Penambangan mata uang kripto adalah proses penyelesaian persamaan matematika kompleks untuk memvalidasi transaksi di jaringan blockchain dan mendapatkan imbalan dalam bentuk mata uang kripto. Proses ini memerlukan daya komputasi yang signifikan, yang biasanya disuplai oleh perangkat keras khusus yang dikenal sebagai ASIC (Application-Specific Integrated Circuits).

Dampak penambangan mata uang kripto terhadap lingkungan semakin mengkhawatirkan karena besarnya jumlah energi yang dibutuhkan untuk menggerakkan ASIC. Menurut sebuah studi yang dilakukan oleh Universitas Cambridge, konsumsi energi jaringan Bitcoin saja diperkirakan sekitar 130 TWh per tahun, yang sebanding dengan konsumsi energi seluruh negara Argentina.

Mayoritas konsumsi energi dihasilkan oleh pembangkit listrik tenaga batu bara, yang merupakan sumber utama emisi gas rumah kaca. Selain itu, pembuatan dan pembuangan ASIC juga berkontribusi terhadap pencemaran lingkungan.

Masalah lain yang terkait dengan penambangan mata uang kripto adalah penciptaan “pertanian penambangan”, yang merupakan kelompok besar ASIC yang berlokasi di daerah dengan biaya listrik rendah. Peternakan ini dapat menyebabkan ketegangan pada jaringan listrik lokal dan menyebabkan peningkatan biaya bagi penduduk. Selain itu, kebisingan dan panas yang dihasilkan oleh ASIC dapat mengganggu warga sekitar.

Untuk mengatasi permasalahan ini, beberapa individu dan organisasi menganjurkan bentuk penambangan mata uang kripto yang lebih berkelanjutan, seperti menggunakan sumber energi terbarukan atau menggunakan kembali ASIC lama. Selain itu, beberapa jaringan blockchain sedang menjajaki mekanisme konsensus alternatif yang memerlukan daya komputasi lebih sedikit, seperti bukti kepemilikan.

Penting untuk dicatat bahwa beberapa ahli tidak setuju mengenai dampak penambangan kripto terhadap lingkungan, dan menunjukkan bahwa dampak penambangan kripto terhadap lingkungan tidak seburuk yang digambarkan oleh media arus utama. Dengan peralihan ke energi terbarukan, industri ini akan mengurangi jejak karbonnya secara signifikan.

Kesimpulannya, dampak lingkungan dari penambangan mata uang kripto adalah masalah kompleks yang memerlukan penelitian dan perhatian lebih lanjut. Meskipun konsumsi energi dan polusi yang terkait dengan proses ini cukup besar, ada juga upaya yang dilakukan untuk membuat penambangan mata uang kripto lebih berkelanjutan.