Binance Square

spacescience

697 penayangan
4 Berdiskusi
BNB stret
--
Lihat asli
Dalam prestasi ilmiah yang mencolok, eksperimen tanpa preceden dilakukan pada dasar-dasar fisika baterai lithium-ion di dalam stasiun luar angkasa TIANGONG Tiongkok. Eksperimen ini memanfaatkan lingkungan tanpa gravitasi untuk mempelajari perilaku baterai tanpa pengaruh gravitasi Bumi, faktor yang selama ini membatasi pemahaman kita yang akurat tentang apa yang terjadi di dalam sel elektrokimia. Tujuan utama adalah membongkar keterkaitan antara efek gravitasi dan medan listrik di dalam baterai, yang memungkinkan pemantauan perpindahan ion dan distribusi reaksi dengan akurasi yang lebih tinggi. Pandangan baru ini membantu para ilmuwan menjelaskan penyebab degradasi kinerja, ketidakstabilan termal, dan batas densitas energi pada baterai konvensional. Hasil yang diharapkan tidak terbatas pada peningkatan sistem energi yang digunakan saat ini di orbit, tetapi juga mendukung desain generasi baru baterai yang lebih aman, densitas energi lebih tinggi, dan lebih andal untuk misi luar angkasa jangka panjang—dari stasiun orbit hingga misi bulan dan Mars. 💡 Mengapa ini penting? Karena pemahaman tentang baterai di luar angkasa dapat mengubah aturan permainan di Bumi juga, dan membuka jalan bagi teknologi penyimpanan energi yang lebih baik untuk kendaraan listrik, penerbangan, dan jaringan cerdas. #BatteryResearch #Microgravity #SpaceScience #SpaceExploration
Dalam prestasi ilmiah yang mencolok, eksperimen tanpa preceden dilakukan pada dasar-dasar fisika baterai lithium-ion di dalam stasiun luar angkasa TIANGONG Tiongkok. Eksperimen ini memanfaatkan lingkungan tanpa gravitasi untuk mempelajari perilaku baterai tanpa pengaruh gravitasi Bumi, faktor yang selama ini membatasi pemahaman kita yang akurat tentang apa yang terjadi di dalam sel elektrokimia.

Tujuan utama adalah membongkar keterkaitan antara efek gravitasi dan medan listrik di dalam baterai, yang memungkinkan pemantauan perpindahan ion dan distribusi reaksi dengan akurasi yang lebih tinggi. Pandangan baru ini membantu para ilmuwan menjelaskan penyebab degradasi kinerja, ketidakstabilan termal, dan batas densitas energi pada baterai konvensional.

Hasil yang diharapkan tidak terbatas pada peningkatan sistem energi yang digunakan saat ini di orbit, tetapi juga mendukung desain generasi baru baterai yang lebih aman, densitas energi lebih tinggi, dan lebih andal untuk misi luar angkasa jangka panjang—dari stasiun orbit hingga misi bulan dan Mars.

💡 Mengapa ini penting?
Karena pemahaman tentang baterai di luar angkasa dapat mengubah aturan permainan di Bumi juga, dan membuka jalan bagi teknologi penyimpanan energi yang lebih baik untuk kendaraan listrik, penerbangan, dan jaringan cerdas.

#BatteryResearch #Microgravity #SpaceScience #SpaceExploration
DENTUSDT
Membuka Long
PNL Belum Terealisasi
-0,39USDT
Lihat asli
🌌 3I/ATLAS: Komet Antar Bintang Memicu Perdebatan Kosmik 3I/ATLAS adalah objek antarbintang langka yang melintas melalui sistem tata surya kita, yang memicu diskusi ilmiah dan spekulasi publik — bukan hanya tentang sifatnya, tetapi juga bagaimana dan mengapa kita menafsirkan fitur-fitur tidak biasanya dari objek tersebut. • Asal antarbintang: 3I/ATLAS ditemukan oleh teleskop ATLAS pada 1 Juli 2025 dan merupakan objek ketiga yang dikonfirmasi berasal dari luar tata surya kita. • Perdebatan ilmiah: Beberapa peneliti mencatat pola jetnya, perubahan warna yang aneh, dan anehnya lintasannya — tetapi ilmu pengetahuan utama masih menganggapnya sebagai komet alami dengan aktivitas komet biasa (pelepasan gas dan kabut debu). • Pendapat alternatif: Sejumlah suara, seperti ahli astrofisika Avi Loeb, mengemukakan ide-ide spekulatif (termasuk asal buatan), meskipun ide-ide tersebut tidak didukung oleh bukti kuat. • Kampanye pengamatan global: Jaringan Peringatan Asteroid Internasional dan UNOOSA menggunakan 3I/ATLAS untuk menguji koordinasi pertahanan planet dan jaringan pengamatan — meskipun objek ini tidak menimbulkan ancaman bagi Bumi. Wawasan Ahli: Perdebatan seputar 3I/ATLAS menunjukkan keseimbangan antara rasa ingin tahu yang sehat dan interpretasi ilmiah yang cermat: anomali yang menarik harus dibandingkan dengan fisika komet yang sudah dipahami sebelum klaim luar biasa diterima. #3IATLAS #InterstellarObject #SpaceScience #Astronomy #Astrophysics
🌌 3I/ATLAS: Komet Antar Bintang Memicu Perdebatan Kosmik

3I/ATLAS adalah objek antarbintang langka yang melintas melalui sistem tata surya kita, yang memicu diskusi ilmiah dan spekulasi publik — bukan hanya tentang sifatnya, tetapi juga bagaimana dan mengapa kita menafsirkan fitur-fitur tidak biasanya dari objek tersebut.

• Asal antarbintang: 3I/ATLAS ditemukan oleh teleskop ATLAS pada 1 Juli 2025 dan merupakan objek ketiga yang dikonfirmasi berasal dari luar tata surya kita.

