Hari ke-6 acara "Masa Depan Desentralisasi yang Disederhanakan" menyaksikan trio pakar yang beragam yang memberikan wawasan berharga mengenai bidang tata kelola digital, AI, dan game blockchain. Ilo, mantan musisi jazz yang menjadi penggila blockchain, membawa kami dalam perjalanan tata kelola digital. Bryn Bennett, Pendiri Secret Agency dan AI Academy, memberikan pencerahan kepada kami tentang dunia AI, sementara Yaesha, Associate di AART, mendalami dunia game blockchain yang menarik. Mari selami hal-hal penting hari ini:
Ilo: Musisi Jazz yang Menjadi Penjelajah Tata Kelola Digital
Perjalanan Ilo dari musisi jazz menjadi penggemar blockchain merupakan awal yang menarik hari ini. Eksplorasinya terhadap teknologi blockchain membawanya untuk menyadari implikasi signifikannya terhadap koperasi dan kolektif seni. Melalui kepemimpinannya dalam inisiatif GraviDAO, Ilo telah memelopori cara-cara baru koordinasi internasional yang tahan sensor, yang berakar pada ekosistem Cosmos.
Tata Kelola Digital Diluncurkan
Sesi Ilo, "A Primer on Digital Governance," merupakan eksplorasi yang menyegarkan mengenai model tata kelola di dunia Web3. Dia mempelajari konsep demokrasi dan pemungutan suara, menjelaskan bagaimana istilah-istilah ini diterapkan di Web3 dan pelajaran apa yang dapat kita ambil ke depan. Tata kelola merupakan aspek penting dalam sistem desentralisasi, dan wawasan Ilo menjelaskan kompleksitas dan potensinya.

Bryn Bennett: Memberdayakan Keahlian AI
Bryn Bennett, Pendiri Secret Agency dan AI Academy, mengalihkan fokus ke bidang kecerdasan buatan (AI). Lokakarya AI Academy-nya bertujuan untuk meningkatkan keahlian AI para peserta. Bryn membahas keterampilan mendorong dan integrasi, menyediakan alat berharga bagi mereka yang tertarik memanfaatkan kekuatan AI dalam proyek mereka.

Yaesha: Merevolusi Game dengan Blockchain
Yaesha, seorang Associate di AART dan pencipta Black Jack di Secret Network, mengakhiri hari ini dengan menarik dengan mendiskusikan bagaimana blockchain dapat merevolusi game. Dia menekankan potensi transformatif dari blockchain baik dalam game indie maupun mainstream, menawarkan peluang baru bagi para gamer dan pengembang.

Kekuatan DAO dan Pengambilan Keputusan Kolaboratif
Sepanjang hari, para peserta terlibat dalam diskusi tentang berbagai kerangka DAO dan proses pengambilan keputusan mereka. Mereka memperoleh pemahaman yang lebih mendalam tentang bagaimana DAO memberdayakan individu dan mendorong kolaborasi di era Web3. Sesi kolaboratif menyimulasikan lingkungan DAO, yang memungkinkan peserta untuk secara aktif membuat keputusan dan berkontribusi pada tata kelola proyek.
Memberdayakan Peserta untuk Masa Depan Terdesentralisasi
Saat Hari ke-6 berakhir, para peserta pulang dengan pengetahuan yang diperkaya tentang tata kelola digital, AI, dan kemungkinan-kemungkinan menarik dari permainan blockchain. Ilo, Bryn Bennett, dan Yaesha memberikan wawasan berharga dan keterampilan praktis, membekali peserta untuk berkembang di masa depan yang terdesentralisasi.
Acara "Masa Depan Desentralisasi yang Disederhanakan" terus memberikan peserta pemahaman komprehensif, keterampilan praktis, dan peluang jaringan untuk menjelajahi dunia Web3. Nantikan wawasan lebih lanjut tentang blockchain, DeFi, NFT, dan aspek lain dari ekosistem terdesentralisasi di masa mendatang.
Didukung oleh Jaringan Rahasia, Jaringan Rahasia Afrika, dan Agen Rahasia.