Berita Terkini: Korea Utara Diduga Melakukan Pencurian Siber Senilai $3 Miliar!
📅 23 Februari 2025 – Laporan menunjukkan bahwa Korea Utara mungkin berada di balik pencurian siber senilai $3 miliar yang mengejutkan, yang dilakukan melalui teknik peretasan yang sangat canggih.
🔎 Sebuah gambar viral yang memperlihatkan pemimpin Korea Utara Kim Jong-un dan pejabat tinggi militer berkumpul di sekitar komputer telah memicu spekulasi tentang keterlibatan rezim tersebut dalam kejahatan siber berskala besar.
---
Dugaan Pencurian Siber 💻💰
Pakar keamanan siber dan badan intelijen memperkirakan bahwa $3.000.070.991 telah dicuri melalui serangan canggih terhadap:
✅ Lembaga keuangan 🏦
✅ Bursa mata uang kripto 💰
✅ Perusahaan internasional 🌎
Aset yang dicuri dilaporkan dicuci melalui platform DeFi (Keuangan Terdesentralisasi), sehingga lebih sulit dilacak.
🚨 Sebuah gambar viral menunjukkan sebuah akun yang diberi label "Dana Curian" dengan saldo yang sangat besar. Meskipun keasliannya masih belum terverifikasi, jumlah yang sangat besar tersebut telah memicu kekhawatiran global atas kemampuan perang siber Korea Utara.
---
Rekam Jejak Kejahatan Siber Korea Utara 🚨
Korea Utara telah lama dituduh menggunakan serangan siber untuk membiayai program nuklirnya dan menghindari sanksi. Lazarus Group yang disponsori negara telah dikaitkan dengan kejahatan dunia maya besar, termasuk:
🔹 Perampokan Bank Bangladesh 2016 – $81 juta dicuri melalui peretasan perbankan SWIFT 🏦
🔹 Serangan Ransomware WannaCry 2017 – Serangan dunia maya global yang mengganggu bisnis & rumah sakit 💻
🔹 Peretasan Bursa Kripto 2018–Sekarang – Lebih dari $2 miliar dicuri dari platform seperti Coincheck dan Ronin Network 🪙
---
Respon Global & Investigasi Berkelanjutan 🌍🔥
Dengan pencurian dunia maya senilai $3 miliar yang menjadi berita utama, pemerintah dan badan keamanan dunia maya di seluruh dunia bergegas untuk:
🔍 Memverifikasi klaim 📊
🔍 Melacak dana yang dicuri 💰
🔍 Meningkatkan pertahanan dunia maya 🛡️
Insiden ini menggarisbawahi meningkatnya ancaman perang dunia maya dan kebutuhan mendesak akan langkah-langkah keamanan yang lebih kuat.
#CyberThreats #BybitSecurityBreach #LazarusGroup