Keeping Your Crypto Assets Safe — Social Engineering(Day 14) #KryptoSecure

Rekayasa sosial adalah teknik manipulatif yang digunakan pelaku kejahatan untuk menipu individu agar mengungkapkan informasi sensitif atau melakukan tindakan yang membahayakan keamanan mereka. Dalam konteks mata uang kripto, serangan rekayasa sosial dapat menimbulkan ancaman signifikan terhadap keamanan aset Anda.

Saya telah melihat berbagai versi rekayasa sosial di x.com dalam konteks mata uang kripto, meskipun saya menganggap banyak di antaranya sangat bodoh dan hanya orang yang sama sekali tidak tahu tentang dasar-dasar kripto yang akan termakan umpan mereka.

Beberapa hari lalu, saya membuat postingan di x.com yang meminta orang-orang untuk berbagi pengalaman kehilangan kripto mereka, mungkin akibat peretasan dompet, penipu, menghubungkan ke dapps jahat, atau bahkan kehilangan akibat tidak mencadangkan frase awal.

Seseorang berbagi pengalamannya tentang bagaimana dompetnya dibobol dan mengakibatkan hilangnya token di dompet.

Beberapa penipu datang melalui pos dan mencoba menangkap beberapa korban.

Maafkan sikap saya pada foto di atas, saya hanya menganggap mereka sangat bodoh dan menjijikkan.

Yang akan mereka lakukan jika orang tersebut mengobrol dengan orang yang disebut sebagai pembantu itu adalah memintanya untuk mengirimkan kunci pribadinya, dan mereka akan memindahkan apa pun yang tersisa di sana, dan jika dompet itu ternyata memenuhi syarat untuk airdrop di masa mendatang, mereka akan memindahkan aset itu.

Berikut adalah beberapa tips penting untuk melindungi diri Anda dari serangan rekayasa sosial:

1. Bersikap Skeptis: Selalu berhati-hati dan skeptis ketika Anda menerima komunikasi yang tidak diminta, baik melalui email, panggilan telepon, atau pesan, terutama jika mereka meminta informasi pribadi, akses dompet, atau transaksi mata uang kripto.

2. Verifikasi Identitas: Verifikasi identitas siapa pun yang meminta informasi atau tindakan terkait aset kripto Anda. Hubungi organisasi atau orang tersebut secara mandiri menggunakan detail kontak yang diketahui dan terverifikasi, bukan menggunakan detail yang diberikan dalam komunikasi yang mencurigakan.

3. Hindari Membagikan Informasi Pribadi: Jangan bagikan informasi pribadi atau keuangan, seperti kunci pribadi, frasa awal, atau alamat dompet, dengan siapa pun yang tidak sepenuhnya Anda percaya. Organisasi yang sah tidak akan pernah meminta informasi ini.

4. Periksa Ulang URL: Saat berinteraksi dengan situs web atau layanan daring yang terkait dengan mata uang kripto, periksa ulang URL situs web tersebut untuk memastikannya sah dan aman. Penipu sering kali membuat situs web palsu yang meniru bursa dan dompet kripto populer.

5. Pelajari Lebih Lanjut: Tetaplah terinformasi tentang taktik rekayasa sosial dan penipuan terkini. Pengetahuan adalah pertahanan terbaik Anda, dan memahami cara kerja serangan ini dapat membantu Anda mengenali dan menghindarinya.

6. Berhati-hatilah di Media Sosial: Berhati-hatilah dengan apa yang Anda bagikan di media sosial. Hindari mengungkapkan terlalu banyak informasi tentang aset kripto atau aktivitas Anda, karena penyerang dapat menggunakan informasi ini untuk menargetkan Anda.

7. Percayai Insting Anda: Jika sesuatu terasa aneh atau terlalu bagus untuk menjadi kenyataan, kemungkinan besar memang begitu. Percayai insting Anda, dan jangan terburu-buru dalam mengambil keputusan terkait aset kripto Anda.

8. Laporkan Aktivitas Mencurigakan: Jika Anda menduga telah menjadi sasaran serangan rekayasa sosial, laporkan kepada otoritas dan platform terkait. Hal ini dapat membantu mencegah orang lain menjadi korban penipuan yang sama.

Serangan rekayasa sosial dapat terjadi dalam berbagai bentuk, seperti phishing, peniruan identitas, dan pemancingan. Selalu berhati-hati dan verifikasi keaslian setiap permintaan atau komunikasi yang terkait dengan aset kripto Anda untuk memastikan keamanannya.

#KryptoSecure #CryptoSecurity #SatoshiNakamoto #etf #SocialEngineering $BTC $ARB $MATIC