Komite Perbankan Senat Memajukan RUU CLARITY; Aturan Imbalan Stablecoin Ditetapkan untuk Pembahasan
Pada 13 Januari 2026, Ketua Komite Perbankan Senat Tim Scott merilis draf diskusi terbaru dari Undang-Undang Klaritas Pasar Aset Digital (CLARITY Act). Legislasi ini merupakan langkah penting menuju pembentukan kerangka pengaturan federal yang komprehensif untuk mata uang kripto di Amerika Serikat.
Timeline Legislasi & Kemajuan
Pembahasan oleh Komite Perbankan Senat: Sesi pembahasan resmi dijadwalkan pada Kamis, 15 Januari 2026.
Penundaan oleh Komite Pertanian Senat: Sementara Komite Perbankan terus bergerak maju, Komite Pertanian Senat menunda pembahasan RUU ini hingga akhir minggu pertama bulan Januari 2026 guna membangun dukungan bipartisan yang lebih luas.
Persetujuan Sebelumnya di Dewan Perwakilan: Dewan Perwakilan Rakyat telah menyetujui versi RUU ini pada bulan Juli 2025. Jika Senat menyetujui RUU ini tanpa amandemen lebih lanjut, maka akan langsung diserahkan kepada Presiden Donald Trump untuk ditandatangani.
Ketentuan Kunci dalam Draf 2026
Imbalan Stablecoin: Draf baru mengizinkan imbalan berbasis aktivitas (terkait pembayaran atau aktivitas jaringan), tetapi secara eksplisit melarang penyedia layanan aset digital membayar bunga atau imbal hasil hanya karena menyimpan stablecoin pembayaran.
Pengawasan Regulasi: RUU ini menjelaskan batas yurisdiksi antara SEC dan CFTC, memberikan otoritas utama kepada CFTC atas komoditas digital.
DeFi & Pengelolaan Mandiri: Draf mencakup perlindungan khusus bagi protokol keuangan terdesentralisasi (DeFi), pengembang sumber terbuka, dan pengguna yang mengelola aset secara mandiri.
Pembatasan CBDC: RUU ini membatasi Federal Reserve untuk tidak menerbitkan mata uang digital bank sentral ritel (CBDC).
Perlindungan Konsumen: Persyaratan transparansi yang lebih ketat dan pemisahan dana diperkenalkan untuk bursa kripto terpusat guna melindungi investor ritel.
#CryptoRegulation #CLARITYAct #Stablecoins #TimScott #USsenate