Beberapa hari ini sibuk jadi saya tidak melakukan trading. Hari ini masuk lihat pasar masih sideways sedikit tapi akun hold tetap naik. Jadi saya ingin berbagi sedikit pengalaman tentang alokasi modal.
Saya membagi modal menjadi dua bagian, satu bagian sebesar 80% untuk akun hold dan 20% sisanya untuk akun trade ini.
Akun hold saya gunakan untuk membeli coin yang akan dipegang jangka panjang, atau menggunakan 30% volume hold order short x1 saat tren turun jika tidak menemukan coin yang cocok untuk dipegang. Saat ini akun hold saya memegang
$CHZ $XPL v dan
$SPK . Dari total modal, 70% saya beli
#CHZ , masing-masing coin lainnya hanya 15%. Karena dari tiga coin ini, hanya
#CHZ yang sedang berada di area akumulasi dasar, timeframe bulanan dan timeframe besar lainnya indah, kemungkinan keluar dari downtrend tinggi dan bergerak naik. Sedangkan dua coin lainnya, masih memiliki potensi dipegang tapi hanya chart timeframe harian dan mingguan yang bagus, probabilitas bergerak naik rendah dan probabilitas rebound tinggi. Maka dari itu, dua coin lainnya ini saya anggap lebih berisiko, sehingga volume masuknya juga lebih sedikit. Saat ini
#xpl dan
#spk menutup candle mingguan tidak terlalu bagus, jadi saya akan stop loss sebagian dari dua coin ini lebih dulu. Menunggu muncul rebound, atau jika tren naik benar-benar terputus, baru saya cut semua.
Akun trade saya menyumbang 20% modal, digunakan untuk trading harian demi mendapatkan penghasilan hidup. Hari-hari pasar tidak jelas arah atau rasio R:R tidak memadai, saya akan istirahat dari trading. Akun trade hari ini saya baru saja stop loss semua posisi beli dasar sebelumnya, karena candle mingguan dan candle 3D dari coin top dan
#BTC tidak terlalu bagus. Jujur saja, akun trade ini hasilnya tidak sebanyak akun hold, karena setiap kali dapat keuntungan, saya langsung pisahkan bagian itu, lalu modal yang tersisa digunakan untuk trading kembali.
Secara umum, metode alokasi modal ini cocok untuk saya. Siapa yang merasa bagus bisa dicoba sebagai referensi.