaksi, sehingga memberikan transparansi dan keamanan yang lebih baik.
Token yang dijual selama IDO biasanya merupakan token asli proyek, yang akan digunakan untuk transaksi dalam ekosistem proyek. Harga token ditetapkan oleh tim proyek, dan dapat ditentukan melalui berbagai mekanisme, seperti harga tetap atau lelang Belanda.
IDO menarik bagi investor karena menawarkan cara yang adil dan transparan untuk berinvestasi dalam proyek baru. Karena token dibeli langsung dari platform yang terdesentralisasi, tidak perlu khawatir tentang integritas bursa terpusat.
ICO (Penawaran Koin Perdana)
Penawaran koin perdana (ICO) adalah acara penggalangan dana yang berlangsung di platform terpusat, seperti bursa mata uang kripto. Seperti prapenjualan dan IDO, tujuan ICO adalah untuk mengumpulkan modal dan menciptakan sensasi seputar proyek baru.
Selama ICO, investor dapat membeli token proyek menggunakan mata uang kripto atau mata uang fiat. Token yang dijual selama ICO biasanya merupakan token asli proyek, yang akan digunakan untuk transaksi dalam ekosistem proyek.
ICO mirip dengan prapenjualan karena menawarkan bonus atau diskon untuk investasi awal. Namun, tidak seperti prapenjualan, ICO terbuka untuk umum, dan siapa pun dapat berpartisipasi.
ICO telah menjadi subjek kontroversi di komunitas mata uang kripto, karena kaitannya dengan penipuan dan proyek-proyek yang curang. Beberapa ICO telah mengumpulkan jutaan dolar, tetapi kemudian menghilang tanpa memenuhi janji mereka.
Perbedaan dan Persamaan
Prapenjualan, IDO, dan ICO semuanya merupakan cara bagi proyek mata uang kripto baru untuk mengumpulkan dana, tetapi mereka berbeda dalam beberapa hal.
Prapenjualan biasanya diperuntukkan bagi investor terkemuka atau orang-orang yang sudah memiliki hubungan dengan tim proyek. Di sisi lain, IDO terbuka bagi siapa saja yang ingin berinvestasi, tanpa memerlukan hubungan yang sudah terjalin.


