Relative Strength Index (RSI) adalah indikator momentum populer yang digunakan dalam analisis teknis. Berikut panduan dasar singkatnya:
1. Rentang RSI: RSI mengukur kecepatan dan perubahan pergerakan harga dan berskala dari 0 hingga 100. Biasanya, pembacaan di atas 70 menunjukkan kondisi jenuh beli, sedangkan pembacaan di bawah 30 menunjukkan kondisi jenuh jual.
2. Sinyal untuk Overbought dan Oversold: Trader menggunakan RSI untuk mengidentifikasi titik pembalikan potensial. Ketika RSI melampaui 70, ini mungkin merupakan sinyal jual (overbought). Ketika turun di bawah 30, itu mungkin merupakan sinyal beli (oversold).
3. Divergence: Perhatikan divergensi RSI dengan pergerakan harga. Jika RSI dan harga bergerak berlawanan arah, ini bisa menandakan potensi perubahan tren.
4. Penggunaan dengan Indikator Lain: RSI sering digunakan bersama dengan indikator lain untuk membuat keputusan perdagangan yang lebih tepat.
5. Timeframe: RSI dapat diterapkan pada berbagai timeframe, dari jangka pendek hingga jangka panjang, tergantung strategi trading Anda.
Ingatlah bahwa RSI hanyalah salah satu alat dalam kotak peralatan trading Anda. Penting untuk menggunakannya bersama dengan metode analisis dan teknik manajemen risiko lainnya untuk mengambil keputusan perdagangan yang efektif.