• Perdebatan ilmiah: Beberapa peneliti mencatat pola jetnya, perubahan warna yang aneh, dan anehnya lintasannya — tetapi ilmu pengetahuan utama masih menganggapnya sebagai komet alami dengan aktivitas komet biasa (pelepasan gas dan kabut debu).

• Pendapat alternatif: Sejumlah suara, seperti ahli astrofisika Avi Loeb, mengemukakan ide-ide spekulatif (termasuk asal buatan), meskipun ide-ide tersebut tidak didukung oleh bukti kuat.

• Kampanye pengamatan global: Jaringan Peringatan Asteroid Internasional dan UNOOSA menggunakan 3I/ATLAS untuk menguji koordinasi pertahanan planet dan jaringan pengamatan — meskipun objek ini tidak menimbulkan ancaman bagi Bumi.

Wawasan Ahli:
Perdebatan seputar 3I/ATLAS menunjukkan keseimbangan antara rasa ingin tahu yang sehat dan interpretasi ilmiah yang cermat: anomali yang menarik harus dibandingkan dengan fisika komet yang sudah dipahami sebelum klaim luar biasa diterima.

#3IATLAS #InterstellarObject #SpaceScience #Astronomy #Astrophysics
Lihat asli
Astronom telah mengonfirmasi penemuan sebuah eksoplanet berukuran Bumi yang mengorbit bintang yang berjarak hanya 40 tahun cahaya — dan yang membuat penemuan ini luar biasa adalah bahwa planet tersebut terletak dengan tepat di dalam zona layak huni bintang tersebut. Itu berarti suhu planet ini cukup ringan untuk air cair, salah satu bahan paling penting untuk kehidupan seperti yang kita kenal. Pembacaan atmosfer awal dari teleskop canggih menunjukkan adanya formasi awan, dan para ilmuwan percaya bahwa planet ini mungkin memiliki lautan yang stabil di permukaannya. Dunia ini mengorbit bintang kerdil merah kecil dan dingin, memungkinkan untuk mempertahankan kondisi mirip Bumi meskipun berada jauh lebih dekat dengan mataharinya dibandingkan kita dengan matahari kita. Karena kerdil merah membakar perlahan dan stabil selama miliaran tahun, mereka memberikan jendela waktu yang lama bagi kehidupan untuk berevolusi, meningkatkan kegembiraan di antara peneliti eksoplanet yang menganggap planet ini sebagai kandidat utama untuk eksplorasi di masa depan. Selama dekade berikutnya, para ilmuwan berencana untuk mengamati dunia tetangga ini dengan teleskop generasi berikutnya yang mampu mendeteksi gas atmosfer seperti oksigen, metana, atau karbon dioksida — kemungkinan tanda kehidupan yang dapat mengisyaratkan adanya kehidupan. Jika terkonfirmasi, ini akan menandai penemuan paling signifikan dalam astronomi: kemungkinan bahwa Bumi bukan satu-satunya dunia yang hidup di lingkungan kosmik kita. Planet ini adalah pengingat bahwa Galaksi Bima Sakti mungkin dipenuhi dengan dunia yang layak huni, dan umat manusia baru mulai mengintip lingkungan di mana kehidupan mungkin dapat tumbuh. #ExoplanetDiscovery #NewWorlds #SpaceScience #HabitableZone #SearchForLife
Astronom telah mengonfirmasi penemuan sebuah eksoplanet berukuran Bumi yang mengorbit bintang yang berjarak hanya 40 tahun cahaya — dan yang membuat penemuan ini luar biasa adalah bahwa planet tersebut terletak dengan tepat di dalam zona layak huni bintang tersebut. Itu berarti suhu planet ini cukup ringan untuk air cair, salah satu bahan paling penting untuk kehidupan seperti yang kita kenal. Pembacaan atmosfer awal dari teleskop canggih menunjukkan adanya formasi awan, dan para ilmuwan percaya bahwa planet ini mungkin memiliki lautan yang stabil di permukaannya.
Dunia ini mengorbit bintang kerdil merah kecil dan dingin, memungkinkan untuk mempertahankan kondisi mirip Bumi meskipun berada jauh lebih dekat dengan mataharinya dibandingkan kita dengan matahari kita. Karena kerdil merah membakar perlahan dan stabil selama miliaran tahun, mereka memberikan jendela waktu yang lama bagi kehidupan untuk berevolusi, meningkatkan kegembiraan di antara peneliti eksoplanet yang menganggap planet ini sebagai kandidat utama untuk eksplorasi di masa depan.
Selama dekade berikutnya, para ilmuwan berencana untuk mengamati dunia tetangga ini dengan teleskop generasi berikutnya yang mampu mendeteksi gas atmosfer seperti oksigen, metana, atau karbon dioksida — kemungkinan tanda kehidupan yang dapat mengisyaratkan adanya kehidupan. Jika terkonfirmasi, ini akan menandai penemuan paling signifikan dalam astronomi: kemungkinan bahwa Bumi bukan satu-satunya dunia yang hidup di lingkungan kosmik kita.
Planet ini adalah pengingat bahwa Galaksi Bima Sakti mungkin dipenuhi dengan dunia yang layak huni, dan umat manusia baru mulai mengintip lingkungan di mana kehidupan mungkin dapat tumbuh.

#ExoplanetDiscovery #NewWorlds #SpaceScience #HabitableZone #SearchForLife
Masuk untuk menjelajahi konten lainnya
Jelajahi berita kripto terbaru
⚡️ Ikuti diskusi terbaru di kripto
💬 Berinteraksilah dengan kreator favorit Anda
👍 Nikmati konten yang menarik minat Anda
Email/Nomor Ponsel