Mengapa BRICS Membeli Emas: Morgan Stanley Memperkirakan $4.800 di Tengah Tekanan Dolar AS
Era "Uang Keras" telah resmi tiba pada tahun 2026. Dua anggota BRICS paling berpengaruh—Tiongkok dan Brasil—baru saja menambahkan 1,88 miliar dolar AS ke cadangan emas fisik mereka, mencatat momen penting bagi likuiditas global.
Thesis Morgan Stanley:
Analis Morgan Stanley telah menaikkan perkiraan harga emas menjadi 4.800 dolar AS per ounce pada kuartal keempat 2026. Mereka menyebutkan "badai sempurna" yang meliputi:
Perubahan Kepemimpinan The Fed: Perubahan yang diantisipasi di Federal Reserve diperkirakan akan melemahkan USD.
Permintaan Kebijakan Kepemilikan Negara: Bank sentral kini menyumbang lebih dari 50% dari pembelian emas global, dengan blok BRICS memimpin gerakan ini.
Sensitivitas Imbal Hasil Nyata: Penurunan imbal hasil nyata yang diperkirakan membuat aset tanpa imbal hasil seperti emas dan Bitcoin menjadi lebih menarik.
Konteks Pasar:
Emas ditutup pada tahun 2025 naik 64%, tahun terbaik sejak 1979. Bagi pengguna Binance, "re-basing" harga emas ini memberikan dorongan besar bagi PAXG dan token berbasis emas lainnya, karena korelasi antara "Emas Digital" (BTC) dan "Emas Fisik" semakin erat di lingkungan ketidakpastian tinggi ini.
#BinanceSquare #goldprice #BRICS #MacroEconomics #MorganStanley