#Commodity 🚨Perang Dingin Komoditas Sedang Berlangsung saat Tiongkok 🇨🇳MEMANFAATKAN Emas & Perak!
Pemicu utama lonjakan harga perak secara sejarah dari $30 ke dekat $90 bukan karena permintaan investasi atau industri—tetapi karena NAGA MERAH meluncurkan Perang Dingin Komoditas & MEMANFAATKAN Emas, Perak, & mineral kritis dunia lainnya.
🚨Ofensif Mata Uang yang Sunyi dari Tiongkok: Mencetak Yuan untuk Mendominasi Sumber Daya Global dan Melemahkan Barat 🚨
Di era ketegangan geopolitik yang meningkat, perang tradisional dengan tank dan rudal sedang digantikan oleh bentuk konflik yang lebih halus—tindakan ekonomi yang mengubah kekuatan global tanpa satu peluru pun ditembakkan.
Ekspansi moneter Tiongkok terbaru, ditandai dengan kenaikan pasokan uang M2 sebesar ¥25,03 triliun dalam satu tahun terakhir, bukan hanya upaya stimulus domestik.
Ini mewakili strategi yang terhitung untuk membanjiri dunia dengan likuiditas yang didukung yuan, memungkinkan Beijing mengumpulkan mineral kritis, logam, dan komoditas.
Pendekatan ini merupakan bentuk perang yang tidak biasa, yang bertujuan melemahkan Barat—khususnya Amerika Serikat—dengan mengendalikan bahan baku yang penting bagi ekonomi modern, sistem pertahanan, dan kemajuan teknologi.
Lonjakan M2: Bahan Bakar untuk Pengambilalihan Sumber Daya
Pasokan uang lebar (M2) Tiongkok telah membengkak menjadi sekitar ¥336,99 triliun pada November 2025, mencerminkan pertumbuhan tahunan sebesar 8 persen.
Kenaikan absolut—¥25,03 triliun—setara dengan menyuntikkan triliunan ke dalam ekonomi, jauh melampaui rekan-rekan Barat dalam skala.
Tidak seperti pelonggaran kuantitatif Federal Reserve AS, yang sering memicu gelembung aset, ekspansi Tiongkok dialokasikan secara strategis. Seperti yang dikatakan satu analisis, ketika Tiongkok mencetak uang, ia tidak menaikkan saham—ia mengamankan sumber daya seperti emas, perak, energi, dan logam industri.
IKUTI LIKE SHARE