🚨 Berita Terkini | Teknologi & Regulasi
Menurut laporan media Taiwan, Liu Zuohu, pendiri & CEO OnePlus dan Wakil Presiden Senior/Pemimpin Produk Utama di OPPO, saat ini dicari oleh otoritas Taiwan terkait dugaan operasi R&D ilegal.
🔍 Apa yang Dituduhkan?
Jaksa menyatakan bahwa Liu Zuohu membantu mendirikan tim R&D berbasis Taiwan melalui entitas Hong Kong tanpa mendapatkan persetujuan yang diperlukan dari otoritas Taiwan. Operasi tersebut diduga berlangsung antara 2015 hingga 2021, dengan fokus pada pengembangan perangkat lunak ponsel untuk smartphone OnePlus.
💰 Rincian Penting dari Penyelidikan.
• Sekitar 72,9 juta dolar AS (508,7 juta RMB) dikirim untuk mendukung operasi
• Lebih dari 70 insinyur R&D Taiwan dilaporkan direkrut
• Dana digunakan untuk gaji, bonus, dan peralatan R&D
• Semua perangkat lunak yang dikembangkan dilaporkan digunakan eksklusif oleh perangkat OnePlus
• Keputusan keuangan dan administratif dilaporkan disetujui oleh kantor pusat Shenzhen
📜 Tindakan Hukum
Kantor Jaksa Distrik Shilin telah menuntut dua eksekutif Taiwan, dengan nama keluarga Zheng dan Lin, atas pelanggaran Undang-Undang Hubungan Silang Selat Taiwan.
Liu Zuohu, yang diidentifikasi sebagai pengambil keputusan utama, dilaporkan memiliki surat perintah penangkapan dan masih buron.
⚖️ Konteks Regulasi
Hukum Taiwan melarang perusahaan asal Tiongkok daratan melakukan kegiatan komersial atau merekrut tenaga ahli di Taiwan tanpa izin. Jaksa menduga operasi ini disusun sebagai entitas asing (Hong Kong) untuk menghindari peraturan tersebut.
📌 Status Saat Ini
• Eksekutif Taiwan: Dituntut
• Liu Zuohu: Dicari oleh otoritas
• Kasus: Masih berlangsung, tuduhan belum diputuskan
⚠️ Posting ini merangkum informasi yang telah dipublikasikan secara umum hanya untuk tujuan informasi dan tidak merupakan nasihat hukum atau investasi.
#breakingnews #TechIndustry #RegulationBalance #AsiaMarkets #Compliance