Pelajari dan praktikkan 6 indikator ini untuk mendapatkan potensi penghasilan.

1. Rata-Rata Pergerakan (MA): Rata-rata pergerakan membantu mengidentifikasi tren yang mendasari harga mata uang kripto dengan menghaluskan fluktuasi jangka pendek. Trader sering kali menggunakan kombinasi rata-rata pergerakan yang berbeda, seperti rata-rata pergerakan 50 hari dan 200 hari, untuk melihat potensi titik masuk dan keluar.

2. Relative Strength Index (RSI): RSI adalah osilator momentum yang mengukur kecepatan dan perubahan pergerakan harga mata uang kripto. Kisarannya antara 0 hingga 100, dengan level di atas 70 menunjukkan kondisi jenuh beli dan level di bawah 30 menunjukkan kondisi jenuh jual. Trader sering kali mencari divergensi dan sinyal jenuh beli/jenuh jual untuk mengantisipasi pembalikan harga.

3. Bollinger Bands: Bollinger Bands terdiri dari rata-rata pergerakan dan dua garis deviasi standar. Mereka membantu mengidentifikasi volatilitas dan potensi penembusan harga. Ketika harga bergerak menuju upper band, hal ini mengindikasikan potensi kondisi overbought, dan ketika harga bergerak menuju lower band, hal tersebut mengindikasikan potensi kondisi oversold.

4. Volume: Analisis volume sangat penting karena menunjukkan tingkat partisipasi dan minat pedagang. Volume perdagangan yang lebih tinggi sering kali menyertai pergerakan harga yang signifikan, sehingga mengindikasikan potensi tren atau pembalikan.

5. MACD: Moving Average Convergence Divergence (MACD) adalah indikator momentum yang mengikuti tren yang menunjukkan hubungan antara dua moving average. Ini membantu mengidentifikasi potensi pembalikan tren, persilangan bullish atau bearish, dan pola divergensi.

6. Fibonacci retracement: Level retracement Fibonacci membantu mengidentifikasi potensi level support dan resistance berdasarkan deret Fibonacci. Trader sering kali menggunakan level ini bersama dengan indikator lain untuk menentukan titik masuk dan keluar.

$BTC

#uniswap #ETH #ztx #ftx #BinanceSquare