Banyak orang cenderung menghabiskan lebih banyak ketika mereka melihat aset mereka meningkat nilainya, meskipun mereka sebenarnya belum menghasilkan satu dolar pun. Contoh klasik adalah seseorang yang membeli rumah seharga $100.000, dan beberapa tahun kemudian, nilainya naik menjadi $300.000. Tiba-tiba, mereka merasa "kaya." Mereka bepergian lebih banyak, memperbarui mobil mereka, membeli barang-barang mahal, dan mungkin bahkan meminjam uang untuk berbelanja. Tetapi inilah paradoksnya: mereka masih hanya memiliki satu rumah itu dan belum menjualnya untuk mendapatkan uang tunai.
Fenomena ini dikenal dalam ekonomi sebagai "efek kekayaan." Ketika aset yang kita miliki — baik itu properti, tanah, saham, atau kripto — meningkat harganya, psikologi kita mengikuti. Perasaan menjadi lebih kaya membuat kita lebih bersedia untuk membuka dompet kita, lebih cenderung mengambil risiko, dan kurang termotivasi untuk menabung. Meskipun keuntungan yang belum direalisasikan hanyalah angka di kertas, perilaku keuangan kita berubah seolah-olah itu adalah uang nyata.
Masalahnya adalah perasaan ini bisa menipu. Ketika harga aset turun, atau ketika kita sangat membutuhkan uang tunai tetapi tidak bisa melikuidasi investasi atau menjual rumah dengan cepat, kita menyadari bahwa "kekayaan" kita tidak fleksibel seperti yang kita bayangkan. Sementara itu, pengeluaran kita sebelumnya tetap ada: utang kartu kredit, pembayaran pinjaman mobil, atau liburan mewah yang baru saja dilakukan.
Mentalitas "kekayaan kertas" ini tidak hanya mempengaruhi individu — ia menyebar di seluruh masyarakat. Ketika harga properti melambung tinggi, orang-orang di mana-mana mulai menghabiskan lebih banyak, dan pasar menjadi panas secara artifisial. Tetapi jika gelembung itu pecah, dampaknya bisa berupa pengetatan ikat pinggang yang luas atau bahkan resesi.
Jadi, meskipun peningkatan nilai aset adalah hal yang baik, menjaga pikiran yang jernih dan mengelola keuangan dengan bijak adalah apa yang menentukan stabilitas jangka panjang. Jangan biarkan kekayaan sementara membuatmu menghabiskan seperti seorang jutawan, hanya untuk kemudian berjuang seperti seorang debitur. Nilai nyata terletak bukan pada seberapa banyak asetmu tumbuh, tetapi pada seberapa baik kamu mengontrol perilakumu.
#WealthEffect #FinancialDiscipline #PaperRichReality