#IACRYPTO Cryptocurrency berbasis AI — seperti Bittensor (TAO), Render (RNDR), atau SingularityNET (AGIX) — mewujudkan perpaduan antara dua teknologi revolusioner: blockchain dan kecerdasan buatan.
Mereka menarik perhatian karena 3 alasan utama
1. Desentralisasi AI: proyek-proyek ini bertujuan untuk membuat AI dapat diakses, terbuka, dan kurang terpusat daripada AI yang dimiliki oleh raksasa seperti Google atau OpenAI.
2. Imbalan untuk kontribusi: pengguna atau pengembang dapat mendapatkan imbalan dalam bentuk token untuk melatih model, berbagi daya komputasi, atau data.
3. Kasus penggunaan yang berkembang: AI generatif, keuangan terdesentralisasi (DeFi), komputasi awan, NFT cerdas, dll.
Prospek untuk 2025 dan seterusnya:
• Pertumbuhan berkelanjutan jika adopsi AI terus berlanjut secara global.
• Regulasi: pedang bermata dua. Ini bisa sekaligus mengatur dan melegitimasi proyek-proyek serius, sambil menghambat yang lebih kecil.
• Investasi strategis: semakin banyak pelaku institusional yang tertarik pada konvergensi teknologi ini.
• Volatilitas tinggi, seperti pada semua proyek crypto yang muncul.
✅ Kesimpulan:
Cryptocurrency AI memiliki potensi besar, tetapi memerlukan seleksi yang ketat terhadap proyek dan strategi investasi yang dipikirkan dengan baik. Ini adalah sektor yang perlu diawasi dengan sangat dekat untuk tahun-tahun mendatang.