❓ Mengapa Thailand Tiba-Tiba Mengguncang Kejahatan Kripto Global Lebih Baik Dari Siapa Pun?
🚨 Thailand baru saja memberikan dua pukulan besar kepada jaringan penipuan internasional — memulihkan jutaan kripto yang dicuri dan mengungkap bagaimana transparansi blockchain menjadi kekuatan super dalam penegakan hukum.
🔺 Operasi 1: $12M Jaringan Penipuan Asia Tenggara Terbongkar
🇹🇭🤝🇺🇸 Kepolisian Kerajaan Thailand dan Layanan Rahasia AS memulihkan $12M dalam USDT yang terkait dengan jaringan penipuan transnasional di seluruh Asia Tenggara.
👮♂️ 73 tersangka ditangkap — termasuk warga negara asing.
🧊 Tether membekukan dana yang dicuri dan membantu melacak aliran dompet.
🗣️ CEO Paolo Ardoino: “Transparansi blockchain memberdayakan otoritas untuk bertindak cepat dan efektif.”
🌍 Tether kini bekerja dengan 290+ lembaga, membantu membekukan $3B+ yang terkait dengan kejahatan siber global.
🔺 Operasi 2: Hacker Phuket Ditangkap Setelah Tip FBI
🕵️♂️ “Operasi 293” menemukan seorang hacker Eropa Timur yang bersembunyi di Phuket.
💻 Tersangka menggunakan malware untuk mencuri frase seed dan memindahkan dana ke USDT & BTC.
🧊 Tether membekukan aset; Bitkub melacak aktivitas kontrak pintar.
💰 $432K (14M baht) dipulihkan dan dikembalikan kepada korban.
📱 Otoritas mengidentifikasi enam korban Thailand, dengan kerugian di atas 3.2M baht.
🇹🇭 Penindakan Kejahatan Kripto Thailand Semakin Intensif
📌 Tersangka Cina Liang Ai-Bing ditangkap karena diduga terlibat dalam Ponzi $31M FINTOCH
📌 Warga negara Portugal Pedro M. ditangkap dalam penipuan global senilai $580M
📌 “Perusahaan Lungo” dibongkar setelah menipu lebih dari 870 orang Korea Selatan senilai $15M
Thailand kini menjadi tempat berlindung bagi pelarian siber dan pemimpin global dalam penegakan kripto.
⚡ Kesimpulan
🔎 Penjahat bersembunyi di dompet — tetapi blockchain meninggalkan jejak.
Thailand + Tether + lembaga AS membuktikan bahwa forensik kripto dapat mengalahkan bahkan penipuan global yang paling canggih.
#CryptoCrimes $BTC $HBAR $SEI